
Pagi tadi Ayah Rudy menghubungi, aku harus ke kantor lebih pagi. Ada beberapa hal yang ingin disampaikannya. Sampai di kantor Ayah dan Tomy sudah mengobrol di ruanganku.
" Maaf aku terlambat," ucapku sambil meletakkan beberapa dokumen yang aku bawa.
" Duduklah David," ucap Ayah Rudy.
Aku duduk berhadapan dengan Tomy, terlihat tatapan Tomy sangat dingin padaku.
" Bagaimana kalau mulai hari ini Tomy menjadi asistenmu?" tanya Ayah sambil menatapku.
" Kalau soal itu terserah Ayah saja. David yakin Ayah lebih tahu apa yang terbaik buat perusahaan ini." Aku menjawab dengan tegas, agar Tomy tahu aku sama sekali tak takut akan kehadirannya.
" Terimakasih Kakak Sepupu, sudah mau menerimaku kembali." Jawabnya dengan senyuman yang sulit diartikan.
" Panggil aku David, seperti biasanya kau memanggilku," ucapku tanpa ekspresi.
Mulai hari ini, Tomy membantu semua pekerjaanku. Dia juga terlihat sangat bersemangat dalam pekerjaannya. Aku hanya ingin berpikiran positif tentang kemunculannya yang tiba-tiba. Dulu dia telah lama mengurus Gunawan Corp Jakarta, bersama Om Budi Ayahnya. Tak ada angin tak ada hujan Tomy meninggalkan perusahaan dan mendirikan sebuah agensi model. Namun tiba-tiba sekarang, dia menginginkan sebuah posisi di perusahaan yang sama denganku. Dengan kebaikan hati Ayahku, tentu saja dia tak menolak permintaannya.
Tanpa terasa sudah 1 bulan Tomy menjadi asistenku. Selama ini kinerjanya cukup baik. Dia juga cepat akrab dengan karyawan yang lain. Saat aku sedang memeriksa beberapa dokumen, tanpa kuduga Melissa sudah berdiri di hadapanku.
" Mas David serius sekali, sampai tak menyadari istrinya ada disini," ucap Melissa sambil duduk di pangkuanku.
__ADS_1
" Sayang, kenapa tak bilang kalau mau kesini?" tanyaku padanya.
" Ini kejutan Mas. Aku bawa makan siangmu, ayo aku temani makan." Ajak Melissa sambil terus saja bertingkah manja di pangkuanku.
" Aku lebih ingin memakan yang ini," ucapku sambil mencium bibirnya.
" Sudah Mas. Keburu dingin." Melissa melepaskan ciumanku dan berjalan ke sofa.
Aku mengikuti dan duduk disampingnya. Saat sedang menikmati makanan, terdengar suara ketukan pintu. Tok tok tok
" Masuklah," ucapku.
" Kakak Ipar...." sapanya pada istriku.
" Tomy... Kok bisa ada disini?" tanya Melissa penasaran.
" Sekarang aku asisten David," jawabnya dengan tatapan aneh.
" Mas kok tak pernah cerita kalau Tomy bekerja disini? Duduklah Tomy, kita bisa makan siang bersama." Melissa menyiapkan peralatan makan untuk Tomy.
Tomy juga tidak menolak tawaran Melissa. Dia duduk berhadapan dengannya. Tidak banyak yang diucapkan oleh Tomy, hanya sesekali menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Melissa saja. Entah mengapa, aku merasa cemburu dengan tatapan Tomy kepada istriku. Mungkin Melissa tak menyadarinya, namun justru aku yang tak nyaman melihatnya.
__ADS_1
" Tomy, kamu udah minta Silvia memperbaharui kontrak kerja yang minggu kemarin?" tanyaku memecahkan keheningan.
" Ini sudah aku bawa semua." Tomy menyerahkan berkas yang sudah dibawanya.
" Maaf Sayang, Mas tidak bisa mengantarkan pulang. Ada beberapa berkas yang harus aku periksa," ucapku dengan rasa bersalah.
" Tenang saja Mas, tadi aku datang bersama sopir," jawabnya sambil tersenyum.
Tomy pamit meninggalkan ruangan, tak lama setelah itu Melissa juga pulang.
Melissa berjalan menuju lobby perusahaan, seperti biasa dia selalu menjadi pusat perhatian. Beberapa orang mencoba menggosipkan Melissa. Tomy yang mendengar gosip itu, langsung menghampiri orang yang bergosip di depannya.
" Kalian bertiga karyawan tidak tahu diri ya..." ucap Tomy dengan tatapan dingin.
" Maaf Pak, kami tidak bermaksud seperti itu." Ketiga wanita itu ketakutan dengan tatapan Tomy.
" Sekali lagi ku dengar yang tidak- tidak tentang Melissa, kalian tanggung akibatnya." Ucapan Tomy terdengar sangat menakutkan.
Ketiga wanita itu saling menatap. Mereka tidak menyangka seorang asisten Presdir bisa seberani itu.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰
__ADS_1