
Sudah belasan kali aku menghubungi Melissa, namun tetap saja tidak tersambung. Padahal aku ingin mengabari, kalau hari ini aku akan pulang. Siang itu setelah selesai mengurus segala urusan di Surabaya, aku bersama 2 tim legal akan kembali ke Solo. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu Melissa juga si kembar. Rasa bahagia pasti terpancar dari wajahku.
Setelah 1 jam perjalanan, sampailah di Bandara Adi Sumarmo Solo. Aku menjadi lebih bersemangat menemui kesayanganku. Tak menunggu lama langsung ku ambil mobil yang 2 hari terparkir di bandara. Dalam perjalanan, aku kembali menghubungi istriku. Saat aku sedang memegang ponsel, tiba-tiba ponsel terjatuh. Secara refleks aku berusaha mengambilnya, padahal aku juga sedang mengemudi. Entah bagaimana tabrakan itu terjadi. Aku hanya mendengar suara benturan sangat keras menabrak mobilku, sebelum aku benar-benar tidak sadarkan diri.
***
Melissa masih termenung memikirkan David Suaminya. Hingga suara dering ponsel mengakhiri lamunannya.
" *Iya Ayah..."
" Ponselku?"
" Apa..."
__ADS_1
" Bagaimana keadaannya Ayah*?"
Melissa berlari mengambil kunci dan tasnya, lalu melajukan mobilnya ke RS Universitas. Dia menangis, ingin menjerit, rasanya tak sanggup mendengar berita itu. Ayah mertuanya mengabarkan, kalau David kecelakaan dalam perjalanan pulang dari bandara. Rasanya seperti ribuan ton beton menjatuhi dirinya.
Sampai di RS Melissa langsung menuju ruang operasi. Ayah Rudy dan istrinya sudah berdiri di depan pintu.
" Ayah, apa yang terjadi dengan Mas David?" Melissa tak bisa menahan tangisnya, dia menangis histeris membayangkan Suaminya di ruang operasi.
" Melissa tenanglah Sayang, percayalah David akan baik-baik saja," ucap Ibu Mertuanya yang ingin menghibur Melissa.
" Ayah, seperti Melissa pingsan," ucap Melly.
" Aku akan memanggil dokter dan perawat." Rudy setengah berlari menuju ruangan perawat.
__ADS_1
Kemudian Melissa dibawa ke ruang perawatan. Tangannya di pasang infus, untuk menghindari kekurangan cairan.
Setelah 2 jam operasi, akhirnya David dibawa keluar. Rudy meminta pada Dokter, agar David diberikan ruangan yang sama dengan istrinya. David telah selesai menjalani operasi patah tulang pada pergelangan kakinya. Tidak ada luka yang serius, dia hanya mengalami gegar otak ringan. Sampai di ruang perawatan, anak dan menantunya terbaring lemah membuat 2 orangtua itu merasa kasihan pada kedua cucunya. Mereka memutuskan pasca kepulangan David, untuk sementara si kembar akan dirawat oleh kakek dan neneknya. Itu juga demi kebaikan bersama.
Melly duduk di sebelah menantunya, ketika Melissa tersadar.
" Ibu, aku ingin menemui Mas David," ucapnya disertai tangisan.
" Lihatlah, David ada di sebelahmu," tutur Melly.
Melissa berjalan dengan infus ditangannya, menghampiri David yang masih dalam pengaruh obat bius. Melissa menggenggam tangan suami yang terbaring di depannya. Dia kembali menangis dalam ketidakberdayaan. Penyesalan yang mendalam membuatnya semakin lemah. Saat air matanya menetes di tangan David, tangan itu sedikit bergerak. Lalu David perlahan membuka matanya. Ekspresinya seperti orang yang bingung. Melissa tersenyum lega melihat suaminya sudah sadar.
" Mas aku merindukanmu. Jangan pernah tinggalkan aku. Aku berjanji tak akan mendiamkan mu lagi," Melissa tersenyum bahagia melihat suaminya sadar.
__ADS_1
" Siapa kamu? Apakah kita saling mengenal?" Melissa sangat kaget dengan pertanyaan yang di ucapkan oleh lelaki di depannya ini.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰