
Aku mempersiapkan beberapa camilan untuk para tamu spesial di VIP room. Kekasihku, calon kakak ipar dan satu lagi sahabatku. Aku melirik sekilas mereka bertiga sedikit sibuk membantu Lidya. Lidya harus menyiapkan banyak persiapan untuk pernikahan kliennya akhir bulan ini.
" Lidya, kenapa kita tidak berdiskusi langsung dengan calon pengantin." Tanya Melissa sambil membolak-balik file dan desain segala keperluan Garden Party.
" Aku sudah menelepon beberapa kali, mereka selalu beralasan sibuk," jawab Lidya.
Adrian yang mendengar penjelasan Lidya menjadi penasaran, pasangan apa yang sangat sibuk hingga tak bisa menemui Wedding Organizer yang dipercayakan untuk acaranya.
" Coba aku lihat profil pasangan yang super sibuk itu." Adrian meminta dengan nada kesal karena penjelasan tadi.
Adrian mulai membuka file, namun setelah melihat foto profil di depannya terlihat sangat terkejut.
" Ternyata pasangan ini yang mempersulit kalian. Tunggu saja aku akan memastikan mereka datang sendiri sekarang. Kalau tidak, aku sendiri yang akan menyeret mereka berdua kesini." ucap Adrian disertai nada emosi.
Melissa dan Lidya saling menatap. Adrian terlihat emosi begitu melihat profil calon pasangan itu. Adrian terlihat sedang mengirimkan pesan untuk seseorang.
" Kak Adrian mengenal pasangan ini." Tanya Melissa penasaran, setelah melihat respon Adrian yang sedikit emosi melihat profil itu.
__ADS_1
" Nanti kamu juga akan tahu," jawab Adrian.
Beberapa saat kemudian Melissa menghampiriku. Dia duduk di sampingku, sedang aku memeriksa laporan penjualan di Mel'S Cafe.
" Bukannya kamu membantu Lidya dengan proyeknya," tanyaku pada Melissa.
" Malas ah... Kak Adrian tahu-tahu emosi begitu melihat profil klien Lidya. Aku temani kamu disini saja Sayang." Melissa tersenyum nakal menggodaku.
" Kalau ini sedang di kamar, aku pastikan sudah memakan kamu" Aku tersenyum lalu mengecup kening Melissa.
Terlihat di depan pintu masuk, ada 2 pengunjung yang menanyakan VIP room atas nama Adrian. Aku mendengar suaranya tapi wajahnya tidak terlihat, karena tertutup interior bunga-bunga.
" Ayolah temani aku. Klien ini terlihat susah di atasi," pinta Melissa dengan gaya khas manjanya.
Aku dan Melissa langsung menyusul ke VIP room. Kedua klien juga baru sampai di depan pintu.
" Renata..." aku sangat kaget begitu melihat wajah pasangan itu.
__ADS_1
" David. Lama tidak jumpa. Ini Melissa kan? Aku senang melihat kalian bersama lagi." Renata juga terlihat sangat kaget sekaligus senang dengan pertemuan ini.
Melissa hanya diam begitu melihat Renata. Kemudian mereka semua masuk ruangan.
" Heiii Evan, jangan coba-coba mempersulit adikku dan temannya. Atau aku bisa saja membuatmu tak pernah menikah." Perkataan Adrian membuat Evan dan Renata bergidik ngeri.
" Maaf Brother, kalau aku tahu ini berhubungan dengan adik kesayanganmu aku tidak mungkin berani..." Ucapan Evan terdengar ada rasa takut.
" Melissa, kamu ingat Renata kan. Dia teman Mariana yang dulu sering menginap di rumah kita." Perkataan Adrian tentu saja membuat Melissa semakin terkejut.
" Apa... Jadi dia ini Kak Maria. Yang dulu sering belajar dengan aku saat SMA." Melissa tidak percaya dengan semua ini.
" Benar Mel, nama lengkapku Maria Renata Putria. Aku juga baru tahu kalau kamu adik dari Mariana, setelah kamu meninggalkan David 3 tahun lalu. Karena yang aku ingat, nama panggilanmu dulu adalah Lisa. Aku sangat merasa bersalah saat itu. Yang aku dengar, saat itu Randy menyewa detektif untuk menyelidiki David. Mungkin setelah mendapatkan informasi, kalau aku dan David pernah bertunangan jadi Mariana menghubungi aku. Dia meminta kejelasan dariku. Aku menceritakan semuanya. Dan sekarang aku sudah bahagia dengan kekasihku Evan." Cerita Renata pada kami semua.
" Lalu apa hubungannya dengan Kak Adrian?" tanya Melissa.
" Adrian adalah atasanku sekaligus teman baikku di Singapura. Dan aku memintanya untuk membantu persiapan pernikahanku." Kali ini Evan yang menjawab pertanyaan Melissa.
__ADS_1
Ternyata banyak kejutan baru yang aku dan Melissa harus dengar. Dari ekspresi wajahnya, Melissa seperti belum percaya dengan kisah yang rumit ini. Sedangkan Lidya, menjadi pendengar yang baik untuk kisah cinta sahabatnya.