Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Siapa Steven?


__ADS_3

Melissa masih berjalan mendahuluiku, sebelum aku mengungkapkan apa yang ada di hatiku.


" Sayang mengapa kamu terlihat sangat marah? Bukankah aku yang seharusnya marah?" Melissa langsung menghentikan langkahnya dan berbalik memandangku.


" Mas marah kepadaku? Aku bisa jelasin semua," ucapnya sambil menatap wajahku.


" Kita bicarakan nanti saja di rumah. Ayo kembali ke dalam, aku tak ingin teman-temanmu berpikir macam-macam." Ku peluk Melissa kembali ke ballroom hotel.


Seluruh mata memandang ke arah kami berdua. Melissa terlihat tidak nyaman dengan suasana ini. Dari kejauhan Steven memandang kami berdua dengan rasa bersalah.


" Maafkan aku Melissa, aku tidak tahu kalau suamimu juga berada disini," ucap Steven menyesal.


" Ada atau tidak ada suami Melissa, kamu harus bisa menghormatinya." Aku sengaja mengatakannya, karena sepertinya Melissa sedang terdiam dalam kekesalannya.


" Maafkan saya Tuan David, mungkin candaan tadi sedikit kelewatan." Steven terlihat canggung.


" Tidak apa-apa, aku hanya khawatir terhadap istri saya. Kalau begitu saya permisi. Sampai jumpa semua." Aku pun tersenyum dan pamit pulang bersama Melissa.

__ADS_1


Meninggalkan The Java Hotel ku bawa Istriku pulang ke rumah kami. Sampai halaman, Melissa langsung masuk tanpa mengatakan apapun.


" Siapa Steven? Hingga membuat Melissa begitu kesal," gumam ku.


Ku susul Melissa di kamar kami. Dia terlihat sudah mengganti pakaiannya.


" Sayang, kenapa kamu bersikap seperti itu? Apa hubunganmu dengan Steven ?" Mungkin perkataan ini terdengar seperti sedang cemburu.


" Apa Mas akan marah jika aku berkata jujur?" tanyanya.


" Steven itu kekasihku sewaktu SMA, tapi ku putuskan mengakhiri hubungan kami. Karena dia akan melanjutkan sekolahnya di luar negeri, sedangkan aku tak bisa menjalani LDR." Melissa menjelaskan semuanya dengan tatapan yang lembut.


" Apa saja yang sudah kamu lakukan bersamanya?" tanyaku penasaran.


" Apa Mas sangat cemburu? Padahal saat dengan Andrew, Mas David tak seperti ini." Bukannya menjelaskan Melissa justru meledekku.


" Karena kulihat kamu salah tingkah melihatnya, dan wajahmu merona saat dia menggodamu," jawabku kesal.

__ADS_1


Melissa sepertinya tahu, kalau aku sedang sangat cemburu. Dia pun mendekatiku, mencoba merayuku.


" Yang jelas sekarang hanya kamu yang aku cinta Mas. Tak ada yang lain. Apa yang harus aku lakukan, agar kecemburuan Mas David menghilang?" tanyanya dengan nada menggoda.


Istriku menatap wajah Suaminya ini. Berharap aku segera memberikan jawabannya. Sejujurnya aku tak marah mendengar ceritanya. Hanya saja aku ingin mengerjai Istriku yang sangat menggemaskan ini. Ku lihat Melissa tenggelam dalam penantiannya, dia menggigit bibir manisnya. Pikiranku menjadi melayang tanpa arah. Setelah mendapatkan ide yang menyenangkan, ku tatap Melissa dengan cara yang paling menggoda.


" Puaskan aku malam ini," jawabku.


" Apa....." Ekspresinya terlihat tak percaya mendengar jawabanku.


Melissa terlihat ragu-ragu melepaskan pakaiannya sendiri. Pandangan matanya begitu suram dan tak berdaya. Sangat tercetak jelas, gerak tubuhnya seakan mau tapi tak mau. Dia begitu ragu-ragu menghampiriku yang duduk di atas ranjang. Sebisa mungkin ku ciptakan suasana yang dingin, yang mampu membekukan hatinya. Sebelum mencium bibirku dia tersenyum kaku. Ku tatap matanya dengan tajam. Mungkin hatinya menjadi menciut melihat sorot mataku. Kurasakan sedikit lelah menggoda istriku, ku tahan sebentar lagi. Ku tahan nafas ku saat Melissa menjelajahi leherku dengan bibirnya.


" Hentikan Sayang, kau pasti sangat lelah. Pakailah baju tidurmu." Melissa tercengang mendengar ucapanku.


" Apa maksudmu Mas??" Melissa sangat kesal karena merasa dipermainkan.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2