Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Sebuah Rahasia


__ADS_3

Pagi ini aku mendatangi kost Melissa, namun penjaga kost mengatakan Melissa sudah tidak kost disana. Semua barang-barang juga sudah dikirim ke kampung halamannya di Jogja. Akupun meminta alamat rumahnya. Hari itu juga aku langsung ke Jogja naik kereta. Sampai disana aku menginap di hotel dekat Malioboro, supaya dekat dengan stasiun. Hari berikutnya barulah aku mencari alamat Melissa. Dengan mobil yang aku sewa, aku berkeliling mencari alamat itu. Setelah beberapa kali bertanya, akhirnya aku berdiri di depan rumah Melissa. Terlihat dari jalan depan, rumah ini sangat besar dengan model Joglo. Di depannya terpampang halaman hijau yang luas. Rumah ini berada di tengah permukiman, terlihat sangat asri.


Aku beranikan diri memasuki halaman rumah dan menuju pintu depan.


Tok tok tok. Aku mengetuk pintu rumah Joglo yang sangat indah itu. Tak lama kemudian pintu terbuka.


"Cari siapa, Nak?" seorang pria yang sudah tua membuka pintu.


"Boleh saya bertemu Melissa, Pak?" tanyaku pada pria di depanku.


Ternyata pria itu adalah ayah Melissa. Beliau mengatakan kalau selama ini Melissa tinggal di Surabaya. Namun dua hari lalu Melissa menelepon, katanya dia mendapatkan kontrak kerja baru di luar kota. Sayangnya Melissa tidak mengatakan dimana tempat kerjanya yang baru. Setelah lama mengobrol aku langsung pamit. Dari cerita yang ayahnya katakan, aku menyimpulkan keluarganya tak mengetahui hubungan kami.


Aku pun kembali ke Surabaya. Dalam keputusasaan, aku semakin tidak tahu apa yang harus dilakukan. Lalu aku menghubungi Ferdi, sahabatku yang sekarang menjadi Manager King Hotel. Setahuku sebelum menikah, istrinya pernah bekerja dengan Melissa menjadi SPG. Hubungan keduanya yang aku dengar cukup dekat. Aku memutuskan untuk datang ke rumah Ferdi. Sampai disana, hanya ada Sandra istrinya yang di rumah. Sandra terlihat kaget melihat aku di rumahnya, dia mengatakan sebentar lagi Ferdi akan pulang. Setelah aku mengatakan tujuanku datang ke rumahnya. Pandangan Sandra kepadaku berubah. Sandra memang terlihat cantik tetapi juga agresif seperti yang pernah dikatakan Melissa kepadaku. Risih dengan tatapan Sandra yang sengaja menggodaku, aku pun pamit pulang. Saat aku hendak keluar, tiba-tiba Sandra memelukku dari belakang.

__ADS_1


"Apa-apaan ini Sandra?" Aku mencoba melepaskan pelukan Sandra dari tubuhku.


"David, apa kamu sama sekali tidak tertarik padaku?" Tatapan matanya seolah ingin menghujam jantungku.


"Aku kesini hanya untuk mencari info tentang Melissa," ucapku pada wanita itu.


"Jangan sok suci David, aku tahu saat menjalin hubungan dengan Melissa kamu juga sudah bertunangan. Kamu itu tak lebih hanya seorang Lelaki Penggoda." Sandra mencoba memprovokasi diriku.


"Asal kamu tahu Sandra, hanya Melissa yang aku cintai," ucapku yang membuat emosi Sandra meledak.


Tanpa aku sadari ternyata Ferdi sudah di depan pintu memperhatikan kami.


"Cukup Sandra!" teriak Ferdi pada istrinya.

__ADS_1


Sandra pun melepaskan David lalu menatap suaminya itu.


"Mengapa kamu tak pernah mengatakan kalau David adalah temanmu?" Pertanyaan itu membuatku semakin bingung.


"Bagaimana aku tahu lelaki yang membuat kamu terobsesi itu siapa? Kalau saja tak pernah mengatakannya." Emosi Ferdi semakin memuncak.


Kali ini aku benar-benar tidak tahu arah pembicaraan Ferdi dan istrinya itu. Ferdi pun menyuruh istrinya masuk kedalam karena merasa tidak enak padaku.


Sesudah Sandra memasuki kamarnya, Ferdi menjelaskan semuanya. Sebelum menikah dengan Ferdi, Sandra begitu terobsesi dengan seorang lelaki. Lelaki yang belum dia kenal namun sudah membuatnya tergila-gila. Dia mengatakan bertemu Lelaki itu di Mall Surabaya. Ferdi pun juga baru tahu kalau Lelaki itu adalah aku. Ferdi menghentikan ceritanya, menarik nafas panjang.


"Lalu bagaimana ceritanya kamu bisa menikahi Sandra?" tanyaku pada Ferdi.


"Aku mencintai Sandra sangat lama, sejak dia masih kuliah. Aku tahu Sandra tak pernah mencintaiku. Aku selalu saja mendekatinya. Hingga suatu malam, Sandra mengatakan kalau lelaki impiannya berpacaran dengan sahabat dekatnya. Sandra begitu terpukul dan aku hanya bisa menghiburnya.Dalam keadaan Sandra yang putus asa dan aku yang terlalu mencintainya, hingga tanpa sadar aku melakukan hubungan terlarang itu dengannya. Sandra pun hamil lalu aku menikahinya." Penjelasan Ferdi yang sangat panjang membuat aku paham, mengapa Sandra terlihat kaget saat melihatku?

__ADS_1


Merasa tidak enak berlama-lama di rumah Ferdi, aku pun pamit. Pencarian kali ini juga tak membuahkan hasil. Justru membuka Sebuah Rahasia besar rumah tangga sahabatku sendiri.


Happy Reading


__ADS_2