Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Kejutan


__ADS_3

Setelah pertengkaran di rumahku beberapa hari yang lalu, hubunganku dengan Melissa berangsur membaik. Bukan tanpa alasan, setiap hari aku selalu memohon dan merayunya agar melupakan kesalahanku. Pada akhirnya Melissa luluh dan berjanji akan melupakannya.


Hari ini orderan barang sangat banyak. Aku berinisiatif untuk membantu Melissa mengerjakan form orderan, karena kulihat dia sepertinya sedikit kerepotan. Aku beranjak duduk di hadapannya, mengerjakan orderan di mejaku. Saking seriusnya, aku tak menyadari seseorang datang menghampiriku.


''Apa kabar Sayang, aku merindukan dirimu." Sesosok wanita cantik bertubuh tinggi dengan dress merah itu langsung memelukku.


''Apa yang kamu lakukan disini?'' tanyaku dengan tidak percaya dengan apa yang ada di hadapanku.


''Kejutan Sayang! Aku sengaja tak mengabarimu dulu,'' jawabnya manja kepada ku.


Dia adalah Renata Putria tunanganku. Aku langsung menatap Melissa. Mungkin justru ini menjadikan Kejutan bagi Melissa. Terlihat kekecewaan yang mendalam dalam raut wajahnya. Melissa hanya diam tak peduli dengan semua yang Renata lakukan kepadaku. Aku sadar semua salahku karena tak jujur di awal hubunganku dengannya.


''Sayang! Nanti temani makan siang di Green Cafe ya.'' Kata-kata Renata terdengar seperti ajakan kencan.


''Kamu lihat sendiri aku sedang sibuk.'' Renata juga melihat banyak berkas di meja kerja tunangannya itu.


''Please Sayang! Kapan lagi ada waktu? Kita susah sekali untuk bisa bertemu, '' ucap Renata dengan nada memohon.


''Baiklah,'' jawabku singkat.

__ADS_1


''Kalau begitu aku pergi dulu Sayang, ada meeting di Grand Hotel. Sampai ketemu lagi Sayang,'' pamit Renata dengan mengecup pipiku.


Melissa membereskan berkas laporan, lalu keluar dari ruanganku. Aku menarik tangannya ....


''Please Sayang! Aku bisa jelasin,'' ucapku dipenuhi rasa bersalah.


''Tolong! Jangan bawa-bawa urusan pribadi di tempat kerja,'' balasnya. Aku tau Melissa terluka, tetapi seperti biasa dia selalu bersikap profesional dalam pekerjaannya.


''Baiklah, nanti sore aku akan mengantarkanmu pulang,'' ucapku padanya.


Dia pun beranjak ke arah meja Kasir. Waktupun terus berjalan hingga tengah hari. Saat menjelang makan siang, aku ijin untuk makan siang di luar. Semua urusan restoran aku serahkan Melissa. Ponselku terus berdering, sepertinya Renata sudah tak sabar menunggu kedatanganku. Aku pun melajukan mobilku ke arah Green Cafe. Sampai di sana Renata sudah duduk bersama beberapa teman-temannya.


Di sana sudah terlihat 5 pria dan 4 wanita yang duduk melingkari meja bundar. Lalu aku duduk di sebelah Renata.


''Kenalkan semuanya, dia David Gunawan tunanganku.'' Renata terlihat begitu bangga mengenalkan aku pada teman-temannya.


''Wah tunanganmu sangat tampan, setiap hari berjauhan tidak takut kalau di ambil pelakor?'' cetus salah satu temannya.


Aku hanya tersenyum tanpa menanggapi semua pembicaraan itu.

__ADS_1


''Huss! Jangan ngomong sembarangan, kita berdua saling percaya.'' Renata menjawabnya dan langsung memeluk lenganku.


Makan siang akhirnya selesai juga. Aku ingin segera menemui Melissa. Tetapi sebelum pulang, Renata malahan mengajakku membeli barang titipan teman-temannya. Sampai setengah 4 sore baru selesai berbelanja.


''Ren! Aku langsung ke restoran ya,'' pamit ku padanya.


''Tidak mengantarkan aku ke stasiun dulu?'' tanyanya sambil terus menatapku.


Renata sudah biasa kalau ke luar kota pasti naik kereta, karena menurutnya itu lebih aman dan nyaman.


''Sudah jam pulang, aku harus mengurus absensi karyawan lain'' kilahku padanya.


''Baiklah. Aku naik taksi saja.'' Renata berjalan menuju pangkalan taksi di depan Green Cafe.


''Bye Sayang!'' Renata melambaikan tangannya, kemudian taksi melaju dan menghilang dari pandanganku.


Aku langsung beranjak pergi menemui Melissa.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2