Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Kembali PDKT


__ADS_3

Seminggu kemudian Mariana datang menemui aku di Cafe. Sepertinya ada hal penting yang akan di utarakannya.


"Hai Vid! Kamu sudah siap mendengar semua rencanaku terhadap Melissa?" tanya Mariana sembari duduk di hadapanku.


"Aku siap Kak. Apapun resikonya," jawabku padanya.


"Mulai Minggu depan, Melissa akan tinggal di Solo. Dia akan mengurusi pembukaan The Java Hotel. Aku akan membuatnya sibuk dengan Opening di Solo. Selama jangka waktu itu, kamu harus mulai mendekatinya lagi. Anggap saja seperti awal PDKT. Aku akan membantumu semaksimal mungkin, tetapi syarat yang harus kamu penuhi, jangan pernah sekalipun kamu menyakiti Melissa," jelasnya.


"Mengapa Kakak mau membantu aku?" tanyaku pada Mariana.


"Sebelumnya aku tak pernah melihat Melissa menangis, seperti saat dia meninggalkanmu. Bahkan ketika dulu dia memutuskan kekasihnya, sama sekali tak ada air mata yang menetes. Itulah yang membuat aku yakin, cintanya padamu begitu besar. Aku berharap Melissa bisa bahagia bersamamu. Dan sekarang inilah saatnya kamu menunjukkan kesungguhan hatimu," jelasnya.


Setelah menjelaskan beberapa hal, Mariana pamit untuk pulang. Aku mulai memikirkan beberapa cara agar aku bisa mendekati Melissa.

__ADS_1


Seminggu kemudian aku mendapat undangan dari Mariana untuk menghadiri acara Opening The Java Hotel. Acaranya sangat mewah, dengan konsep Garden Party. Aku mulai mencari keberadaan Melissa, lalu pandanganku tertarik pada sepasang pria dan wanita di dekat panggung. Yang benar saja itu adalah Melissa yang sedang mengobrol dengan sangat akrab. "Siapa pria itu?" batinku. Di sisi lain, terlihat Mariana sedang bersama Stella dan Randy yang menyambut para tamu undangan. Aku langsung menghampiri Mariana.


"Kak, siapa pria yang bersama Melissa? Mereka terlihat sangat akrab," ucapku pada Mariana.


"Dia Andrew, mantan pacar Melissa.Tak perlu cemburu, mereka sudah lama putus. Percayalah pada kekuatan cinta kalian." Mariana hanya tersenyum melihat kecemburuanku.


"Bagaimana mereka putus?" Kali ini aku benar-benar penasaran dengan masa lalu Melissa.


"Aku tidak tahu penyebab pastinya mereka putus. Yang aku tahu malam hari setelah ulang tahun Melissa, mereka ribut besar. Pagi harinya Melissa mengembalikan mobil yang diberikan Andrew, sebagai kado ulang tahunnya. Kemudian terdengar kabar mereka sudah putus,," jelas Mariana.


"Jangan khawatir kamu bisa mendapatkannya kembali." Ucapan Mariana benar-benar membuat bulu kudukku berdiri. Bagaimana dia bisa tahu apa yang aku pikirkan?


"Aku merasa tidak pantas bersanding dengannya." Saat ini pasti aku terlihat sangat menyedihkan.

__ADS_1


"Siapa yang bilang kamu tak pantas? Aku sendiri sudah menyelidiki latar belakangmu. Bahkan aku menyewa detektif profesional untuk mengetahui semua aktivitasmu. Tak perlu kaget, akan banyak kejutan yang menunggumu." Mariana kemudian meninggalkan aku di tengah-tengah kemewahan Opening Party itu.


Jujur aku sedikit kaget dengan apa yang sudah dilakukan Mariana. Sebegitukah cintanya pada Melissa, sampai menyewa detektif untuk menyelidiki aku. Dukungan Mariana sangat besar, aku tak mau mengecewakannya.


Aku berjalan mendekati Melissa yang masih mengobrol dengan Andrew.


"Mel, boleh aku bicara denganmu sebentar?" Semoga dia tak menolak aku.


"Baiklah, ayo ikuti aku. Aku tak mau menjadi pusat perhatian." Betapa bahagianya mendengar Melissa tak menolak diriku ini.


Kami berdua berjalan menyusuri taman. Tibalah kami di halaman belakang yang terlihat luas dengan danau kecil di tengahnya.


"Apa yang ingin kamu katakan?" Melissa menatapku tajam. Aku merasakan sedikit rasa gelisah dalam hatinya.

__ADS_1


"Aku ... aku ingin kembali bersamamu." Aku tak bisa menggambarkan bagaimana perasaanku. Aku takut ditolak, takut terluka dan yang paling aku takutkan adalah takut jika harus kehilangan Melissa untuk yang kedua kalinya.


Happy Reading


__ADS_2