Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Pengganggu Selalu Ada


__ADS_3

A.H Architect Jogja


Sandra sering keluar masuk perusahaan Andrew seperti kantornya sendiri. Andrew juga tak mempermasalahkannya selagi tak mengganggu aktivitas kantornya.


" Andrew, kamu punya hubungan bisnis tidak dengan David," tanya Sandra memasuki ruangan Andrew.


" Ada. Aku meminjam dana untuk investasi," jawabnya sambil menatap layar di depannya.


" Jadikan aku asistenmu. Agar ada jalan untuk menemui David," ucap Sandra.


" Baiklah, setiap berurusan dengan David aku akan membawamu." Sandra terlihat senang dengan jawaban Andrew.


Hal jahat apa lagi yang akan direncanakan Sandra, dalam upayanya mendapatkan David.


Gunawan Corp


Seperti biasa, aku menjalani aktivitas di kantor. Aku mengatur waktu kerjaku hanya sampai jam 3 sore. Aku tak rela Melissa menungguku terlalu lama. Ku lihat sudah waktunya jam makan siang. Aku berniat pulang, sebelum mendengar suara ketukan di pintu ruanganku.


" Mau kemana Mas?" Melissa masuk dan membawa makan siang kami.


" Rencananya mau menemui istriku tercinta." Aku tersenyum lalu memeluk Melissa.


Melissa membawakan ku beberapa menu untuk makan siang. Ini adalah yang pertama kali Melissa datang, setelah aku menjadi Presdir. Entah mengapa sepertinya Melissa sedikit enggan mendatangi kantor ini.

__ADS_1


" Mas suka dengan makanannya?" tanyanya.


" Aku lebih suka memakanmu disini." Aku menyentuh bibirnya yang mungil.


" Jangan menggodaku Mas." Melissa mencubit tanganku dengan gemasnya.


Tanpa banyak kata-kata, aku langsung menghujani Melissa dengan ciumanku. Melissa terlihat menikmatinya, hingga memejamkan matanya. Aku tersenyum melihatnya. Sampai suara ketukan pintu membuyarkan aktivitas kami.


" Masuklah" teriakku pada orang di luar ruanganku.


Silvia memasuki ruangan dengan langkah yang menggoda.


" Ini Pak, ada file yang harus ditandatangani," jelas Silvia sambil sedikit mencondongkan tubuhnya di hadapanku.


Silvia keluar ruangan sambil menggerutu.


" Mentang-mentang ada istrinya, sok bersikap dingin. Lihat saja nanti, apa kamu tidak tergoda dengan tubuhku," gumam Silvia.


Melissa yang melihat kelakuan sekretaris Suaminya, hanya bisa menggelengkan kepala. " Sudah tahu atasannya sudah beristri, masih saja ingin menggodanya," batin Melissa.


" Apa biasanya sekretarismu juga bersikap seperti itu?" tanya Melissa sambil menatapku tajam.


" Aku juga tidak senang dengan tingkahnya. Hanya saja, dia adalah anak dari kolega Ayah. Beliau yang menerimanya menjadi sekretarisku." jawabku.

__ADS_1


Melissa hanya menatap suaminya tanpa mengatakan apapun.


" Aku mau pulang duluan Mas, aku tunggu di rumah." Melissa mengecup pipiku dan keluar meninggalkan ruangan.


Melissa melewati meja sekretaris, Silvia menatap sinis pada Melissa. Silvia sangat terlihat tidak menyukainya. Padahal mereka tidak pernah saling berhubungan.


Kepergian Melissa, membuat hatiku tidak tenang. Dari wajahnya, Melissa terlihat tidak menyukai sekretarisku. Semoga saja dia tidak berpikir buruk tentangku.


Setelah menunjukkan jam 3 sore aku langsung. Rasanya tak sabar untuk bertemu Melissa. Sampai di depan rumah, Melissa duduk di taman samping rumah.


" Sayang, kenapa melamun disitu?" tanyaku padanya.


" Mas, sudah pulang. Ayo masuk aku akan menyiapkan air hangat untuk mandi." Melissa berjalan ke arah kamar mandi, aku mengikuti di belakangnya.


" Sayang, apa kamu tak merindukan suamimu ini?" tanyaku sambil mengelus rambutnya.


" Apa Mas ingin kita mandi bersama?" tanya Melissa dengan manja.


" Apakah istriku bersedia?" tanyaku lagi.


Tanpa menjawab Melissa mengecup bibirku sekilas. Tak menunggu lama aku menggendong Melissa, masuk ke dalam bathtub. Mandi yang biasanya paling lama hanya 30 menit. Kali ini kami menghabiskan 2 jam di kamar mandi. Entah sudah berapa kali, Melissa menjerit merasakan kenikmatan yang aku berikan.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2