
Dalam mimpiku aku melihat seorang wanita menangis memanggil namaku. Kurasakan kesedihan di dalam matanya. Hatiku ikut tersayat melihat derai air matanya. Sesak yang menyakitkan menguasai dadaku. Mengapa rasa sakit ini begitu menyiksa. Sekuat mungkin aku memaksa membuka mataku. Seorang wanita sedang menangis sambil menggenggam tanganku. Begitu membuka mata, wanita itu tersenyum menatapku.
" Mas aku merindukanmu. Jangan pernah tinggalkan aku. Aku berjanji tak akan mendiamkan mu lagi," ucap wanita yang berdiri di sampingku.
" Siapa kamu? Apakah kita saling mengenal?" Aku merasa bingung, mengapa wanita ini menangisi ku.
" Mas, apa kamu telah melupakanku?" ucapnya sambil terus menangis.
Ayah Rudy pergi keluar setelah aku sadar. Melly Ibuku menghampiri dan memelukku dengan erat. Dia mengucap syukur karena aku sudah sadar.
" Ibu, siapa wanita ini?" tanyaku dalam kebingungan.
" Dia istrimu Melissa," jawabnya.
Melissa menatap ku penuh dengan kesedihan dan kekecewaan. Tak lama kemudian Ayah datang bersama dokter yang merawatku. Dokter itu memeriksa beberapa organ vital, untuk memastikan keadaanku.
" Tidak perlu khawatir, kondisi Pak David sangat baik. Amnesia yang dialaminya hanya sementara, itu karena masih dalam pengaruh obat bius. Sepertinya Pak David memaksakan dirinya untuk bangun. Ingatannya akan berangsur pulih dalam beberapa hari ini." Dokter itu menjelaskan kondisinya dan pamit keluar.
__ADS_1
Melissa yang mendengar penjelasan tadi sedikit lega, paling tidak amnesia tidak terjadi.
" Mas, aku akan tetap di sampingmu. Sampai kamu benar-benar mengingatkanku," ucap Melissa.
" Maafkan aku Melissa, karena belum mengingatmu." Kurasakan rasa bersalah karena belum mengingat istriku sendiri.
Selama Melissa menunggu Suaminya di RS, untuk sementara si kembar di asuh kakek dan neneknya. Sudah 3 hari Melissa kurang tidur harus mengurus Suaminya. Wajahnya terlihat lelah dan pucat karena kurang istirahat.
***
Pada hari ke 4 di RS, ketika aku terbangun kulihat istriku duduk di kursi di samping ranjang ku.
" Mas, kamu sudah mengingatku?" tanyaku.
" Sayang, mana mungkin aku melupakan wanita yang menguasai hidupku." Entah apa yang salah, ucapanku justru membuat Melissa menangis.
Melissa memelukku erat, rasa bahagia ku rasakan saat berada di pelukannya. Banyak hal ingin kukatakan padanya. Kata cinta dan kata rindu sudah tertahan selama beberapa hari dalam hatiku.
__ADS_1
" Sayang, aku sangat mencintaimu jangan pernah menjauhiku lagi," ucapku lirih di telinganya.
" Mengapa Mas David tak pernah menghubungiku?" tanyanya.
" Aku menghubungimu puluhan kali tapi tak pernah tersambung." Aku berpikir ada yang aneh, bagaimana panggilanku tak diterimanya.
Melissa mengambil ponselnya, dan dia terlihat sangat terkejut dengan apa yang dilihat di ponselnya.
" Maafkan aku Mas, ternyata tanpa sengaja nomormu terblokir." Melissa terlihat malu dengan ulahnya sendiri.
" Makanya aku menghubungimu dan mengirim pesan tidak ada yang tersampaikan," ucapku dengan kesal.
Melissa menyembunyikan wajahnya di pelukanku. Mungkin dia merasa malu karena memblokir nomorku, ketika mendiamkanku beberapa hari yang lalu. Wajah malu-malu ini sangat menggemaskan, membuatku sedikit bergairah.
" Andai aku tidak terbaring sakit disini, ku pastikan kamu tak akan bisa bangun istriku," bisikku di telinganya.
Melissa mencubit dadaku, membuatku geli dan semakin gemas melihatnya. Tak bisa menahannya lagi, ku tarik Melissa lalu ku cium bibirnya. Ciumannya terasa sangat nikmat, tanpa perlawanan. Dia membalas ciumanku dengan sangat lembut, juga sangat menggodaku.
__ADS_1
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰