
Sebulan setelah keluar dari RS, kami sekeluarga sepakat untuk mengadakan syukuran rumah bersamaan dengan syukuran Si Kembar. Akhirnya aku dan Melissa, mau pindah ke rumah yang sudah dibeli Ayah sebagai kado pernikahan kami.
Devano Jason Gunawan & Danisha Jessie Gunawan. Itulah nama yang diberikan untuk si kembar. Sedangkan panggilannya Jason & Jessie. Seluruh keluarga besar begitu bahagia menyambut Jason & Jessie. Terlebih Ayahku, saking senangnya dia membelikan mobil sebagai hadiah untuk si kembar. Awalnya Melissa menolaknya, namun setelah dibujuk serta dirayu oleh Ibu dan Davina dia pun menyerah.
Acara syukuran berlangsung sangat lancar. Beberapa keluarga maupun tamu undangan terlihat menikmati acaranya.
" Selamat David, atas kelahiran kedua anakmu. Juga syukuran istanamu ini," ucap Tomy padaku dan Melissa.
" Istana? Tak perlu berlebihan seperti itu. Ini bukan apa-apa," jawabku ramah.
" Aku selalu iri padamu David. Apalagi sekarang, melihat hidupmu terlalu sempurna membuatku cemburu." Tomy tersenyum sambil sesekali mencuri pandang pada Melissa.
Mendengar ucapan Tomy sedikit mengusik hatiku. Aku merasa tidak nyaman dengan apa yang aku dengar.
" Apa maksud dari perkataannya? Apa arti tatapan matanya pada Melissa?" batinku.
Aku dan Melissa pun meninggalkan Tomy dan menemui tamu yang lain. Kemudian istriku memilih untuk mengobrol dengan Lidya.
" Apa kabar calon kakak ipar ku?" tanya Melissa pada Lidya.
" Selamat ya, atas kelahiran si kembar yang lucu." Lidya memeluk Melissa dengan lembut.
" Terimakasih sudah datang, yang aku dengar dari Kakakku sekarang kamu sangat sibuk," ucap Melissa.
" Sesibuk-sibuknya aku, ku pastikan datang untuk bertemu adikku paling cantik ini." Lidya mencubit pipi Melissa.
__ADS_1
" Kapan Kak Lidya resmi jadi Kakak Iparku?" tanya Melissa.
" Kalau soal itu, tanyakan saja pada Kakakmu itu," jawab Lidya agak kesal.
Melissa hanya tersenyum mendengar jawaban Lidya. Melissa lalu berjalan menghampiri si kembar bersama pengasuhnya.
" Apa mereka berdua sudah mengantuk?" Melissa bertanya sambil menggendong anaknya bergantian.
" Belum Nyonya," jawab salah satu pengasuh.
" Kalau nanti mereka mengantuk langsung bawa masuk ke kamar saja," ucap Melissa.
" Baik Nyonya," ucap mereka bersama.
" Mau minum apa Kakak sepupu cantik?" Tomy tiba-tiba datang dari belakang Melissa.
" Hai Tomy, kenapa tak bergabung dengan keluarga besar?" Melissa sedikit kaget dengan kehadiran Tomy.
" Aku lebih suka menatapmu seorang diri?" jawabnya.
" Apa maksudmu?" tanya Melissa kesal.
" Jangan marah Kakak sepupu, aku hanya mengagumimu. Aku hanya berpikir David sangat beruntung mendapatkan mu. Tidakkah kamu menyadari Melissa, kamu itu terlalu luar biasa untuk seorang David," jawab Tomy sambil tersenyum menyeringai.
Melissa yang sudah kesal, langsung pergi meninggalkan Tomy. Dalam hati Melissa, dia merasa aneh dengan sikap Tomy.
__ADS_1
" Ahhhh sudahlah, mungkin hanya perasaanku saja," gumamnya lalu pergi menghampiri Suaminya.
*******
" Mas bangun," Melissa mencoba membangunkan aku.
" Ada apa Sayang?" jawabku.
" Ayo kita berjemur sama Jessie dan Jason," ajaknya sambil menarik tanganku.
Aku pun menggendong Jessie dan Melissa menggendong Jason. Kami berdua turun, lalu duduk di bangku taman di samping rumah. Matahari pagi terasa hangat, cahayanya menyinari wajah istriku.
"Pagi-pagi dia sudah terlihat sangat cantik," batinku dalam hati.
" Kenapa Mas David menatapku seperti itu?" tanyanya penasaran.
" Aku hanya melihat istriku yang sangat cantik pagi ini," jawabku sambil terus menatapnya.
" Jadi Mas berpikir biasanya aku tidak cantik?" Melissa terlihat kesal.
" Bukan begitu maksudnya Sayang." jawabku sambil memandang Melissa yang terlihat kesal dan membawa Jason masuk.
" Setiap kata yang aku ucapkan, jadi sering salah di mata Melissa," gerutu ku sambil menyusul Melissa masuk bersama Jessi.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰
__ADS_1