Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Badmood


__ADS_3

Sepanjang menikmati sarapannya, Melissa tak sedikit pun menatap wajahku. Bahkan sepatah kata tak keluar dari mulutnya. Aku jadi merasa bersalah karena mengerjainya semalam.


" Sayang kenapa hanya diam saja?" tanyaku penuh penyesalan.


Tanpa menjawab, Melissa justru meninggalkan aku begitu saja di meja makan. Aku sedikit bingung dengan apa yang harus aku lakukan. Kemarahannya membuat bumi seakan runtuh bagiku. Ku susul dirinya di kamar tidur kami. Kulihat Melissa sedang memainkan ponselnya. Ku peluk erat tubuhnya, kucium aroma wanginya.


" Maafkan aku Sayang, mungkin Mas sangat keterlaluan. Tapi Mas hanya ingin bercanda denganmu." Aku mencoba merayunya dengan berbagai cara.


Tetap saja Melissa tak merespon seluruh ucapanku. Aku pun menyerah dan meninggalkannya di dalam kamar. Ku putuskan untuk berangkat ke kantor, di rumah pun ku tak berguna. Namun ku sempatkan mengirim pesan untuk istriku, sekalian pamit akan ke kantor.


Sambil di kantor banyak pekerjaan menunggu, aku memeriksa beberapa kontrak yang sedang bermasalah. Silvia datang menyampaikan pesan dari Ayah Rudy.


" Pak David, tadi Pak Rudy menghubungi. Katanya proyek yang sedang bermasalah di Surabaya harus segera ditangani. Beliau meminta agar anda segera mengurus masalah ini secepatnya," jelas Silvia sekretaris ku.

__ADS_1


" Tolong siapkan penerbangan untuk besok pagi," ucapku pada Silvia.


" Baik Pak," jawabnya.


Malam itu aku lembur di kantor dengan beberapa tim legal. Saking sibuknya aku sampai lupa tidak mengabari istriku kalau akan pulang terlambat. Setelah menyelesaikan segala sesuatu yang diperlukan untuk mengurus proyek di Surabaya, ku putuskan untuk pulang.


Sampai di rumah, suasana sangat sepi karena sudah jam setengah 12 malam. Aku bermaksud untuk memasuki kamar, namun pintu kamar terkunci dari dalam.


" Tidak biasanya, Melissa mengunci kamarnya?" tanyaku dalam hati.


" Hai malaikat kecil Papa. Jangan nakal ya... Papa titip Mama, mungkin Papa baru pulang besok," ucapku pada kedua anakku yang sedang bermain bersama pengasuhnya.


Dengan berat hati ku tinggalkan rumah ini. Tak ada yang mengantarkan keberangkatanku. Rasanya aku ingin menangisi diriku sendiri. Ini sudah beberapa hari Melissa mendiamkan ku. Bahkan Melissa seolah sudah tak sudi bertemu denganku. Ku sesali semua yang sudah terjadi. Sudah berulangkali ku ucapkan kata maaf. Sepertinya semua menjadi percuma.

__ADS_1


Di Surabaya aku begitu sibuk mengurusi masalah proyek bersama 2 orang tim legal. Sampai- sampai aku tak sempat mengabari Istriku. Hari pertama disana jam 12 malam kami satu tim baru kembali ke hotel. Terlalu banyak hal rumit yang merepotkan.


***


Melissa terbangun sangat pagi. Entah jam berapa semalam Suaminya pulang dia tak tahu. Terdengar suara ketukan pintu di depan kamarnya. Melissa tak memperdulikannya, karena dia tahu itu pasti Suaminya. Setelah suara ketukan menghilang, Melissa keluar dari kamarnya. Namun tak mendapati suaminya dimana pun. Ada rasa penyesalan telah mengabaikan Suaminya.


Sore hari, Melissa sengaja menunggu orang yang dicintainya pulang. Sampai hampir tengah malam, orang yang ditunggu tak kunjung pulang. Dia ambil ponselnya, berharap ada pesan dari David. Harapan itu pun sia-sia. Dalam kekesalannya dia memasuki kamar dan tertidur.


Begitu bangun tidur, Melissa tak mendapati suaminya dimana pun. Dia yakin kalau David tidak pulang. Mobilnya juga tidak ada di garasi. Melissa melihat lagi ponselnya, tak ada pesan dari Suaminya. Dia mulai kesal dan menyesal karena mendiamkan Suaminya selama beberapa hari.


" Apa gara-gara aku mendiamkannya, Mas David memilih tidak pulang??" Air matanya menetes saat itu juga.


Melissa tak dapat mengontrol emosinya, dia menangis terlalu dalam. Dan semakin terperosok dalam penyesalannya.

__ADS_1


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2