Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Kedatangan Adrian


__ADS_3

Siang hari setelah jam makan siang, Lidya datang ke The Java Hotel untuk menentukan lokasi yang akan dipakainya. Tak lupa Melissa juga mengenalkan Lidya pada kakak iparnya.


" Mas Randy, ini temen aku Lidya yang aku ceritakan kemarin," ucap Melissa pada Randy.


" Senang berkenalan dengan anda Pak Randy." Lidya mengulurkan tangannya pada Randy.


" Jangan terlalu formal, panggil aku Mas Randy seperti Melissa memanggilku." Randy tersenyum melihat Lidya yang terlihat sungkan.


" Terimakasih Pak ..eh.. Mas Randy," jawab Lidya yang salah tingkah.


" Semua aku serahkan pada Melissa, kalau perlu apa-apa bisa katakan padanya."Ucap Randy sebelum pamit ada keperluan yang lain.


Lidya bercerita kepada Melissa kalau kliennya kali ini memiliki konsep Garden Party. Lidya menceritakan pasangan calon pengantin berasal dari Solo, tetapi pengantin pria bekerja di Singapura. Jadi Lidya baru bertemu dengan calon pengantin wanita. Tetapi kedua calon pengantin menyerahkan segala sesuatunya pada Lidya. Mereka pernah berhubungan lewat video call. Setelah menjelaskan konsep pernikahan yang diinginkan kliennya, Lidya pamit kembali ke kantornya.


Saat di tempat parkir. Ketika Lidya memundurkan mobilnya, tanpa sengaja dia menabrak mobil yang kebetulan lewat di belakangnya. Lidya langsung turun dari mobilnya. Pemilik mobil di belakangnya juga turun.

__ADS_1


" Maafkan saya Pak, saya tidak sengaja menabrak mobil anda." Lidya tampak ketakutan bahkan suaranya juga ikut gemetar.


" Tak masalah ini juga bukan mobil saya," jawab lelaki di depannya dengan dingin.


" Apa... kalau begitu saya akan mengganti biaya perbaikannya." Lidya memberanikan diri menatap pria itu.


" Gila... tampan sekali pria ini. Apa dia sudah menikah?? " Batin Lidya.


" Tak perlu diganti, sudah aku bilang itu bukan mobil saya. Biar pemiliknya yang memperbaiki," tegas pria itu dengan ekspresi datar.


** Di Kantor Randy **


Tanpa mengetuk pintu, Adrian langsung masuk ke kantor Randy. Dia sengaja ingin mengejutkan adik iparnya.


" Apa kabarnya Brother?" Adrian memeluk adik iparnya.

__ADS_1


"Kak Adrian kok sudah ada di Solo?" tanya Randy yang sedikit terkejut akan kedatangan kakak iparnya.


" Aku akan membantu persiapan pernikahan sahabatku di Solo. Oh ya.. mobilmu sedikit penyok, tadi tak sengaja ditabrak saat di tempat parkir. Aku akan mengganti biaya perbaikannya." Randy tak menyangka di awal pertemuan, Adrian sudah merusak mobilnya.


" Tak perlu dipikirkan soal mobil, biar nanti pihak asuransi yang mengurusnya. Apa Kakak sudah bertemu Mariana?" tanya Randy.


" Tadi dia menjemputku di bandara, lalu aku pinjam mobilnya untuk kesini," jawab Adrian.


" Dimana Melissa? Dari tadi tidak kelihatan." Tanya Adrian yang begitu merindukan adiknya.


" Adik kesayanganmu itu jarang di hotel, kalau tidak ada keperluan penting. Kakak tahu sendiri sifatnya." Randy tersenyum menatap kakak iparnya.


Melissa memang sangat susah diatur. Dulu ketika dia beralasan ingin hidup mandiri, dia malah pergi ke Surabaya. Padahal Randy dan Adrian sudah membelikan apartemen untuknya di kota Jogja.


Selama di Solo ini Adrian menginap di Grand Hotel. Dia sengaja tak mau merepotkan adiknya. Walaupun setiap hari dia selalu mendatangi The Java Hotel untuk menemui adik-adiknya itu. Sedangkan Melissa sampai saat ini belum tahu, kalau kakak lelakinya sudah sampai Indonesia. Adrian sengaja ingin membuat kejutan kepada adik kesayangannya yang paling manja itu.

__ADS_1


__ADS_2