Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Permintaan Tomy


__ADS_3

Aku dan Melissa sedang duduk di ruang tengah, sedangkan si kembar sudah tertidur dari sore tadi. Aku perhatikan sejak acara syukuran kemarin, Melissa terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Sayang, apa ada yang sedang kamu pikirkan? Aku perhatikan sejak acara kemarin, terlihat sekali dirimu seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu," ucapku sambil terus memandangi wajah cantiknya.


" Mas menyadari itu? Aku merasa aneh dengan tatapan dan ucapan Tomy padaku. Tatapan matanya seolah menyimpan banyak misteri, dan itu sangat menggangguku." Perkataan Melissa tadi memang benar, bahkan aku juga merasakannya.


" Sayang, kenapa jadi memikirkan lelaki lain? Cukup pikirkan suamimu ini saja," jawabku sambil memeluknya.


Aku sengaja mengalihkan pemikiran Melissa. Walaupun semua yang dikatakannya benar, aku tak ingin membuat istriku mengkhawatirkan banyak hal. Cukup dia bahagia dengan keluarga kecil ini. Setiap badai yang datang dalam kehidupan rumah tangga kami, biar aku saja yang boleh mengkhawatirkannya.


" Sayang, apa kamu tidak merindukan suamimu ini?" tanyaku dengan nada menggoda.


" Pertanyaan apa itu Mas?" jawabnya kesal.


" Apa kamu tidak ingin membuatkan adik untuk Jason & Jessie?" Aku tersenyum menatapnya.


" Bukankah kita sudah sering hanya membuatnya? Dan Mas terus saja membuangnya? " Melissa terkekeh geli dengan ucapannya sendiri.


" Sayang, kamu sama sekali tidak romantis," ucapku kesal mendengar perkataan istriku.

__ADS_1


Aku terdiam lalu duduk di sofa sudut kamar. Melissa hanya memandangku dari ranjang.


" Dasar istri tidak peka," gumam ku.


" Apa Mas bilang? Aku tidak peka? Jangan Mas pikir aku tidak mendengarnya ya...." Melissa lalu menghampiriku di sofa.


Dia mulai memperlakukan aku dengan lembut dan menggoda. Malam itu pun, kami berdua melewati malam panjang. Hingga beberapa ronde, sampai tanpa kami sadari hari sudah pagi. Karena kelelahan dengan aktivitas semalam, kami berdua bangun ketika hari sudah siang. Para pelayan di rumah tidak ada yang berani membangunkan kami. Ku cari ponsel di atas meja, terlihat ada 13 panggilan dari kantor.


" Aduh... Aku lupa hari ini ada meeting," ucapku sambil memukul kepalaku sendiri.


" Sayang, Mas langsung ke kantor ya," ucapku sambil membangunkan istriku.


" Peluk aku dulu Mas," pintanya sangat manja.


Melissa tersenyum menatapku, sungguh melemahkan semangat bekerjaku.


" Coba saja tak ada meeting, aku akan benar-benar membuatmu tak bisa bangun," batinku.


Walaupun dengan berat hati, aku akhirnya meninggalkan Melissa yang masih terbungkus dalam selimut.

__ADS_1


Gunawan Corp


Sampai di kantor aku langsung menuju ruang meeting. Semua orang menatapku dengan tatapan yang penuh pertanyaan. Begitu juga Ayahku, tatapannya begitu aneh memandangku. Setelah meeting selesai, Ayah memintaku tinggal di ruang meeting. Beliau berkata ada yang ingin disampaikannya.


" David, apa terjadi sesuatu? Wajahmu tampak lelah dan tidak biasanya kamu terlambat ke kantor," tanya Ayah Rudy.


" Ayah tahu, aku sangat berat meninggalkan Melissa mengurus si kembar sendiri," jawabku.


" Sendiri? Bukankah di rumahmu ada 8 pelayan. Belum lagi ditambah sopir dan penjaga. Ayah yakin, kamu menghabiskan malam dengan menantuku. Dan kamu tak mau lepas darinya." Ayahku mengatakannya dengan nada sedikit mengejekku.


" Ayah meledekku? Bukankah Ayah pernah muda? Kalau aku bisa membawa Melissa, akan ku bawa kemanapun aku pergi," jelasku.


" Dasar lelaki sedang dimabuk cinta." Ayah Rudy akhirnya tertawa melihat tingkahku.


" Hal penting apa yang ingin Ayah katakan?" tanyaku.


" Tomy ingin kembali ke perusahaan secepatnya," jawabnya.


" Apa.... Kenapa sangat mendadak?" Aku sedikit kaget dengan permintaan Tomy.

__ADS_1


Semoga saja tidak ada motif apapun yang terselubung.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2