
Acara wedding dinner telah usai, semua tamu ataupun keluarga satu persatu meninggalkan Restoran Blue Java. Aku menggandeng tangan Melissa menyusuri lorong resort. Kak Adrian sudah menyiapkan kamar pengantin yang sangat romantis. Dengan tatanan mawar merah di setiap sudut, ditambah taburan kelopak mawar di atas ranjang. Di sekitar ruangan tertata lilin-lilin kecil menerangi seluruh ruangan. Semerbak aroma terapi menenangkan suasana hati yang bergelora.
" Sayang, aku menyangka Kak Adrian juga menyiapkan suasana romantis," ucapku pada Melissa.
" Kak Adrian sebenarnya romantis, mukanya aja yang dingin." Melissa tersenyum dengan ucapannya sendiri.
"Aku mandi sebentar Mas..." Ucapan Melissa membuat jantungku berhenti sebentar.
" Sejak kapan dia memanggilku Mas?" tanyaku dalam hati.
Di atas ranjang, aku menunggu Melissa yang sedang mandi. Aku membayangkan apa saja yang akan kami lakukan di malam pernikahan kami. Lelah dengan padatnya acara hari ini, dan juga kelamaan menunggu Melissa. Tanpa aku sadari aku malah ketiduran. Melissa yang selesai mandi mendekatiku.
" Mas... kamu benar-benar tidur." Perkataan Melissa sama sekali tidak mendapatkan respon.
Dengan kecewa Melissa berbaring di sampingku. Entah jam berapa Melissa mulai tertidur. Saat aku membuka mata, aku sangat terkejut. Hari sudah pagi, aku sangat menyesali apa yang terjadi semalam. Bagaimana mungkin aku ketiduran di malam pertama kami. Ku pukuli kepalaku sendiri. Aku pandangi wajah istriku ketika masih tertidur, sungguh menggemaskan. Aku mulai mengecup keningnya, lalu turun ke bibirnya.
" Mas, sudah bangun?" tanyanya dengan nada manja.
__ADS_1
" Maafkanlah aku sayang, semalam tanpa sengaja aku ketiduran. Pasti kamu kecewa padaku," ucapku dengan nada menyesal.
" Aku cuma sedikit kecewa. Buruan mandi, keluarga kita pasti sudah menunggu untuk sarapan." Melissa beranjak ke kamar mandi.
" Di hari pertama pertama pernikahanku, aku sudah membuatnya kecewa," gumam ku.
Setelah kami berdua selesai, Melissa mengajakku sarapan bersama keluarga. Kami menuju restoran, dari yang aku lihat semuanya sudah duduk satu meja.
" Ada yang sedang kelelahan ini, sehabis malam pertama," cetus Kak Mariana sambil senyum-senyum.
" Malam Pertama?? tanya sendiri saja sama orangnya," jawab Melissa kesal.
Aku sangat malu dengan keadaan ini, pasti semua orang akan menertawakan aku.
" Semalam aku ketiduran," jawabku dengan malu dan wajah bersalah.
" Apa...." semua orang tak percaya dengan perkataanku.
__ADS_1
Seluruh keluarga menertawakan aku, Melissa hanya melirik aku sekilas. Sebenarnya aku sangat malu, tapi apa boleh buat semua itu salahku.
Setelah sarapan, semua keluarga besarku berpamitan untuk kembali ke Solo. Begitupun Keluarga Kak Randy beserta Ibu Mertuaku, mereka akan kembali hari ini. Tinggallah Kak Adrian dan Lidya yang masih di Karimunjawa.
Saat sore hari kami berempat duduk di atas pasir sambil menikmati sunset.
" Kak Adrian, terimakasih buat semuanya. Tanpa Kakak, pernikahanku tidak akan seindah ini," ucap Melissa pada Kakaknya.
" Ucapkan rasa terimakasih itu pada calon Kakak Iparmu." Adrian memandang kekasihnya yang tersenyum manis.
" Terimakasih banyak Kak Lidya." Melissa memeluk Lidya dengan haru.
" Jadi sekarang memanggilnya harus dengan sebutan Kakak nih...." Aku melirik Lidya yang senyum-senyum.
" Tak perlu memakai " Kakak ", asal kamu tinggalkan Melissa." Perkataan Kak Adrian sangat menakutkan.
Melissa dan Lidya tertawa terbahak-bahak, melihat percakapan antara aku dan Kak Adrian.
__ADS_1
" Ampun Kak Adrian." Aku berpura-pura menyesal, dan membuat dua wanita di depanku semakin terbahak-bahak.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰