Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Chapter 123 Ending


__ADS_3

Jessie berdiri dengan sangat cantik dan anggun memakai gaun mewah pilihan kakeknya, Rudy. Di sampingnya, telah berdiri seorang lelaki tampan dengan tuxedo warna grey yang mempertegas ketampanan serta aura yang memikat. Mereka berdua sangatlah serasi, setiap mata yang memandang menjadi iri.


Pasangan itu berjalan beriringan di sebuah Ballroom The Java Hotel Solo, yang disulap menjadi wedding venue yang sangat memukau. Setiap tamu yang datang pasti memuji kemewahan pesta pernikahan Ardi dan Jessie. Mereka berdecak kagum dengan pemandangan yang sangat luar biasa itu.


Jessie terlihat kesal saat berjalan menuju pelaminan, hampir semua wanita muda memandang Ardi dengan tatapan ingin memangsa. "Lihatlah wanita-wanita itu! Bola mata mereka hampir terlepas dari matanya," gerutunya dengan sangat kesal.


"Tenanglah, Sayang. Tunjukkan wajah bahagiamu, ini adalah pernikahan kita," ujar Ardi dengan lembut.


Jessie akhirnya memaksakan untuk tersenyum, agar tak ada yang mencibirnya. Pasangan Adam, Lusia dan Jason, Kanaya adalah pengiring pengantin yang mendampingi Ardi dan Jessie selama prosesi pernikahan dilangsungkan.


Saat berdiri di pelaminan, para tamu bergantian memberikan selamat kepada pasangan pengantin. Bukannya bahagia, Jessie semakin kesal dan terus-menerus menggerutu. "Aku sudah tidak tahan lagi berdiri di sini," seru Jessie dengan sangat kesal.


Ardi mencoba menghibur istrinya, tetapi Jessie tetap saja kesal dan dipenuhi amarah. "Sabar, Sayang. Sebentar lagi akan selesai," hibur Ardi dengan lembut.


"Aku tidak tahan, ketika semua perempuan itu pura-pura memberikan selamat. Padahal mereka hanya ingin mendekati Suamiku," ucapnya dengan sangat kesal.


Ardi sedikit terkejut dengan sikap posesif istrinya. Dia tak menyangka, seorang gadis seperti Jessie bisa berpikir seperti itu. "Apakah itu menandakan Jessie sangat mencintaiku?" tanyanya dalam hati. Ardi merasa beruntung mendapatkan Jessie, wanita yang dicintainya sejak masih SMA. Pernikahan itu adalah impiannya sejak dulu. Namun sekarang Ardi justru takut, takut kalau semua hanyalah mimpi, yang akan menghilang ketika dia terbangun. Baginya, semua terasa sangat sempurna dan itu justru membuatnya gelisah.


Setelah menjalani rentetan acara yang lumayan panjang, akhirnya pasangan pengantin baru itu bisa beristirahat di sebuah kamar hotel. Ardi sudah mengganti tuxedo dengan baju tidurnya, sedangkan Jessie masih sibuk melepaskan gaun pengantinnya. "Kak! Tolong bantu melepaskan gaun ini," pinta Jessie sambil berusaha melepaskan gaun itu.


Ardi berjalan menghampiri istrinya, lalu menarik resleting belakang gaun istrinya. Melihat betapa mulusnya punggung Jessie, membuat jantung Ardi seperti akan meledak. Hatinya berdebar tak karuan, rasanya Ardi sudah tak mampu lagi menahan gejolak dalam dirinya. Setelah gaun itu terlepas, Jessie bermaksud untuk mengambil baju tidur di dalam almari. Namun Ardi justru menariknya ke dalam dekapannya.

__ADS_1


"Sayang. Tak perlu memakai bajumu, aku ingin memelukmu seperti ini," bisik Ardi di telinga istrinya. Lelaki itu langsung melayangkan ciuman lembut di bibir Jessie. Gadis itu membalas ciuman dari suaminya, bahkan Jessie terlihat lebih bergairah daripada sebelumnya. Beberapa detik kemudian, pasangan itu sudah saling memeluk di atas ranjang. Entah sejak kapan Ardi dan Jessie sudah tak memakai selembar kain pun yang menutupi tubuh mereka. Wanita itu tenggelam dalam gairah yang diciptakannya sendiri. Ardi memberikan sentuhan memabukkan, yang membuat Jessie melayang-layang dalam indahnya percintaan mereka. Tanpa disadari oleh Jessie, suaminya itu sudah berhasil memasuki tubuhnya. Jessie menjerit kesakitan dan membuat Ardi menghentikan gerakannya.


"Maaf, Sayang. Rasa sakit ini akan segera hilang," bisik Ardi sambil terus menciumi seluruh tubuh istrinya.


Ardi kembali melanjutkan permainannya yang sempat terhenti. Semakin lama Ardi semakin mempercepat gerakannya, hingga tubuhnya bergetar hebat dan mendapatkan puncak kenikmatannya. Lelaki itu tersenyum puas memandang istrinya, lalu dikecupnya kening Jessie dengan sangat lembut. "Terimakasih, Sayang. Telah menjaga dirimu untukku," ucapnya lirih sambil sesekali mengecup bibirnya.


"I love you, Kak Ardi," balas Jessie dengan sebuah senyuman yang menggoda.


Ardi kembali memeluknya, lalu membisikkan sesuatu di telinganya. "Jangan tersenyum seperti itu, atau kamu mau melanjutkan permainan kita," ucapnya lirih.


Wajah Jessie langsung merona mendengar bisikan suaminya. Tiba-tiba saja, Jessie ingin mengulangi percintaan yang menggairahkan itu. Malam itu mereka berdua kembali melanjutkan permainan yang membakar gairah, hingga mentari mulai bersinar, barulah pasangan itu tertidur saling memeluk.


Sore harinya, pasangan itu keluar dari kamar hotelnya. Ardi membawa Jessie sebuah rumah mewah di pusat kota. Rumah megah dengan desain bergaya Eropa, dengan halaman yang sangat luas dipenuhi bunga warna-warni. Jessie berdecak kagum dengan pemandangan di hadapannya. Matanya berbinar melihat sekeliling rumah itu.


Ardi tersenyum penuh kebahagiaan, sambil menggandeng tangan Jessie memasuki dalam rumah. "Selamat datang, Sayang. Ini adalah rumah kita. Aku sengaja menyiapkan ini semua sebagai hadiah pernikahan kita. Semoga kamu menyukainya," balas Ardi dengan lembut.


Jessie tersenyum penuh kebahagiaan. Wanita itu merasa kebahagiaannya sudah lengkap. Bersama Ardi, Jessie merasakan seluruh dunia sudah menjadi miliknya. Dia merasa sudah tak menginginkan apapun, hidup dengan Ardi sudah cukup baginya.


Akhirnya setelah perjuangan yang panjang dan menyakitkan, Jessie dan Ardi hidup bahagia. Mereka sangat menikmati setiap kebersamaannya.


Sedangkan Anton, harus menerima hukuman lima tahun penjara atas perbuatannya. Dia pun sudah dipecat dengan tidak hormat sebagai chef di The Java Hotel Solo. Lelaki itu terus saja menyesali perbuatannya. Namun semuanya sudah sangat terlambat, dia hanya bisa meratapi nasibnya.

__ADS_1


Sebulan setelah pernikahan Ardi dan Jessie, Adam juga melamar Lusia untuk menjadi istrinya. Kedua keluarga memutuskan, pernikahan mereka akan digelar sebulan kemudian. Semua orang menyambut rencana pernikahan itu dengan antusias.


Kehidupan percintaan Jason dan Kanaya selalu mulus seperti jalan tol. Tak ada hal apapun yang mengganggu hubungan mereka. Pasangan itu memutuskan untuk menikah setelah mereka berdua sama-sama menjadi seorang dokter. Paling tidak, sampai menyelesaikan pendidikannya. Untung saja seluruh keluarga mendukung keputusan itu. Jason juga memilih untuk menikmati masa-masa indah bersama kekasihnya, sebelum mereka menikah.


The End


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Hai Readers... Kita berjumpa lagi di sini πŸ₯° Tanpa terasa novel LELAKI PENGGODA telah sampai di akhir cerita..


Terimakasih Author ucapkan kepada para Readers yang selalu mendukung novel ini...


Mohon maaf bila ada salah kata...


Thank you so much.. I love you allπŸ₯°πŸ₯°πŸ™πŸ™πŸ™


Bagi Readers yang mau baca karya Author lainnya, bisa langsung ke We*Novel ya ... Cari aja Lenna_Cristy


Kutunggu kalian di sana ... Big Love ❀️


Mampir di sini juga yuk

__ADS_1



__ADS_2