
Ardi masih terpaku memandang gadis cantik yang duduk di depannya. Matanya semakin membulat mengamati bibir pink milik Jessie. Jantung Ardi berdetak sangat cepat, hatinya semakin berdebar berdekatan dengan sosok cantik yang membuatnya terpesona. Tanpa disadarinya, Ardi mendekatkan bibirnya ke arah wajah Jessie.
Gadis itu menjadi gelisah, melihat gelagat Ardi yang mendekatkan wajahnya. "Kak, ini di perpustakaan. Aku tak mau ada yang salah paham dengan kita," kata Jessie.
Jessie berdiri dan bermaksud pergi dari ruangan itu. Ardi menggenggam tangan Jessie dan menariknya ke dalam pelukannya.
" Maafkan aku, rasanya seolah aku tak bisa menahan untuk tidak menyentuhmu," ucapnya lirih di telinga Jessie.
Dengan sangat lembut Jessie melepaskan dirinya dari Ardi. Lalu tersenyum menatap pria yang terlihat kecewa terhadapnya.
" Temui aku setelah pulang sekolah, aku akan menunggumu di halaman belakang," jawab Jessie.
Gadis itu dengan berat hati meninggalkan lelaki, yang selama ini sudah menarik hatinya. Dia tak mau melakukan hal yang tak pantas dilakukan di jam belajar.
Sepulang sekolah, Ardi benar-benar menunggu gadis cantik itu di halaman belakang sekolahnya. Setelah 10 menit menunggu, Jessie terlihat berjalan pelan menuju ke arahnya. Serasa bunga- bunga musim semi telah bermekaran di hati Ardi. Kecantikan seorang Jessie telah meluluhlantahkan lantahkan pertahanan hatinya.
__ADS_1
Jessie tersenyum manis ke arah lelaki yang sedang menunggunya itu. " Sudah lama menunggu Kak?" tanyanya.
" Aku barusan sampai," jawab Ardi sangat gugup.
Dengan ragu-ragu Jessie duduk di samping Ardi. Tak ada perkataan apapun yang keluar dari mulut mereka. Ardi hanya memandangi Jessie tanpa suara, sedangkan Jessie terlihat bingung dengan sikap lelaki disampingnya itu.
Merasa tak ada yang akan dibicarakan oleh Ardi, gadis itu berdiri bermaksud untuk pulang." Kalau tidak ada yang ingin kakak katakan, Jessie langsung pulang saja," tuturnya.
Ardi memegang tangan Jessie lalu mencium punggung tangannya. " Jessie, bolehkah aku mencintaimu? Seperti seorang lelaki pada seorang perempuan. Maukah kamu menjadi kekasihku?," ucap Ardi dengan gemetar.
" Hentikan!!!" Suara keras itu menghentikan aksi Ardi untuk mencium Jessie.
Sepasang kekasih itu secara bersamaan memandang ke arah suara itu berasal. Jessie sangat terkejut dengan kedatangan Jason.
" Ayo kita pulang!" Jason menarik tangan Jessie untuk mengikutinya.
__ADS_1
" Tunggu Kak, aku mau ngomong sama Kak Ardi dulu," kata Jessie.
Jessie mendekati Ardi dan mencium pipinya.
" Aku pulang Kak, sampai bertemu besok," pamitnya.
Jason menatap Jessie dengan amarah dimatanya. Dia tak rela melihat Jessie tergoda dengan playboy seperti Ardi. Jessie juga merasakan sangat berat, meninggalkan kekasihnya begitu saja. Ardi juga merasakan hal yang sama. Di sisi lain ada rasa bahagia, karena Jessie memberikan kecupan singkat di pipinya. Namun dia juga merasakan kesedihan, karena Jessie harus meninggalkan dirinya sebelum Ardi selesai mengungkapkan perasaan yang sudah tersimpan rapat selama ini.
Sampai di rumahnya, Jason langsung mendera Jessie dengan banyak pertanyaan. Jason sangat kesal melihat adiknya hampir dicium oleh seorang playboy di sekolahnya.
" Cukup Kak, Jessie juga sangat mencintai Kak Ardi. Tolong ijinkan Jessie menjadi kekasihnya. Kak Ardi adalah lelaki yang sangat baik," ucap Jessie sambil menggenggam tangan Jason.
" Oke! Sekali ini aku ijinkan kalian menjadi pasangan kekasih. Tapi sekali saja Ardi menyakiti hatimu, jangan harap dia bisa melihatmu lagi," tutur Jason di tengah kemarahannya.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰
__ADS_1