
** Kediaman Bella **
Bella sedang menonton drama Korea kesukaannya. Terdengar suara keributan di rumahnya. Bella keluar dari kamarnya dan melihat Rudy, adik dari Mama Bella.
" Kelakuan anak perempuanmu itu bikin malu saja Mbak. Aku telah kehilangan muka di depan Pak Randy." Perkataan Rudy yang keras membuat Bella menghampirinya.
" Apa yang sudah dilakukan Bella?", tanya Mama Bella pada Rudy.
" Bella sudah memperlakukan pemilik hotel dengan kasar dan hampir menamparnya." Penjelasan Rudy membuat Bella sangat terkejut.
" Apa maksud Om Rudy?" Bella yang tadi sudah mendengar mulai penasaran.
" Kamu tahu siapa wanita yang akan kamu tampar kemarin," tanya Rudy dengan tatapan menakutkan.
" Wanita murahan itu. Apa Om Rudy mengenalnya?", tanya Bella dengan muka polos.
" Kamu itu bodoh atau apa? Dia itu Melissa, adik ipar Pak Randy. Juga pemilik The Java Hotel. Aku sudah merekomendasikan kamu agar bisa jadi Brand Ambassador The Java Hotel, dan kamu merusak semua." Rudy memperlihatkan kemarahan kepada keponakannya itu.
Bella yang masih syok karena tak percaya dengan apa yang di dengarkan, menangis dalam posisi bersimpuh di lantai.
" Apa yang harus aku lakukan Om?," Bella terus menangis dalam penyesalannya.
__ADS_1
" Sudah terlambat, kontrakmu sudah dibatalkan. Kelakuanmu sudah mencoreng The Java Hotel." Rudy langsung meninggalkan Bella yang masih menangis di samping Mamanya.
** Mel'S Cafe **
Aku sedang menata beberapa meja yang kebetulan sudah dipesan oleh Lidya. Sepertinya akhir-akhir ini EO Lidya kebanjiran job. Dari pintu masuk sudah terlihat kekasihku yang tersenyum menatap wajahku.
" Sudah merindukan aku rupanya," aku menyambut Melissa dengan pelukan hangat.
" Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu," rengek Melissa dengan manja.
" Sebentar Sayang, aku siapkan beberapa meja yang sudah dipesan Lidya dulu." Aku segera menyelesaikan semua dan membawa Melissa ke ruang pribadinya.
" Mengapa kamu melamun? Pertanyaan Melissa membuyarkan lamunanku.
" Beberapa hari yang lalu Mas Randy menemui aku. Dia ingin aku menunjukkan keseriusan aku padamu," ucapku.
" Mas Randy bilang kalau sudah merestui hubungan kita," jawab Melissa.
" Mas Randy memang merestui kita, tapi Kak Adrian. Aku takut bertemu dengannya." Ucapanku ini mengandung sedikit rasa takut.
" Aku sudah mendengar dari Mariana, kalau Adrian tipe orang yang tertutup dan terkesan sangat dingin. Belum bertemu saja sudah membuatku takut, takut ditolaknya." Aku mencurahkan semua yang ada di hatiku kepada Melissa.
__ADS_1
" Kamu tenang saja, aku sangat mengenal kakak lelakiku itu. Dia tak mungkin menolak untuk merestui hubungan kita. Karena aku mencintaimu." Melissa mengakhiri ucapannya dan mencium pipiku.
Setelah waktu menunjukkan pukul 4 sore aku mengajak Melissa turun ke Cafe. Lidya sudah memulai meeting bersama rekannya. Melissa duduk di sudut ruangan. Aku memperhatikan dari meja kasir, dia tersenyum sambil melihat ponselnya.
" Silahkan dinikmati strawberry smoothies kesukaan kamu Sayang." Aku menaruh segelas smoothies kesukaan Melissa dan duduk di sampingnya.
" Aku punya kabar gembira...." Melissa terdengar menggantungkan ucapannya.
Aku hanya tersenyum dan terus menatap Melissa.
" Kak Adrian akan segera pulang." Melissa terlihat sangat senang mengatakannya.
" Benarkah?" Hanya kata itu yang mampu aku ucapkan.
" Dia mengatakan, sahabat dekatnya akan menikah akhir bulan ini. Kita bisa sekalian meminta restu padanya. Tapi Sayang, kamu tidak terlihat senang." Melissa terus memperhatikan aku.
" Aku bukannya tidak senang, tapi ada rasa takut di hatiku," ucapku pelan.
" Kamu tak perlu khawatir Sayang." Melissa memelukku dan mencoba menenangkan hatiku.
Setelah Lidya selesai meeting, Lidya menghampiri kami. Lidya menceritakan kalau akhir bulan mendapat job jadi Wedding Organizer. Kali ini dia akan membuat acara yang sangat berkesan, agar pasangan yang menyewanya puas dengan hasil pekerjaannya. Lidya juga meminta ijin untuk memakai The Java Hotel. Melissa pun menyetujuinya dan akan membantu Lidya.
__ADS_1