
" Mungkin inikah yang ditakutkan oleh Melissa??" Aku bertanya dalam hati.
Dulu Melissa begitu tak menginginkan, aku menjabat sebagai Presdir. Sekarang aku paham ketakutan istriku itu. Beberapa gosip yang beredar belakangan ini, mengurangi sedikit ketenangan ku. Aku harus menghadapi beberapa wartawan yang datang. Belum lagi mendengar cibiran yang kurang enak didengar. Menjadi seorang Presdir di perusahaan ternama seperti Gunawan Corp, menjadikan hidupku penuh sorotan. Kesalahan kecil saja, bisa menjadikannya berita yang menghebohkan.
Siang ini aku mendatangi Agensi Model yang menaungi Bella. Bersama beberapa pengawal yang menemaniku. Sampai di lobby, ku dapatkan sambutan yang cukup hangat dari beberapa staf agensi.
" Saya ingin bertemu pemilik agensi ini," ucapku dingin pada wanita yang tadi menyambut kedatanganku.
" Mari Pak, saya antar ke ruangannya." Wanita tadi mengarahkan ku ke sebuah ruangan yang ada di lantai 2.
David berjalan mengikuti arahan wanita di depannya.
" Apa kabarnya David?" Sapa lelaki pemilik agensi model itu.
" Tomy... Bagaimana kamu bisa disini? Bukankah kamu membantu Om Budy di Gunawan Corp Jakarta?" tanyaku penasaran.
" Kamu masih ingat aku? Aku berpikir kau sudah tak peduli lagi padaku," jawab Tomy dengan senyum menyeringai.
" Tentu saja aku peduli padamu. Kamu adalah sepupuku. Bahkan dulu kita seperti saudara, namun kau berubah sejak bergabung dengan perusahaan kita," jelasku.
__ADS_1
" Itu perusahaan mu. Dulu saat kamu memutuskan untuk tidak menyentuh bisnis keluargamu, Ayah memaksaku untuk membantu Paman Rudy mengurus Gunawan Corp. Sejak kemunculan mu di perusahaan, ku putuskan untuk berhenti dan membangun agensi ini." Tomy menjelaskan semuanya.
" Apa hubunganmu dengan Bella? Kenapa kamu membiarkan gosip murahan itu menyerang ku?" ucapku dengan sedikit kesal.
" Karena kamu masih menganggap ku sebagai sepupumu, tentu saja aku akan membereskannya untukmu. Satu lagi, Bella itu kekasihku." Tomy mengatakan dengan tatapan yang sulit diartikan.
Lalu aku berdiri hendak meninggalkan ruangan Tomy.
" Ternyata istrimu sangat cantik, bahkan ketika dia hamil," ucap Tomy dengan ekspresi aneh.
Tak ingin mendengarkan bualan Tomy, aku keluar meninggalkan agensi itu. Di perjalanan ke kantor, aku masih kepikiran dengan ucapan Tomy. Sepertinya setiap ucapannya, mengandung maksud tertentu yang tidak baik.
Sampai di perusahaan Melissa sudah menunggu di ruanganku.
" Mas David sudah mengurus semua?" tanya Melissa.
" Ternyata pemilik agensi adalah Tomy, anaknya Om Budy. Bella juga kekasihnya. Aku masih belum percaya dengan semua ini. Walaupun Tomy berjanji akan mengurusnya, namun perasaanku tidak enak," jelasku kepada Melissa.
" Apa maksudmu Mas?" tanyanya lagi.
__ADS_1
" Mengetahui Tomy ada di belakangnya, aku menjadi tidak tenang," ucapku dengan perasaan tidak karuan.
" Tenanglah Mas, aku percaya padamu." Melissa memelukku, memberikan kenyamanan dalam hatiku.
Hari berikutnya, Tomy benar-benar membantuku menyelesaikan gosip itu. Bella yang didampingi Tomy, mengadakan konferensi pers untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya. Gosip itu akhirnya menguap dan menghilang. Paling tidak aku sedikit lebih tenang dan fokus mengurus istriku.
Perut Melissa semakin membesar, bahkan lebih besar dari ukuran kehamilan biasanya. Karena menurut perkiraan dokter, anak kami kembar. Kabar itu sungguh membuat kedua keluarga bahagia mendengarnya. Apalagi orangtuaku yang sudah lama menginginkan seorang cucu.
" Mas David, apa kamu akan senang mendapatkan 2 anak sekaligus?" tanya Melissa sambil tiduran di pangkuanku.
" Jangankan 2, kalau 5 sekaligus aku akan semakin senang," jawabku sambil mengelus rambutnya.
" Apa... Sekaligus 5. Kalau Mas David mau, hamil saja sendiri." Melissa kesal dan meninggalkan suaminya.
" Sayang, kok malah marah?" Aku mengejar Melissa yang terlihat kesal mendengar perkataanku.
Aku harus segera membujuknya, kemarahan Melissa bisa menghancurkan duniaku.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰
__ADS_1