
Andrew sedang menikmati Coffee Break di kantin perusahaannya. Terdengar suara notifikasi pesan masuk. Dilihatnya ponsel itu.
To. CEO A.H Architect
Sekali lagi kamu mengirim Sandra ke hadapanku, aku pastikan perusahaan mu hancur saat itu juga.
From. David Gunawan Corp
" Apa yang sudah dilakukan wanita bodoh itu." Teriak Andrew geram, setelah mendapatkan pesan dari David.
Andrew langsung menghubungi Sandra, namun tidak mendapat jawaban. Dia mulai melemparkan barang-barang di mejanya. Andrew sangat emosi, sudah puluhan kali Sandra tidak mengangkat telepon darinya. Karyawan di kantor juga heran dengan sikap Andrew. Andrew yang biasanya tenang bisa mengamuk juga. Mereka mulai bergosip, apa yang terjadi dengan CEO-nya itu.
Setelah sore sudah sedikit tenang, Andrew menghubungi Sandra. Dia mengatakan sedang di apartemennya. Tanpa menunggu, Andrew langsung menuju apartemen Sandra.
Ketika pintu dibuka, keadaan apartemen sangat kacau. Semua barang berantakan tidak pada tempatnya.
" Apa yang sudah kamu lakukan? Apa kamu ingin aku bangkrut?" Andrew geram melihat Sandra.
Sandra di apartemennya sedang mabuk, dia menghabiskan beberapa botol minuman.
" Maafkan aku Andrew. Aku akan menyerah soal David," jawab Sandra diiringi derai air matanya.
__ADS_1
" Aku pikir, aku bisa menggodanya. Ternyata aku salah. Obsesi ku terhadapnya, telah membutakan mataku." Sandra meminum lagi alkohol yang didepannya.
Andrew mendekatinya, berniat mengambil botol minuman di tangannya.
" Sudah cukup, kamu sudah terlalu mabuk." Andrew mengambil botol minuman di tangan Sandra.
" Kamu tidak pernah merasakan jadi aku Andrew." Sandra kembali merebut botol minumannya.
Akhirnya mereka berdua saling tarik menarik botol itu. Sandra pun terjatuh di atas tubuh Andrew.
" David.... Akhirnya kamu disini juga." Sandra mulai berhalusinasi.
Dia berpikir Andrew adalah David. Andrew yang tidak mabuk mencoba menghindari Sandra. Namun Sandra justru semakin memeluknya sambil terus memanggil nama David. Entah sadar atau tidak Sandra mulai melepaskan pakaiannya sendiri. Andrew yang hanya lelaki biasa, tak bisa menolak godaan di hadapannya. Akhirnya di tengah kegalauan Andrew dan ketidaksadaran Sandra, mereka melakukan perbuatan terlarang itu.
" Andrew... Apa yang sudah kamu lakukan kepadaku?" ucap Sandra sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
" Apa kamu tidak ingat? Kamu yang menggoda dan memohon-mohon padaku," ucap Andrew dingin tanpa rasa bersalah.
Sandra mencoba mengingat kejadian semalam, dalam ingatannya dia sedang bersama David. Sandra memukul kepalanya sendiri, gara-gara terlalu mabuk dia salah mengira Andrew adalah David.
Andrew memakai pakaiannya kembali dan bermaksud untuk pulang.
__ADS_1
" Ini bayaran mu, karena sudah memuaskan ku." Andrew memberikan sebuah kartu pada Sandra.
" Kamu pikir aku wanita murahan yang butuh bayaran." Sandra berteriak di hadapannya.
" Anggap saja itu hadiah, aku sudah biasa memberikan hadiah kepada wanita yang tidur denganku," ucap Andrew sambil berlalu keluar dari apartemen.
Sandra merasa terhina, dia mengatakan berbagai umpatan kotor pada Andrew. Dia sangat menyesali semua yang terjadi. Walaupun Sandra begitu terobsesi kepada David, dia tak pernah melakukan hubungan dengan orang sembarangan. Apalagi tanpa perasaan apapun.
Sebulan setelah kejadian malam itu, Sandra tidak pernah menghubungi Andrew. Dia juga tidak pernah memakai kartu yang diberikannya. Hingga suatu pagi Andrew mendapatkan notifikasi di ponselnya. Disana tertulis jika kartu yang diberikan kepada Sandra, dipakai di sebuah klinik dokter kandungan. Jumlah yang di keluarkan hingga puluhan juta. Andrew panik dan segera mencari tahu alamat klinik itu.
Sampai di klinik Andrew bertanya pada bagian informasi. Awalnya perawat menolak memberikan informasi. Namun setelah dia mengaku sebagai suami Sandra, perawat menjelaskan semuanya. Perawat mengatakan Sandra telah melakukan aborsi, dan sekarang ada di ruang perawatan. Andrew berlari menemui Sandra di ruangannya.
" Apa yang sudah kamu lakukan Sandra?" tanya Andrew.
" Itu bukan urusanmu," jawabnya dingin.
" Apakah itu anakku?" tanyanya lagi.
" Anakmu atau bukan itu tidak penting. Aku sudah membuang ikatan diantara kita. Mulai sekarang kita tidak ada ikatan apapun. Setelah dari sini, aku akan kembali ke Surabaya. Aku ingin melupakan semuanya. Pergilah, aku tak ingin melihatmu," ucap Sandra dengan dingin.
Andrew menyesali semua yang sudah terjadi. Dia juga tak menyangka, Sandra tega melakukan aborsi pada calon anaknya.
__ADS_1
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰