Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Kecurigaan


__ADS_3

Ku terbangun, ketika matahari memasuki jendela kamar hotel tempat aku menginap. Ku ambil ponsel di atas meja, tak ada panggilan atau pesan dari istriku. Aku mencoba meneleponnya, namun tidak terhubung. Lalu ku kirimkan beberapa pesan untuk Melissa, tak pernah ada balasan.


Ada kekesalan di dalam hatiku. Ketika hubungan kami tidak terlalu baik, ada masalah dengan proyek di Surabaya. Aku sangat takut keadaan ini justru memperburuk hubunganku dengan Melissa.


" Melissa aku sangat merindukanmu," gumam ku sambil terus memikirkannya.


Aku ingin segera menyelesaikan proyek disini dan bertemu istriku Melissa. Aku terlalu merindukannya.


***


Solo Jawa Tengah


Melissa yang mendapati Suaminya tidak pulang semalam menjadi kesal. Dia pun berniat mendatangi kantor Gunawan Corp. Siang itu Melissa mengendarai mobilnya sendiri. Begitu sampai tempat parkir, Melissa langsung masuk ke dalam gedung kantor itu. Kedatangan Melissa menarik perhatian para karyawan. Ada yang menyambutnya, ada juga yang mencibir di belakangnya. Melewati meja sekretaris kosong, dia langsung masuk ke ruangan Presdir. Ternyata ruangan juga kosong. Melissa keluar dan mendapati Silvia sudah berada di tempatnya.


" Silvia. Dimana Suamiku sekarang?" Melissa bertanya dengan tatapan mata yang tajam.

__ADS_1


Silvia sedikit terkejut akan kedatangan istri dari Presdir perusahaannya.


" Bukankah Pak David ada di Surabaya? Beliau sedang mengurus beberapa proyek yang bermasalah. Silahkan duduk dulu Nyonya David." Silvia terlihat sangat tidak senang dengan kehadiran Melissa.


" Tidak perlu. Tolong berikan nomor ponsel Tomy Gunawan," ucap Melissa.


" Istri macam apa yang tidak tahu, kalau suaminya sedang dinas luar kota?" Silvia berkata dalam hatinya.


Silvia pun memberikan nomor ponsel Tomy kepada istri dari atasannya itu. Setelah mendapatkan nomor itu, Melissa menghubungi Tomy dan memintanya menemuinya di The Java Hotel Restaurant.


" Ada yang bisa aku bantu Melissa?" tanya Tomy sambil tersenyum padanya.


" Benarkah Mas David sedang di Surabaya? Sebenarnya masalah apa yang dihadapinya sekarang?" tanya Melissa dengan wajah sedih.


" Apa kalian sedang bertengkar?" tanyanya.

__ADS_1


" Sebenarnya ada sedikit kesalahpahaman, dan aku mendiamkannya beberapa hari ini. Dan kemarin Mas David tidak pulang, aku sangat mengkhawatirkannya. Bahkan malam sebelumnya, tengah malam dia baru pulang. Aku berpikir Mas David mengkhianati aku," jelas Melissa panjang lebar.


" Tenanglah, David bukan tipe yang tidak setia. Sebenarnya sudah beberapa hari ini, proyek di Surabaya mengalami masalah yang cukup rumit. Ijin yang sudah dikeluarkan ternyata tidak resmi. Awalnya aku yang akan berangkat kesana. Namun Om Rudy justru menyuruh David yang berangkat. Tomy mencoba menjelaskan kepada Melissa.


" Aku merasa sangat berdosa. Disaat perusahaan sedang bermasalah, aku justru mencurigai Suamiku sendiri." Melissa mengatakannya dengan mata yang berkaca-kaca.


" David sangat mencintaimu, tak mungkin dia sampai mengkhianatimu. Kalau bukan demi dirimu, dia tak mungkin susah-susah menjadi seorang Presdir. Dia hanya memikirkan kebahagiaanmu saja." Tomy mencoba menghibur Melissa.


Air mata Melissa meleleh mendengar perkataan Tomy. Dia tak sanggup lagi menahannya. Melissa merasa bersalah, atas sikap yang sudah dilakukannya terhadap lelaki yang sangat mencintainya. Andai Solo- Surabaya dekat pasti Melissa sudah menyusul David dan memeluknya.


" Berhentilah menangis, orang akan berpikir aku sudah melakukan yang tidak- tidak padamu," ucap Tomy dengan sedikit senyum di bibirnya.


Melissa hanya tersenyum menatap Tomy, dan berusaha menahan tangisnya.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2