Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Cemburu Dengan Anak Sendiri


__ADS_3

Sebulan kemudian pergelangan kakiku sudah pulih. Berjalan pun sudah bisa tanpa bantuan alat. Aku merasakan senang dengan kesembuhan ku. Mulai hari ini si kembar sudah mulai tinggal bersama kami. Melissa juga sangat bahagia bisa bersama anak-anaknya lagi.


" Mama, aku mau ikut Papa ke kantor," ucap Jessie dengan manjanya.


" Tanya Papa dulu dong cantik," jawab Melissa sambil mencubit pipi gembulnya.


Jessie pun berjalan mendekatiku, dan bergelayut di tanganku.


" Papa, Jessie mau ikut ke kantor," ucap bocah itu dengan lucunya.


" Oke cantik," jawabku sambil menggendongnya.


Melissa pun menyuruh para pengasuh menyiapkan perlengkapan yang diperlukan untuk ke kantor Suaminya.


" Sayang ayo kita berangkat," ajakku pada Melissa.


Melissa memasuki mobil diikuti si kembar bersama pengasuhnya. Sepanjang perjalanan si kembar terlihat senang dan terus mengoceh selama perjalanan. Rasanya bahagia bisa bersama keluarga kecilku. Sampai di Gunawan Corp, Jessie terlihat sangat bersemangat. Sedangkan Jason, menatap sekeliling dengan takjub. Ini adalah pertama kalinya si kembar datang ke kantor.


Memasuki kantor, seluruh karyawan menyambut kedatangan keluargaku. Bahkan beberapa karyawan berusaha menggoda anakku.


" Selamat datang kembali Pak David. Hallo Jason Jessie," sapa Silvia begitu melihat atasannya datang.

__ADS_1


" Hallo Tante," jawab Jessie malu-malu.


Jason hanya menatap Silvia tanpa mengatakan apapun.


" Jason, berikan salam pada Tante Silvia," ucap Melissa sambil memandang putranya.


" Hallo Tante Silvia," sapa Jason dengan malas.


Kami pun masuk ruanganku, terlihat Ayah Rudy sudah duduk menikmati secangkir kopi di tangannya.


" Cucu Kakek juga ikut ke kantor ya," sapanya sambil membawa si kembar ke dalam pelukannya.


" Tadi pagi tumben Jessie ingin ikut ke kantor, jadi sekalian ku ajak," ucapku.


" Kakek, ajak Jason jalan-jalan," rengek Jason sambil menarik tangan Kakeknya.


" Baiklah, Jessie mau ikut jalan-jalan?" tanya kakeknya.


" No Kakek, Jessie mau bantu Papa bekerja," jawabnya terlihat serius.


Mendengar jawaban Jessie membuat kami semua menertawainya.

__ADS_1


" Sayang, lihatlah anakmu sangat lucu. Apa tidak ingin memberikan Si Kembar seorang adik," tanyaku sambil menatap Istriku.


" Tunggu agar agak besar dulu, kasihan nanti kita lebih fokus pada adiknya," jawab Melissa.


Hari pertama bekerja, tidak ada pekerjaan yang terlalu penting. Semua pekerjaan sudah di urus oleh Ayah Rudy dan Tomy. Melihat Jessie yang sedang duduk bersama Melissa di sofa ruanganku, rasanya aku sangat senang. Andai setiap hari anak istriku selalu datang ke kantor, ku tak perlu repot-repot merindukannya. Melissa sedang membacakan sebuah buku cerita pada anak perempuannya. Jessie yang mendengar cerita Mamanya tersenyum senang sambil sesekali melihatku. Tak berapa lama Ayah Rudy datang bersama Jason di gendongannya.


" Jessie, Kakek mengajakku berkeliling. Aku senang sekali jalan-jalan bersama Kakek." Jason menceritakannya dengan wajah berseri-seri.


Jessie terlihat cemberut mendengar cerita Jason. Dia pun berlari ke arah dimana Kakeknya berdiri.


" Kakek, Jessie mau digendong juga." Jessie merengek dan hampir menangis.


" Sini biar Kakek gendong kalian berdua." Ayah Rudy menggendong kedua cucunya.


" Ayo Jason Jessie, nanti Kakek kecapekan menggendong kalian berdua." Melissa mencoba menurunkan anaknya, tapi tak ada yang mau.


" Tak apa Mel, seorang cucu pasti merindukan Kakeknya," jawab Ayah Rudy.


" Bener kata Ibu, Ayah selalu memanjakan dan menyayangi mereka dengan berlebihan," ucapku pada Ayah Rudy.


" Apa kamu sedang mencemburui anakmu sendiri?" kata Ayah Rudy dengan senyuman menggodaku.

__ADS_1


Melissa hanya tersenyum melihat tingkahku. Tapi sangat terlihat kalau Ayah terlalu memanjakan Si Kembar. Kasih sayang yang berlebihan juga tak baik untuk mereka. Semoga semua yang diberikan oleh Ayah Rudy, tak membuat mereka manja dan berbangga diri.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2