
Begitu mendapat kabar Melissa akan menyusul ke Jepang, hatiku mendadak berbunga-bunga. Seperti musim Sakura di negara ini. Setelah menjemput istriku dari bandara, aku membawa Melissa untuk istirahat sebentar di salah satu hotel di Tokyo. Melissa terlihat sangat bahagia, dengan mekarnya bunga sakura di kota ini.
" Mas David, rasanya ini seperti mimpi bagiku," ucapnya sambil terus memelukku.
Aku pun juga semakin mempererat pelukannya. Lalu mengecup kening Melissa.
" Apakah kamu sangat merindukan suamimu ini Sayang? Sampai memeluk sangat erat," ledekku.
Melissa melepaskan pelukannya lalu berbaring di atas ranjang hotel. Ku baringkan tubuhku di sampingnya, lalu aku mengelus rambutnya dengan sangat lembut. " Bukankah ini adalah bulan madu yang selalu kau impikan Sayang?" tanyaku.
__ADS_1
Melissa merubah posisinya hingga berbaring di atas tubuhku. Wajah kami saling berhadapan, suara detak jantung bahkan terdengar di telingaku. " Aku sangat mencintaimu Istriku," ucapku lirih lalu menciumi leher Melissa.
Melissa sangat menikmati sentuhan ku. Siang itu kami melakukan percintaan dengan penuh gairah. Bahkan Melissa memohon untuk mengulang beberapa ronde. Sorenya kami berdua berjalan-jalan keliling Tokyo. Rasanya seperti benar-benar berbulan madu.
Hari berikutnya setelah meeting selesai, ku ajak Istriku melanjutkan jalan-jalan yang kemarin. Tokyo sangat cocok untuk berbulan madu di musim semi, kami berdua melakukan Hanami atau melihat bunga sakura bersama pasangan. Suasana taman terlalu ramai, jadi kami mencoba Hanami di Chidorigafuchi. Selain tempatnya tidak seramai taman-taman yang berada di tengah kota, aku dan Melissa juga bisa menikmati bunga sakura yang bermekaran dari atas perahu.
Malam harinya, kami berperahu dan mencoba melihat Tokyo dari sudut yang berbeda dengan Bay Night Cruise Tokyo. Tadi siang kami sudah berkeliling Tokyo saat siang hari. Tapi keindahan Tokyo saat malam hari, menjadikan suasana lebih romantis. Kerlap kerlip lampu gedung, dan pemandangan malam yang gemerlap membuat berpesiar di malam hari sangat menyenangkan. Perjalanan kami melewati pemandangan teluk laut dan jembatan pelangi Odaiba, Tokyo tower Jembatan Tokyo gate, Tokyo Light Beacon, dan Gantry crane. Menikmati keindahan malam dengan dinner romantis di atas kapal bersama Melissa Istriku. Ini semua kulakukan hanya untuk mewujudkan impian bulan madunya, yang dulu pernah diinginkannya.
Aku pun kembali memeluk tubuhnya. Rasa bahagia seakan hadir teramat besar. Melissa adalah hidupku apapun akan kulakukan untuknya. Kebahagiaannya merupakan prioritas dalam hidupku. Tak akan pernah ada wanita lain yang begitu menguasai hidupku seperti Melissa.
__ADS_1
Ini adalah hari terakhir kami berada di Tokyo. Sebelum kembali ke Indonesia, kami berdua menyempatkan diri membeli beberapa oleh-oleh. Melissa memilih pernak-pernik lucu untuk anak gadisnya. Sedangkan aku membelikan Jason action figure kesukaannya. Melissa juga membeli beberapa Tokyo Banana dan Wagashi.
Setelah puas mengelilingi toko oleh-oleh, kami putuskan istirahat sebentar di hotel. Sebelum berangkat ke bandara. Paling tidak bisa melepas lelah walaupun cuma sebentar.
Tak lama kemudian kulihat Melissa terlalu nyenyak dalam tidurnya. " Sayang, bangunlah kita bisa terlambat ke bandara," ucapku membangunkan Melissa.
Melissa langsung membantuku merapikan semua barang bawaan termasuk oleh-oleh. Dengan kondisi Melissa yang masih ngantuk, kami berdua menuju bandara. Perjalanan bisnis kali ini adalah perjalanan bisnis paling menyenangkan dalam hidupku. Karena aku juga menikmatinya seperti pasangan yang sedang berbulan madu.
Good Bye Tokyo...
__ADS_1
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰