
Akhirnya tiba hari dimana Renata & Evan mengikat janji suci. Taman belakang hotel yang belum selesai direnovasi berubah menjadi Wedding Venue yang mewah. Kerja keras Lidya dan Melissa begitu luar biasa. Banyak bunga-bunga menghiasi setiap sudut taman. Danau ditengah taman dihiasi dengan susunan mawar dan banyak lentera di atas air. Acara dimulai pukul 5 sore, aku melihat Melissa ikut menyambut para tamu yang datang. Hari ini Melissa terlihat sangat cantik.
Terlihat disisi lain Lidya sedang mengatur segala keperluan pesta. Aku jadi membayangkan aku menikah dengan Melissa.
" David kok malah melamun sendiri disini?". Suara Randy membuyarkan lamunanku.
" Eh.. Mas Randy. Aku hanya membayangkan jika aku dan Melissa...," ucapku malu-malu.
" Makanya buruan lamar Melissa, menyusul Renata dan suaminya. Jangan mau kalah." Mas Randy dan Mariana sepertinya senang sekali meledekku.
Aku pun bergabung dengan keluarga Melissa. Kami mulai memulai obrolan yang ringan hingga Adrian mencetuskan pertanyaan serius.
" Kapan kamu menikahi Melissa?" Pertanyaan Adrian membuat aku tersedak dan terkejut.
" Secepatnya Kak." Jawabku tegas tapi dengan sedikit takut.
__ADS_1
" Baguslah. Dimana Lidya? Dari tadi aku belum bertemu." tanya Adrian sambil memandang ke berbagai sudut.
" Sepertinya tadi Lidya mengatur hidangan pesta," jawabku.
Semua tamu memuji kemegahan pesta Renata. Mereka berkata bahwa ini pesta pernikahan yang luar biasa, dengan konsep yang indah. Semua menikmati suasana pesta maupun hidangan yang disajikan.
Hingga tiba di penghujung acara, tiba-tiba semua lampu mati. Hanya lentera di atas danau yang menyala.
" Sayang kemarilah." Melissa menarik tanganku menuju pinggir danau.
Di sudut lain, Adrian dan Lidya memandang ke langit yang sama. Adrian beralih memandang wajah Lidya. Selama ini Adrian diam-diam menyukai gadis di sampingnya itu. Di saat Lidya tersenyum menatap kembang api, secepat kilat Adrian mengecup bibir Lidya dan pergi begitu saja. Lidya yang merasakan kecupan di bibirnya, mulai mencari sosok di sampingnya. Lidya tidak menemukan Adrian. Dia merasa senang sekaligus terkejut dengan kelakuan kakak lelaki Melissa itu.
Setelah pesta usai, aku dan Melissa mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin. Kemudian disusul Lidya yang menyerahkan bingkisan untuk mempelai.
" Kak Maria, ini ada titipan dari Mas Randy dan kakakku. Mereka tadi pamit pulang duluan, karena Stella sudah mengantuk." Melissa menyerahkan sebuah amplop kepada Renata.
__ADS_1
" Apa ini?" Ekspresi Renata terlihat penasaran dan langsung membuka amplop itu.
" Apa.. Paket Honeymoon ke Blue Java Resort di Karimunjawa." Renata sangat senang dengan kado yang diberikan oleh sahabatnya itu.
" Terimakasih Mel, Lidya, David, pesta ini tak akan menjadi luar biasa tanpa kalian." Renata memeluk Melissa dan Lidya penuh haru.
Mereka semua berpamitan satu sama lain, dan meninggalkan lokasi pesta.
" Lidya, kamu menginap saja di kamarku seperti biasa. Aku mau mengantar David ke mobilnya dulu," ucap Melissa pada Lidya.
Selama persiapan pernikahan Renata, Lidya sering menginap di kamar Melissa. Agar mempermudah pekerjaan mereka.
" Sayang, pulangnya hati-hati ya.. " Melissa mengecup pipiku.
" Kamu membiarkan Lidya menginap di kamar kamu. Lalu aku kapan menginap di kamar kamu?" aku merajuk menggoda Melissa.
__ADS_1
" Dasar Lelaki Penggoda. Cepatlah masuk, sampai ketemu besok. Bye.. Bye.." Melissa melambaikan tangannya dan masuk ke hotel.