Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Jumpa Lagi


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Melissa sudah di depan kamarku.


" Sayang buka pintunya, cepetan." Suara Melissa benar-benar membangunkan aku.


Dengan kondisi yang masih ngantuk dan capek, aku buka pintu kamarku.


" Tumben pagi-pagi sudah sampai sini?" tanyaku pada Melissa.


" Aku ada janji sama Lidya, bukankah Cafe buka jam 7." Aku tak menjawab pertanyaan Melissa dan langsung menuju kamar mandi.


Saat aku selesai mandi, aku lupa membawa bajuku. Mau tidak mau aku keluar dengan handuk, untuk menutupi bagian bawahku saja.


" Sayang... aku tak pernah menyadari kalau tubuhmu sangat sexy." Melissa memeluk tubuhku begitu saja.


Aku yang hanya menggunakan handuk menjadi salah tingkah sendiri. Lalu aku peluk tubuh Melissa dan aku kecup bibirnya singkat.


" Jangan menggodaku, atau kamu menginginkan yang lebih dari ciuman." Aku sengaja menggoda Melissa, belum apa-apa wajahnya sudah merona.


Setelah selesai memakai baju, aku mengajak Melissa turun dan menyiapkan sarapannya. Saat berada di Cafe, aku dan Melissa dikejutkan dengan kedatangan sosok lelaki yang selalu dinantikan oleh Melissa.


" Kakak... aku merindukanmu." Melissa memeluk sosok lelaki di depannya.

__ADS_1


" Gadis nakal, pagi-pagi sudah bermesraan," ucap lelaki itu sambil mengecup kening adiknya.


" Kak, kenalin ini David Kekasihku." Perkataan Melissa sontak membuat hatiku semakin berbunga-bunga mendengar kata kekasih.


Sekilas Adrian memang sedikit mirip dengan Melissa. Tubuhnya tinggi, wajahnya jauh di atas rata-rata, dengan kulit yang putih.


" Hai... Aku Adrian kakak tertua Melissa. Semoga kamu bisa menjaga adik kesayanganku ini. Dia ini agak manja, tapi gemesin." Adrian mencubit hidung Melissa.


" Senang berjumpa denganmu Kakak." Aku tersenyum menatap Adrian.


Kami semua mengobrol kesana-kemari. Aku tak menyangka dibalik wajah yang dingin, Kak Adrian merupakan sosok yang sangat hangat. Kulihat Melissa begitu senang berjumpa kembali dengan kakak lelakinya.


" Hai Gadis Nakal... Pagi-pagi sudah disini, apa kamu sengaja menggoda kekasihmu?" Tanya Adrian dengan tatapan penuh kecurigaan.


" Aku tadi ke kamar hotelmu, tapi kosong. Lalu aku menelepon Randy, dia bilang kamu sering datang kesini," jawab Adrian.


Aku mulai memeriksa keperluan Cafe, dan membiarkan Melissa melepaskan kerinduan pada Kakaknya. Adrian terlihat sangat menyayangi Melissa. Kalau orang belum mengenalnya, pasti mengira mereka pasangan kekasih. Di depan pintu masuk, Lidya terlihat membawa beberapa file di tangannya.


" Vid, Melissa mana aku ada perlu dengannya." tanya Lidya padaku.


" Masuk saja di VIP room," jawabku.

__ADS_1


" Tumben disana," ucap Lidya sambil terburu-buru memasuki VIP room.


Belum juga aku menjawab Lidya langsung masuk ke VIP room.


" Pagi Melissa cantik." Sapa Lidya dengan wajah terkejut melihat Adrian yang duduk di samping Melissa.


" Kamu..." Adrian menatap Lidya dengan sedikit terkejut.


" Kalian sudah saling kenal. Lidya ini Kakak lelakiku Adrian." Ucapan Melissa seperti tak bersuara bagi mereka berdua.


Lidya dan Adrian saling memandang dalam diam.


" Heiii... Kalian berdua melamun." Mereka berdua kaget dengan suara Melissa yang keras.


" Jadi wanita ini teman yang akan bekerja denganmu," tanya Adrian sambil terus menatap Lidya.


" Namaku Lidya, senang berjumpa denganmu lagi Pak." Lidya pun berjabat tangan sebagai tanda perkenalan mereka.


" Panggil saja aku Adrian," jawabnya sambil sedikit tersenyum.


" Aku akan memanggilmu Kak Adrian, seperti Melissa memanggilmu." Lidya terlihat senang dengan awal pembicaraannya dengan Adrian.

__ADS_1


" Kupikir dia sosok dingin seperti balok es. Ternyata dia begitu hangat. Mau donk... dihangati Kak Adrian terus." Gumam Lidya yang senyum-senyum sendiri tidak jelas.


__ADS_2