
Tanpa terasa kisah cintaku ... ya David & Melissa sudah berjalan 2 bulan. Bertambah hari jalinan asmara diantara kami semakin mesra dan saling melengkapi. Di tempat kerja, hubungan kami seperti atasan dan bawahan. Sangat profesional. Namun kalau di luar kerjaan, seperti pasangan muda pada umumnya. Kami juga sering menghabiskan waktu bersama.
Hari ini, kebetulan hari libur ku dan Melissa sama. Kami berdua berencana menonton film di rumahku. Sebelum Melissa datang, aku sudah menyiapkan berbagai cemilan dan beberapa minuman dingin. Itu semua untuk menemani kami berdua ketika sedang menonton film.
Aku duduk di ruang tengah rumahku dengan tidak sabar menunggu kekasihku.
''Mengapa perjalanannya sangat lama?'' tanyaku di dalam hati.
Dari dalam rumahku, aku melihat Melissa sudah memasuki gerbang rumahku. Pandanganku terpana melihat penampilan manisnya. Dengan memakai mini dress diatas lutut, dengan atasan model Sabrina, dan juga tas ransel kecil. Penampilannya seperti anak belasan tahun. Padahal usianya 23 tahun, hanya selisih 2 tahun denganku. Aku beranjak keluar menyambut kedatangannya.
''Kenapa lama sekali Sayang?'' tanyaku kepadanya.
''Jalanan di tutup, ada pengalihan jalur. Sopir taksi harus berputar arah mencari jalan alternatif'' jelasnya sambil memeluk lenganku.
''Ayo segera masuk sebelum jam makan siang." Aku menggandeng tangannya menuju ruang tengah.
__ADS_1
Film yang kami tonton kali ini bergenre Romantis. Ketika film sudah mulai, Melissa sangat serius menonton setiap adegan. Tiba-tiba di tengah-tengah film, ada beberapa adegan romantis antara pria dan wanita. Hatiku menjadi gelisah, kemudian aku menatap Melissa yang terlihat semakin membuatku tergoda. Aku sentuh bibirnya, dan aku semakin mendekat. Terjadilah ciuman yang membuatku semakin bergairah. Melissa mulai memejamkan matanya. Aku sentuh lehernya, lalu turun dan menarik baju sabrinanya.
''Cukup Dav!'' Suara Melissa sontak menghentikan aktivitasku.
''Maafkanlah aku, Sayang.'' Hanya kata itu yang aku ucapkan.
Melissa memandangku dengan iba, aku yakin dia tau, aku kecewa atas Penolakannya.
''Aku tak bisa memberikan apapun yang lebih dari ini. Mungkin bagimu, aku memiliki pemikiran yang kuno. Tapi itulah prinsipku. Maaf! jiitu mengecewakanmu," ujarnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Maafkanlah aku, Sayang.'' Aku genggam erat tangannya, sebagai bentuk permohonan maafku.
''Aku yang bersalah, seharusnya aku tau dimana batasanku. Aku mohon maafkan aku, Sayang.'' Kali ini aku benar-benar merasa bersalah kepadanya.
''Oh shiittt! Seharusnya aku bisa menahan diriku. Bukan malah menunjukkan nafsuku padanya,'' gumamku dalam hati yang penuh penyesalan.
__ADS_1
Aku benar-benar menyesal dengan perlakuanku sendiri. Rasanya malu dan kecewa pada diriku sendiri. Harapanku, semoga Melissa memaafkan sikapku yang sangat kurang ajar ini.
Setelah aku memohon-mohon dan terus merayunya, akhirnya Melissa memaafkan aku. Dengan syarat, untuk tidak mengulangi perbuatanku yang memalukan itu. Aku menerima apapun persyaratan yang dia minta. Aku takut dia kecewa lalu meninggalkan aku. Aku tak mampu jika harus tanpanya. Sungguh aku sangat mencintai Melissa dengan segenap hati dan jiwaku.
Pukul 12.45
Menghadapi sebuah pertengkaran, ternyata membuat kami lapar. Jam makan siang juga sudah lewat, sepertinya cacing di perut sudah meronta. Kami berdua menuju dapur, tapi masih bingung menu apa yang akan dimasak.
''Bagaimana kalau nasi goreng saja, biar cepat karena aku sudah sangat lapar,'' ucapnya sambil memeluk tubuhku dengan manja.
''Baiklah. Duduk,Sayang. Biar aku yang memasaknya.'' Akupun menyiapkan semua bahan dan langsung mengolahnya.
Kami pun saling menyuapi dengan mesra, seperti tak pernah terjadi pertengkaran tadi.
Happy Reading
__ADS_1