Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Chapter 102


__ADS_3

Jessie hampir tak sadar jika hari semakin malam. Dia pun membereskan dokumen-dokumen yang berserakan di mejanya. Setelah selesai, Jessie keluar dari ruangannya untuk pulang. Seluruh karyawan sudah meninggalkan kantor, hanya ada beberapa orang satpam yang berjaga.


"Pak. Apa Pak David sudah pulang?" tanya Jessie pada satpam di lobby kantor.


"Setelah meeting tadi siang, Pak David tidak kembali ke kantor," jawab satpam itu dengan sopan.


Jessie mengulas sedikit senyuman, lalu meninggalkan gedung kantor itu. Gadis itu menghubungi tunangannya beberapa kali, namun tak ada jawaban. Dengan sangat terpaksa Jessie memanggil taksi online untuk pulang.


Sampai di rumah, suasana sepi dan juga sangat gelap. Jessie melihat sekeliling, seolah tak ada siapapun di rumah itu. Dia pun berjalan sangat pelan mencari sakelar lampu. Belum sampai di tempat sakelar, lampu tiba-tiba saja menyala.


Happy birthday to you


Happy birthday to you


Happy birthday, dear Jessie


Happy birthday Jessie...


Ardi langsung mendekati Jessie, yang masih diselimuti oleh rasa terkejutnya. Lelaki itu memberikan sebuah box kecil warna putih dengan pita merah di atasnya.


"Selamat ulangtahun Sayang," ucap Ardi sambil mengecup kening Jessie.


"Terimakasih Kak. Dimana Jason, bukankah ini juga hari ulangtahunnya?" Jessie melihat sekeliling untuk mencari kembarannya itu.


"Jason tak bisa hadir, karena ini adalah hari pertamanya magang. Tetapi dia menitipkan ini untukmu," jawab Melissa sambil memberikan sebuah paper bag warna pink.


Jessie sangat bahagia dengan kejutan yang diberikan oleh Ardi dan juga keluarganya. Sebenarnya, Jessie tak menyadari kalau hari ini adalah ulangtahunnya. Karena sudah beberapa tahun Jessie melupakan hari bersejarah itu.


Walaupun pesta kejutan untuk Jessie sangat sederhana, namun cukup meriah. Kehadiran seluruh keluarga besarnya, sudah cukup membuat Jessie sangat senang. Kebetulan Rudy juga hadir merayakan ulangtahun cucunya.


"Jessie! Kemarilah!" seru Rudy.


Jessie langsung datang dan memeluk Kakeknya dengan lembut. Rudy akhirnya lega, melihat Jessie kembali tersenyum memancarkan kebahagiaan yang sempat menghilang.

__ADS_1


"Kakek sangat bingung ingin memberikan kado apa untukmu," ujarnya sambil mengelus kepala Jessie.


"Semua yang sudah Kakek lakukan untuk Jessie, sudah lebih dari cukup. Jessie tak menginginkan apapun lagi," jawabnya dengan perasaan haru.


Setiap kali Jessie mengingat usaha Kakek Rudi untuk menemukan Ardi, dia selalu semakin bangga pada Kakeknya. Kakek Rudy yang menyayanginya begitu besar, dan selalu mementingkan kebahagiaan keluarganya.


"Kakek sudah menyiapkan sebuah perusahaan untukmu. Mulai besok kamu tak perlu datang ke kantor David. Kakek percaya kamu mampu mengurus semuanya," jelas Rudy.


"Jessie tak bisa menjalankan perusahaan sendiri," jawab Jessie sedikit ragu.


"Tenanglah! Nanti Ardi akan membantumu membangun perusahaan," balas Rudy.


Ardi tersenyum, memberikan isyarat kepada Jessie untuk tak mengkhawatirkan apapun. Jessie merasakan kebahagiaan yang berlimpah di hari ulangtahunnya.


Ketika semua orang telah kembali ke rumahnya, Ardi masih menemani Jessie membuka kadonya. Jessie lebih dulu membuka kotak kecil yang diberikan oleh Ardi. Lelaki itu memberikan sebuah kalung dengan liontin matahari. Mata Jessie berbinar mendapatkan kalung itu.


"Biar aku bantu memakainya." Ardi pun memakaikan kalung itu dileher Jessie.


"Apakah terlihat cantik?" tanya Jessie.


"Terimakasih Kak. Kamu adalah kado terindah di dalam hidupku," balas Jessie sambil memeluk tunangannya.


Jessie kembali membuka kado dari keluarga lainnya. Ada yang memberikan ponsel, tas branded, perhiasan hingga boneka yang lucu. Sedangkan Jessie mendapatkan mobil model terbaru dari orangtuanya. Tinggallah sebuah paper bag warna pink pemberian Jason.


Tiba-tiba saja jantung Jessie berdetak lebih kencang. Ada kegelisahan yang menyerang hatinya, dan membuatnya ragu membuka paper bag itu. Ardi juga menyadari keresahan Jessie.


"Apa yang membuatmu begitu gelisah?" Ardi sangat cemas melihat Jessie.


"Entahlah Kak. Aku sedikit takut membuka paper bag ini," jelas Jessie.


Jessie mengumpulkan seluruh tenaganya, lalu memberanikan diri membukanya. Ada sebuah surat didalamnya. Jessie mengambil lalu membukanya.


Happy Birthday My Jessie...

__ADS_1


Aku yakin ini adalah ulangtahun terindah dalam hidupmu...


Maaf aku tak hadir di hari ulangtahun kita, namun sebuah doa selalu ku panjatkan untukmu...


Semoga kamu selalu bahagia...


Aku masih menyimpan semua kado, yang selalu aku siapkan di hari ulangtahun kita beberapa tahun belakangan ini...


Kamu bisa melihat sendiri isi kadonya. Khusus tahun ini, aku memberikan sebuah pena yang akan menemanimu membangun perusahaan barumu...


Berbahagialah seumur hidupmu...


LOVE JASON


Air mata Jessie langsung mengalir saat itu juga. Dadanya serasa sangat sesak, seolah ada sesuatu yang menghimpitnya. Jessie sudah mengabaikan Jason selama bertahun-tahun. Sedangkan Jason selalu memberikan kasih sayang yang tulus untuknya. Jessie merasakan penyesalan mendalam telah melupakan satu-satunya saudara kandung yang selalu menunggu dirinya.


Ardi merasakan kepedihan wanita yang sekarang sedang dipeluknya. Entah mengapa lelaki itu seolah ikut terluka, melihat setiap tetesan air mata Jessie. Ardi sengaja membiarkan Jessie, mencurahkan kekecewaannya terhadap dirinya sendiri.


"Maaf. Kak Ardi harus melihatku menangisi lelaki lain," ucapnya lirih.


"Tidak Sayang. Lelaki lain itu adalah saudara kembarmu. Aku tak akan cemburu pada lelaki lain mu itu," goda Ardi dengan senyuman.


Jessie sengaja tak membuka kado dari Jason yang lainnya. Dia tak mau terlihat lemah di hadapan Ardi. Karena dia yakin, akan ada lagi sesuatu yang membuatnya mencurahkan air matanya.


Setelah Jessie sedikit tenang, Ardi pamit untuk pulang. Dia berjanji akan menjemput Jessie esok pagi. Jessie berdiri di halaman rumahnya, sambil melambaikan tangannya pada Ardi. Begitu mobil Ardi menghilang dari pandangannya, Jessie masuk ke dalam kamarnya.


Sampai dikamar, Jessie tiduran sambil melihat langit-langit kamarnya. Banyak hal yang berputar di dalam kepalanya. Penyesalan, kekecewaan dan kegelisahan singgah di hatinya. Jessie kembali teringat dengan kado dari Jason. Dia pun kembali ke ruang tengah dan mengambil paper bag itu.


Di tahun pertama Jessie kehilangan Ardi, Jason membungkus sebuah jepit rambut yang lucu di hari ulang tahunnya. Jepit rambut ini akan sangat cantik, jika kamu yang memakainya...


Di tahun yang kedua, terbungkus dengan cantik sebuah buku diary bergambar princess. Sebuah diary akan menemanimu menggantikan ketidakhadiran ku...


Di tahun yang ketiga, sebuah foto berbingkai sangat indah. Itu adalah foto kebersamaan Jessie dan Jason. Bila kamu merindukan aku, lihatlah aku di foto ini...

__ADS_1


Ketika Jessie terlalu sibuk menata hatinya, Jason tak pernah lelah menunggu Jessie menemuinya. Sejak Ardi menghilang setelah kecelakaan, Jessie terlalu tak peduli terhadap orang-orang di sekitarnya. Bahkan keluarganya sendiri. Lebih parahnya lagi, Jessie memilih tinggal di apartemen seorang diri. Dan sekarang, Jessie hanya bisa menyesali sikapnya di masa lalu.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2