Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Berdua Lebih Baik


__ADS_3

Mentari pagi bersinar sangat indah. Langit biru menjadi atap yang mengagumkan. Ku pandangi wanita cantik yang duduk, sambil memandang cakrawala. Ada rasa kekaguman dari sorot mata indahnya. Senyuman mengulas di bibirnya.


" Sangat Cantik," gumam ku.


" Siapa yang cantik Mas?" tanyanya.


" Langit biru yang sedang kau pandangi. Namun dirimu lebih cantik darinya." Ucapanku menciptakan senyuman manis di bibirnya.


" Mas David suka gombal terus ya sekarang," ucapnya tersipu.


Benar kata istriku, semenjak tak bekerja aku sering mengucapkan berbagai rayuan untuknya. Sekedar menghilangkan kebosanan, karena semua urusan kantor di urus oleh Ayah Rudy dan Tomy. Sementara fokus untuk kesembuhan kakiku.


" Mas, aku siapkan sarapan dulu," ucap Melissa.


" Biarkan pelayan yang menyiapkannya. Tetaplah di sampingku, kerena berdua lebih baik. Apakah kamu tega meninggalkanku disini sendirian?." Sengaja ku ubah ekspresi wajahku jadi cemberut.


" Aku akan selalu bersamamu Mas," jawabnya dengan senyuman yang tulus.


Setelah tubuhku menghangat, Melissa membantuku masuk dan menikmati sarapan. Kami mengobrol sebentar sambil menghabiskan makanannya. Lalu setelah selesai, ku biarkan istriku membersihkan seluruh tubuhku. Melissa begitu telaten merawatku, mengantarkan terapi dan juga check up ke RS. Dia adalah wanita terbaik dalam hidupku. Tak sedikitpun istriku mengeluh, entah lelah atau mengantuk Melissa selalu memperlakukan dengan lembut. Terkadang ku merasakan tak tega jika dia kelelahan karena ku.

__ADS_1


Hari ini adalah jadwal check up di RS. Setelah menunggu beberapa nomor antrian, datang juga giliran ku masuk.


" Mari Silahkan masuk Kak David dan Kak Melissa," ucap Lusia, Dokter yang menangani ku sekaligus sahabat Davina Adikku.


Setelah menjalani beberapa pemeriksaan fisik dokter pun menjelaskan kondisiku.


" Perkembangan penyembuhan pada pergelangan kaki Kak David sangat bagus, dan menyambung dengan sempurna. Saya sebagai dokter tak menyangka bisa secepat ini," jelas Lusia.


" Itu semua karena cinta berlimpah dari istri saya dokter. Dia penyemangat hidupku." Perkataanku ini membuat Melissa malu.


" Mas David apa-apaan sih?" Melissa mencubit perutku lembut.


" Kak Melissa benar-benar istri luar biasa, seperti yang diceritakan Davina. Aku mengagumi kemesraan ini." Lusia tersenyum memandangi Melissa.


" Sayang, kita mampir ke rumah Ayah yuk." Ku ajak Melissa menemui kedua malaikat kecil.


" Baiklah, aku juga sangat merindukan mereka berdua." Raut wajahnya berubah senang dan bahagia.


Baru sampai halaman Jason & Jessie sudah berlari ke arah kami.

__ADS_1


" Papa... Mama... " Teriak si kembar bersamaan.


Melissa langsung membawa si kembar ke dalam pelukannya. Saking bahagianya sampai air mata menetes di pipinya.


" Mama sangat rindu Malaikat kecil ini," ucapnya sambil terus memeluk kedua anaknya.


Aku sangat terharu melihat pemandangan ini. Ada rasa rindu, bahagia dan juga bersalah karena telah memisahkan kedua anakku dan Mamanya.


" Papa peluk...," ucap Jessie dengan lucunya.


" Peluk Papa di dalam sambil duduk aja." Melissa mengajak kami semua masuk ke dalam.


Dengan bantuan sebuah kruk untuk membantu jalan, paling tidak aku sedikit mengurangi kerepotan Melissa. Di ruang tamu Ibuku sudah bersiap menyambut kedatangan kami.


" Selamat datang Sayang, si kembar sudah sangat merindukanmu," ucap Ibuku sambil memeluk Melissa.


" Kabar baik Bu, Mas David juga semakin membaik. Maaf sudah merepotkan Ibu." Melissa terlihat sungkan kepada ibu mertuanya.


" Ibu justru senang Jason & Jessie tinggal disini, apalagi Ayahmu, selalu memanjakan mereka berdua," katanya terlihat bahagia.

__ADS_1


Percakapan seorang Ibu yang sangat menyayangi istri dan anakku. Aku sangat bahagia melihat pemandangan ini.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2