
Setelah 30 menit menunggu, Lidya akhirnya datang juga. Dengan celana jeans casual yang di padukan dengan T-shirt warna putih. Penampilan Lidya terlihat sangat santai.
" Apa kabarnya Mel? Setelah pesta malam itu kita baru bertemu sekarang." Lidya langsung duduk di sebelah Melissa.
" Ada kabar gembira untukmu, Kak Adrian sudah pindah ke Solo." Melissa terlihat bersemangat mengatakannya.
" Yang benar kamu Mel, bukannya dia kembali ke Singapura?," tanya Lidya.
Melissa menceritakan alasan kepulangan Adrian. Lidya terlihat senang dengan berita itu. Selama ini Lidya sudah salah paham dengan Adrian. Dia pikir Adrian akan meninggalkannya setelah insiden ciuman malam itu.
1 Bulan Kemudian
Sudah seminggu ini aku jarang bertemu dengan Melissa. Dia sibuk membantu Kak Adrian menata rumah barunya. Kak Adrian membeli rumah di belakang The Java Hotel. Kira-kira kalau berjalan kaki hanya 5 menit dari hotel. Malam ini, aku mendapat undangan syukuran rumah baru itu.
Jam 7 malam tepat, aku sudah sampai di alamat yang diberikan Melissa. Terlihat Keluarga Melissa, juga beberapa staf hotel juga hadir. Halaman depan di sulap menjadi spot barbeque. Melissa menyambut kedatanganku, dengan senyuman khas darinya yang selalu berhasil membuatku berdebar.
" Tes..Tes..Tes.. Selamat malam teman-teman semua. Terimakasih atas kedatangannya, malam ini adalah malam syukuran rumah ini. Aku harap kalian menikmati acaranya. Terimakasih." Andrian membuka sambutannya dan mendapat sorakan dari semua yang hadir.
__ADS_1
Aku duduk berdua dengan Melissa sambil menikmati beberapa hidangan di meja.
" Sayang.. lebih baik tinggallah di rumah ini dengan Kak Adrian," ucapku pada Melissa.
" Aku memang punya kamar di rumah ini, tapi aku tak mau tinggal disini. Aku lebih suka tinggal di hotel. Di hotel tak perlu berinteraksi dengan banyak orang." Melissa menjawab dengan tegas.
" Sesuai keinginanmu Sayang." Aku hanya menjawab singkat. Tak mungkin memaksakan apa yang dia tidak suka.
Aku melanjutkan menyantap makanan di depanku. Terlihat Adrian menghampiri kami.
" Kenapa Lidya belum datang?" tanya Adrian pada kami.
Setelah beberapa saat Lidya tak kunjung datang. Para tamu juga sudah kembali ke rumah masing-masing. Saat aku, Melissa dan Kak Adrian akan memasuki rumah, Lidya terlihat ngos-ngosan kehabisan nafas.
" Maafkan aku Adrian, aku sudah terlambat. Tadi di jalanan macet, saat mau memasuki kompleks rumahmu ban mobilku bocor. Aku berlari kesini." Lidya terlihat berantakan dengan nafas yang tersengal-sengal mengatakannya.
" Aku pikir kamu tak akan datang." Adrian memeluk Lidya kemudian mengajaknya memasuki rumah.
__ADS_1
Sekarang tinggal kami berempat di rumah ini. Kami mengobrol hingga larut malam.
" Lidya.. ada yang ingin aku katakan padamu." Lidya menatap Adrian tanpa menjawab apapun.
" Lidya, di hadapan Melissa adikku dan David sahabatmu. Aku ingin memintamu menjadi kekasihku. Walaupun aku tidak romantis, tapi aku sangat serius dengan ucapanku." Adrian menggenggam tangan Lidya dan menatap 2 matanya.
" Adrian.. aku juga mencintaimu. Bahkan rasanya aku mau mati, saat tahu kamu pergi ke Singapura, setelah mencium bibirku malam itu." Mata Lidya berkaca-kaca, perkataannya juga terdengar terbata-bata.
Tanpa menunggu lama mereka berdua berpelukan. Adrian menyentuh pipi Lidya lalu mencium bibirnya. Melissa hanya melirik aku.
" Pasti Melissa juga sudah tak tahan ingin menciumku," gumamku dalam hati.
" Mentang-mentang saling cinta jangan ciuman sembarangan. Kalian menodai mataku." Ledekan Melissa menghentikan aktivitas Lidya dan Adrian.
Mereka berdua tersenyum malu dengan ucapan Melissa.
" Selamat Kalian sudah resmi menjadi pasangan baru, tapi kalau mau ciuman lihat dulu kanan kiri." Aku tersenyum dan sengaja meledek mereka berdua lalu mengikuti Melissa ke teras depan.
__ADS_1
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya...
Happy Reading 🥰🥰