
Takdir serasa mempermainkan kehidupan ini. Susah payah ku jauhkan Melissa dengan Andrew, namun takdir berkata lain. Secara tidak langsung Andrew menjadi kerabat Melissa, setelah dia menikahi sepupu Mas Randy. Kadang kalau dipikir-pikir hidup ini terasa lucu juga. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kita semua.
" Mas pagi-pagi kok sudah melamun?" tanya Melissa yang sudah berpakaian rapi.
" Jam segini sudah rapi mau kemana Sayang?" tanyaku padanya.
" Mau rapat reuni sama temen-temen SMA, Mas
David mau ikut?" tanyanya.
" Tak usah Sayang, nikmati waktumu dengan teman-temanmu saja. Sangat jarang bisa ngumpul bareng," jawabku sambil menemani kedua anakku bermain.
" Kalau gitu Melissa pamit Mas, tolong jaga anak-anak ya..." Melissa pun mengecup bibirku sekilas dan langsung berangkat.
" Hati-hatilah Sayang," ucapku sambil melambaikan tangan.
*******
Grand Hotel Restaurant Solo
__ADS_1
Melissa memasuki restoran dan beberapa temannya begitu antusias menyambut kedatangannya.
" Apa kabar Nyonya David, kau makin cantik saja," ucap Friska salah satu temannya yang memeluk Melissa.
" Aku tak menyangka temen SMA kita Melissa, menjadi istri dari orang terkaya di negara ini." Anna pun ikut memandang bangga kepada temannya itu.
" Kalian terlalu berlebihan. Ku undang kalian ke Solo bukan untuk memujiku," ucap Melissa dengan malu-malu.
" Baiklah kita mulai saja rapat reuni kita, sebelum Nyonya Besar mengamuk," cetus Anisa yang membuat seluruh temannya tertawa.
Setelah melewati perbincangan panjang, mereka memutuskan reuni kali ini akan diadakan di Solo. Bukan tanpa alasan, Melissa akan memberikan free sewa Ballroom The Java Hotel Solo. Semua yang hadir sangat senang dengan keputusan itu.
" Melissa kamu yakin memberikan free sewa, mentang-mentang yang punya hotel." Ledek Anna yang tersenyum memandangnya.
" Jangan Bos Melissa, aku tak ingin membuatmu bangkrut." Annisa pun meledeknya.
" Ternyata kalian terlalu meremehkan aku," ucapnya sambil tertawa melihat ekspresi teman-temannya.
Akhirnya atas usul Melissa, mereka sepakat menyerahkan urusan sewa gedung juga catering kepada Melissa. Untuk lain-lain, seperti bintang tamu, door prize, souvernir dan yang lainnya ditanggung oleh alumni.
__ADS_1
******
Setelah lelah bermain-main, akhirnya si kembar tidur juga. Sambil menunggu istriku pulang, ku baringkan tubuhku di ranjang kamar. Ketika baru sebentar tertidur, kurasakan ciuman hangat mendarat di bibirku.
" Aku merindukanmu Mas." Melissa ikut membaringkan tubuhnya di sampingku.
" Udah pulang Sayang? Gimana rapatnya?" tanyaku penasaran.
" Aku mengusulkan diri menanggung catering dan sewa gedung. Apa Mas David keberatan?" ucapnya sambil memeluk tubuhku.
" Tentu saja tidak sayang. Jangankan sewa gedung, sewa pulau pun akan ku lakukan," jawabku sambil mengecup keningnya.
" Dimana anak-anak? Terdengar sepi." Melissa melepaskan pelukannya.
" Setelah lelah bermain kemudian mereka tertidur," ucapku memandang Melissa.
" Si kembar tertidur? Berarti ini kesempatan kita dong." Cetusnya terlihat semangat.
" Kesempatan....." Belum sempat menyelesaikan ucapanku Melissa sudah duduk di atas perutku.
__ADS_1
Posisi Melissa begitu menggodaku. Awalnya aku pura-pura tidak mengerti maksud hatinya. Namun semakin lama ekspresi Istriku terlihat kesal, aku pun tak sanggup menggodanya lagi. Kami berdua menghabiskan sore yang bergairah dan makin memanas. Entah berapa kali kami bercinta sore itu. Hanya kenikmatan dan kebahagiaan yang kami rasakan. Hingga tubuh kami lelah dan Melissa tertidur memelukku. Ku rasakan tak ada yang berubah dari percintaan kami, walaupun Melissa sudah melahirkan 2 malaikat kecilku.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰