Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Dewi Penyelamat


__ADS_3

Jason masih saja memandang kepergian Jessie dari hadapannya. Beberapa temannya masih diliputi rasa penasaran, akan kedekatannya dengan murid cantik di sekolahnya itu.


" Apa hubunganmu dengan gadis cantik di sekolah kita itu?" Tanya Aldi pada Jason yang masih berdiri di tempat Jessie meninggalkannya.


" Urus saja urusanmu sendiri," jawabnya dingin.


Merasakan tak mendapatkan kepuasan atas jawaban Jason, mereka semua mulai mengira-ngira sendiri. Pemikiran mereka mulai bermacam-macam sesuai dengan bayangannya masing-masing.


Sampai di kelasnya, Jason mendengarkan salah satu teman laki-lakinya sedang membicarakan Jessie. Sepertinya diantara mereka ada yang menyukai adiknya itu.


" Eh tau tidak, Jessie itu ternyata kalau di pandang dari dekat sangat cantik. Belum lagi bodynya, aduhai...," ucap Reno dengan wajah berbinar pada teman satu gengnya.


" Maksudmu Jessie anak IPS yang menjadi idola sekolah itu?" Reza teman Reno pun juga tahu tentang Jessie.


" Yang aku dengar, Jessie anak orang kaya. Keluarganya tajir melintir," tambah Fabian.

__ADS_1


Jason merasa sangat risih, mendengarkan teman-temannya membicarakan saudara perempuannya. Dia pun memilih duduk di depan kelas sambil menunggu jam masuk. Aldi diam-diam memperhatikan Jason yang terlihat sedikit kesal.


" Mungkinkah Jason sedang cemburu pada Reno yang membicarakan Jessie?" Aldi bertanya dalam hatinya sambil memperhatikan Jason di luar kelas.


Melihat Jason yang duduk sendirian di depan kelasnya, para gadis di sekolahnya pada heboh. Beberapa mulai tebar pesona di depan Jason. Ada berteriak-teriak memanggil namanya. Yang lebih parahnya lagi, ada yang nekad mendekatinya. Jason tetap stay cool dan tak memperdulikan mereka semua. Dia pura-pura sibuk memainkan ponselnya.


" Jason..." Suara Jessie memanggil namanya.


Kehadiran Jessie kali ini seperti Dewi Penyelamat bagi Jason. Jessie langsung duduk tepat di sampingnya, membuat para gadis pergi satu persatu.


" Itu urusanmu, kenapa aku harus repot?" jawab Jason tanpa beban.


" Dasar cowok tak pengertian, aku benci sama kamu." Jessie langsung beranjak meninggalkan Jason tanpa berpamitan dan kembali ke kelasnya sendiri.


Percakapan antara Jessie dan Jason terlihat seperti seseorang yang sedang bertengkar dengan kekasihnya. Semua yang mendengar dan melihat mulai bergosip tidak jelas. Seluruh sekolah mengira, mereka berdua adalah sepasang kekasih. Jason dan Jessie memang terlihat sangat serasi, yang satu tampan dan lainnya terlihat sangat cantik. Membuat iri setiap pasang mata yang melihatnya.

__ADS_1


Di sekolah pun mereka berdua tidak satu kelas. Jessie berada di jurusan IPS, sedangkan Jason IPA. Sekalipun mereka kembar, pemikiran dan keinginan mereka sangatlah berbeda jauh.


Sepulang sekolah Jessie sedang berdiri di bawah terik sinar matahari. Wajahnya menjadi merah seperti udang rebus karena kepanasan. Sudah 15 menit menunggu tak mendapatkan taksi yang lewat, sudah memesan online pun semua driver sibuk. Jessie memutuskan berjalan pelan-pelan menyusuri trotoar, sambil menunggu taksi yang lewat. Baru berjalan 50 meter, sebuah mobil berhenti di sampingnya.


" Jessie..." Panggil Ardi kakak kelas Jessie, yang kebetulan menjadi ketua OSIS.


" Kak Ardi..." Jessie sedikit terkejut melihat seorang ketua OSIS menyapanya.


" Masuklah, aku akan mengantarmu pulang." Ardi membukakan pintu mobilnya untuk Jessie.


Dengan malu-malu Jessie masuk ke dalam mobil dan Ardi langsung melajukan mobilnya menuju rumah gadis di sampingnya itu.


Tak jauh dari tempat Ardi memberikan tumpangan untuk Jessie, seorang lelaki berdiri sambil menatap ke arah mereka berdua. Saat mobil itu bergerak, dia pun mengikuti mobil itu, sampai Jessie sampai di rumahnya dengan selamat.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2