
Pagi ini setelah bangun tidur aku mendapat telepon dari Melissa. Dia mengajakku ke Bandara Adi Sumarmo sebelum makan siang.
Katanya hari ini kakaknya Adrian akan pulang.
Sebelum makan siang aku menjemput Melissa di hotel. Kami langsung menuju Bandara. Ternyata Adrian sudah menunggu kedatangan kami.
" Kakak sudah lama disini?" tanya Melissa pada Kakaknya.
" Baru 10 menit. Ayo kita makan dulu, aku sangat lapar," ajak Adrian.
Di perjalanan pulang kami memutuskan untuk berhenti di Solo Resto. Restoran yang cukup terkenal di kota Solo, begitu ramai pengunjung. Sebelum pesanan datang kami mengobrol bersama.
" Kak Adrian kok balik ke Solo lagi?" tanyaku begitu penasaran.
" Gara-gara kekasih kesayanganmu itu. Dia memaksaku resign dan kembali ke Indonesia." Melissa hanya senyum-senyum mendengar jawaban kakaknya.
" Bukankah Kakak juga merindukan seseorang disini." Melissa meledek Adrian dan membuatnya malu.
" Anak kecil tahu apa," ucap Adrian sambil mencubit pipi Melissa.
" Bukankah Kakak mau melamar Lidya?" Pertanyaan Melissa berhasil membuat aku tersedak dengan minumanku.
" Jadi Kakak dan Lidya sama-sama saling mencintai." Aku tersenyum menatap Kak Adrian.
__ADS_1
Adrian terlihat terkejut dengan ucapanku. Kemudian aku menceritakan, semua tentang Lidya, bagaimana perasaannya ke Adrian dan aku juga menceritakan saat Lidya datang ke Cafe pagi-pagi.
" Ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan." Adrian tersenyum memikirkan Lidya.
Selesai makan aku mengantarkan Kak Adrian menemui Kak Randy. Sedangkan aku bersama Melissa menuju Mel'S Cafe.
" Sayang ada yang ingin aku tanyakan padamu." Aku menggandeng Melissa menuju ruang pribadiku.
Melissa duduk di sofa sambil membaca majalah. Aku membuatkan stroberi smoothies kesukaan Melissa dan meletakkan di atas meja.
" Bagaimana kamu bisa putus dengan Andrew?" Pertanyaan ini membuat Melissa meletakkan majalah yang dibacanya.
" Masih Tentang Andrew lagi." Wajah Melissa terlihat kecewa.
*** Flashback On ***
Malam itu Melissa mendapatkan undangan ulang tahun dari teman SMA-nya, kebetulan acara itu diadakan di sebuah hotel berbintang. Kemudian dia berencana mengajak pacarnya. Dia pun menelepon pacarnya itu.
" Andrew, malam ini tolong temani aku ke pesta teman SMA aku ya," ucap Melissa.
" Hari ini aku lembur di kantor Honey. Maaf tak bisa menemanimu," jawab Andrew di ujung teleponnya.
Melissa memutuskan datang seorang diri ke pesta itu. Di tengah pesta Melissa merasa kelelahan dan memutuskan untuk pulang. Saat melewati Lobby Hotel, dia melihat kekasihnya memeluk seorang wanita. Dia tahu wanita itu adalah seorang model yang terkenal.
__ADS_1
Merasa dikhianati, Melissa tak pernah lagi menghubungi Andrew. Hingga tiba di saat Melissa ulang tahun. Andrew membuat pesta kejutan untuknya. Andrew sudah menyiapkan pesta yang mewah yang dihadiri keluarga dekat Melissa dan teman-temannya.
" Happy Birthday Sayang." Andrew menghampiri Melissa dan mengecup keningnya.
" Ini kado untukmu." Andrew memberikan sebuah kunci mobil dengan berhias pita putih berbentuk bunga.
Melissa tak merespon hanya sedikit tersenyum dengan dingin. Andrew tak mengerti mengapa Melissa bersikap dingin kepadanya. Hingga saat semua undangan pulang, Andrew membawa Melissa ke rumahnya dengan mobil yang diberikannya.
" Apa maksudmu bersikap dingin padaku?" ucap Andrew dengan nada kesal.
" Tak usah sok perhatian padaku. Kamu pikir aku tidak tahu, sudah berapa kali kamu meniduri model-model terkenal itu?" Ucapan Melissa menjadi tamparan bagi Andrew, mukanya merah padam.
" Aku ini lelaki normal, sedangkan kamu selalu menolak setiap kali aku memintanya. Kamu pikir hanya aku yang salah," terang Andrew.
" Aku ingin hubungan kita berakhir, dan bawa kembali mobil yang kamu bawa itu." Melissa terlihat emosi dengan menahan air matanya. Lalu memasuki rumahnya.
Andrew merasakan penyesalan yang mendalam telah mengkhianati Melissa. Karena jauh di lubuk hatinya, cintanya sangat besar untuk Melissa. Andrew pulang dan meninggalkan mobil yang diberikannya sebagai kado untuk Melissa.
Pagi harinya, Melissa terbangun dari tidurnya. Mendapati mobil yang diberikan Andrew masih terparkir di halaman rumahnya. Melissa terlihat marah, lalu menyuruh sopir ayahnya mengantarkan mobil itu ke kantor Andrew.
*** Flashback Off ***
Jangan Lupa ❤️ Like, Vote dan Komentarnya..
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰