
Waktu begitu cepat berlalu, cafe ini juga semakin ramai. Mel'S Cafe, nama itu sengaja aku pilih agar selalu mengingatkan cintaku yang besar untuk Melissa. Aku juga sangat yakin, Mel'S Cafe merupakan nama yang membawa hoki. Seolah dewi keberuntungan berpihak padaku, usahaku ini semakin berkembang. Sebenarnya aku bisa saja membuka cabang baru, namun sekarang aku ingin fokus di satu tempat dulu.
Pagi-pagi Lidya sudah berada di cafe bersama rekan-rekannya. Sepertinya akhir-akhir ini Lidya sangat sibuk. Terlihat beberapa kali dia meeting di cafe.
"Vid, dapat undangan dari Apkrindo tidak kamu?" tanya Lidya padaku.
"Dapat, tapi seperti aku tidak ikut." Sambil menata meja bar, aku terus mengobrol dengan Lidya.
"Kita berangkat bareng aja nanti aku jemput," ucap Lidya padaku.
"Lihat saja nanti, aku masih sibuk. Lanjutkan sarapanmu keburu dingin," jawabku.
Aku kembali melanjutkan pekerjaan ku yang tertunda. Sampai tiba di malam hari, Lidya benar-benar menjemputku. Aku merasa tidak enak padanya, jika tidak berangkat. Karena yang aku tau acara tahunan Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO) di Solo kali ini dipercayakan kepada EO Lidya.
Sampai disana acara cukup meriah, Lidya juga sibuk dengan urusannya sendiri. Dalam kerumunan para tamu undangan, aku seperti melihat seorang yang aku kenal.
"Brian!" Aku memanggil lelaki yang berdiri tidak jauh dari tempat aku berdiri.
"Hai David apa kabar?" sapa Brian kepadaku.
"Tidak menyangka bisa bertemu disini," Aku hanya senyum dengan ekspresi yang sedikit canggung.
__ADS_1
"Sekarang Mel'S Cafe sangat terkenal ya. Hebat lho kamu, baru setahun buka sudah banyak peminatnya." Brian terdengar sedang memuji diriku.
"Apa kamu sering bertemu Melissa," tanyaku penasaran.
"Hampir tidak pernah, yang aku dengar sekarang dia ada di resort milik kakaknya. Kalau tidak salah Blue Java Resort yang ada di Karimunjawa," jawab Brian padaku.
Brian adalah sepupu Melissa, dia seorang pengusaha restoran juga. Dia membuka restoran di Grand Hotel. Aku pernah bertemu dengan Brian beberapa kali, saat masih bersama Melissa. Kadang kami berdua datang ke restoran Brian hanya untuk makan malam berdua.
Setelah mendapat informasi dari Brian tentang keberadaan Melissa, paginya aku langsung menuju Bandara Adi Sumarmo Solo. Tanpa menunggu lama, aku memesan tiket pesawat yang paling pagi dengan tujuan Karimunjawa. Beberapa saat kemudian sampailah di Bandara Dewadaru Karimunjawa. Ada rasa lelah, rasa capek tetapi juga sedikit rasa bahagia karena akan berjumpa dengan orang yang sangat aku cintai.
Dari bandara, aku langsung menyewa mobil untuk menuju Blue Java Resort. Dengan bermodalkan GPS, akhirnya aku menemukannya. Resort besar dengan interior yang mewah. Desain yang modern dan elegan menambah kemewahannya. Aku memasuki lobby dan memesan villa yang menghadap ke pantai. Resepsionis mulai menjelaskan beberapa fasilitas yang akan aku dapatkan. Akupun mulai mencari tahu keberadaan Melissa.
Sebelum resepsionis menjawab, telepon berdering. Wanita itu meminta ijin untuk melakukan panggilan.
"Selamat siang, Blue Java Resort disini," sapanya dengan seseorang orang yang ada ditelepon.
"Baiklah Bu." Kalimat itu yang aku dengar dari ucapannya. Kemudian wanita meletakan telponnya.
"Bisa saya bantu Bapak?" tanyanya padaku.
"Apakah Melissa bekerja di resort ini," tanyaku pada resepsionis itu.
__ADS_1
"Maksud bapak Ibu Melissa? Beliau di resort ini kalau musim liburan saja. Sekedar membantu disaat pengunjung ramai" jelasnya.
"Kalau boleh tau jabatannya apa ya?" tanyaku lagi.
"Beliau tidak menjabat posisi apapun, namun sebagai adik dari pemilik resort keberadaannya cukup berpengaruh di resort ini," jelasnya lagi.
Aku sedikit terkejut dengan penjelasan yang di berikan resepsionis itu. Aku tidak menyangka keluarganya memiliki resort mewah ini.
"Kalau Melissa datang hanya saat liburan, berarti aku harus kembali kesini lagi," batinku.
Akupun langsung dipandu oleh petugas resort menuju villa yang aku pesan.
** 10 Menit Sebelumnya **
Siang itu udara sangat panas, Melissa merasa lelah setelah mengantarkan para investor untuk berkeliling resort. Sampai lobby depan, dia melihat orang yang dikenalinya sedang berdiri didepan meja resepsionis. Dia langsung mengambil ponsel dan menelepon seseorang.
"Anita, katakan pada lelaki di depanmu, jika aku di resort hanya saat musim liburan. Jangan katakan aku sedang disini." Melissa menutup ponselnya dan berjalan menuju villa yang selama ini ditinggali olehnya.
Selama tinggal di Karimunjawa Melissa tinggal di salah satu villa di resort itu. Bukan tidak mungkin, karena resort ini juga milik kakak iparnya. Jadi dia bebas jika ingin memakainya.
Happy Reading
__ADS_1