
Jessie memasuki halaman rumahnya dengan hati yang berbunga-bunga. Dia tak menyangka Ardi si ketua OSIS, bisa sangat perhatian kepadanya. Wajah berseri-seri begitu terlihat dari ekspresinya.
" Sayang, dimana Jason? Kalian berdua pulang bersama kan?" tanya Melissa pada anak perempuannya.
" Tau tuh Jason, aku sangat membencinya. Jason tak mau memberikan tumpangan Ma...," gerutunya sambil bermanja-manja di lengan Melissa.
" Selamat siang Ma," sapa Jason dengan lesu pada Mamanya.
" Anak Mama darimana? Kenapa tak bersemangat begitu?" Melissa semakin mencurigai anak lelakinya.
Tanpa menjawab Jason langsung menuju ke kamarnya. Melissa langsung mengikuti anak lelakinya ke kamar.
" Apa ada yang salah denganmu Sayang?" Tanya Melissa sambil mengelus kepala anaknya.
" Mulai sekarang aku mau ke sekolah membawa mobil saja Ma," jawabnya.
__ADS_1
" Apakah ada alasan khusus?" Melissa kembali bertanya.
" Aku ingin menjaga Jessie. Aku tak tahan melihat Jessie pulang di antar seorang, yang terkenal playboy di sekolah." Jawaban Jason terdengar aneh di telinga Melissa.
" Apa maksudmu Sayang? Apa kamu jatuh cinta pada adikmu sendiri?" Melissa semakin penasaran dengan jawaban Jason.
" Mama pikir Jason ini apa? Mana mungkin Jason jatuh cinta pada kembaran Jason sendiri? Jessie itu terlalu cantik, banyak teman-temanku yang mengincarnya. Kalau bukan Jason yang melindunginya, lalu siapa lagi?" Jason tersenyum menatap Mamanya.
Melissa merasa lega, dia pikir Jason mulai menyukai adiknya sendiri. Ketakutannya selama ini ternyata tidak beralasan. Sebagai seorang saudara lelaki, Jason memang harus melindungi adik perempuannya itu.
Didalam kamarnya, Jason masih tidak percaya dengan apa yang sudah didengarnya. Bagaimana Mamanya bisa menuduhnya mencintai adiknya sendiri. Kecurigaan itu terlalu berlebihan. Bahkan seorang saudara akan rela mati untuk melindungi saudaranya yang lain. Namun kasih sayangnya justru membuat Mamanya salah paham. Selama ini Jason memang terlihat acuh terhadap Jessie. Namun dibalik sikapnya itu, Jason selalu memastikan keselamatan Jessie. Bahkan temen-temennya sampai salah paham, mengira Jason adalah kekasih Jessie. Itu semata-mata hanya untuk melindungi Jessie, dari lelaki plaboy yang berusaha mendekatinya. Tok Tok Tok. Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Jason yang terbang entah kemana.
" Ngomong apa?" tanyanya dingin.
" Besok teman satu kelas ku ada yang ulangtahun, temani aku ke pesta ya," pintanya dengan ekspresi menggemaskan.
__ADS_1
" Please..." tambahnya lagi.
" Baiklah Tuan Putri yang imut." Jason pun mencubit pipi adiknya.
" Oh ya satu lagi, jangan dekat-dekat sama Ardi. Dia terkenal playboy di sekolah," ucap Jason dengan ekspresi dingin.
" Cie.... Diam-diam Kakak tampanku ini membututi ku ya..." Ekspresi Jason mendadak berubah mendengar ucapan Jessie.
Tanpa Jason menjawabnya, Jessie sudah tahu. Kalau selama ini kembarannya itu, diam-diam selalu menjaganya. Jason selalu menjaga Jessie dengan caranya sendiri. Mungkinkah semua anak kembar selalu memperlakukan kembarannya seperti itu. Sama seperti Jessie yang tiba-tiba muncul, ketika Jason dikerumuni oleh cewek-cewek di sekolahnya. Itulah cara Jessie menyayangi dan menjaganya.
" Kak aku sangat menyayangimu," ucap Jessie dengan mata berkaca-kaca.
" Hei.. Apa yang kamu katakan, aku juga sangat menyayangimu." Jason menatap dalam ke mata Jessie.
" Aku mendengar semua yang Mama ucapkan pada Kakak. Ku mohon Kakak harus tetap menyayangiku." Jessie memeluk Kakaknya itu dengan terharu.
__ADS_1
Jessie menjadi sedikit kecewa dengan ucapan Mamanya. Bagaimana seorang Mama tak memahami perasaan sayang seorang kakak kepada adiknya? Jessie menjadi kesal dengan dirinya sendiri. Seandainya Jessie bukan saudara kandung Jason, mungkin ceritanya akan sedikit berbeda.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰