Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Bertemu Calon Mertua


__ADS_3

Cinta yang tumbuh dari dasar hati, tak akan lekas terkikis oleh waktu. Ketulusan yang mendasari cinta, akan membuatnya terus bertahan.


Sebulan berlalu, sejak hari dimana Jason mengungkapkan perasaan cintanya kepada Kanaya. Benih cinta yang sudah tumbuh mulai bersemi, lalu berbunga dengan sangat indah. Namun terkadang angin membawa serta bunga-bunga terbang bersamanya. Perasaan cinta antara Jason dan Kanaya begitu indah, dan semoga akan tetap indah.


Kanaya membawakan bekal makan siang untuk kekasihnya. Sampai di kelas Jason, gadis itu tak mendapati kekasihnya. Lalu dia mencoba mengirimkan sebuah pesan untuknya.


From Aya Cantik


Kak... Aku meletakkan bekal makan siang di mejamu. Selamat menikmati...


Love Kanaya


Menunggu beberapa saat tak mendapatkan jawaban, Kanaya akan kembali ke kelasnya. Namun sebelumnya, dia ingin ke toilet terlebih dulu. Di lorong dekat toilet, Kanaya melihat sosok yang sangat dikenalnya. Jason berdiri membelakanginya, sambil memeluk seorang gadis di sekolahnya. Seolah ribuan pedang telah menghujam jantungnya. Hancur... Hanya itu kata yang bisa melukiskan perasaannya. Tak ingin kehadirannya di ketahui Jason, dia berlari ke dalam kelasnya. Diambilnya tas sekolah dan beberapa buku miliknya. Dia berlari ke gerbang sekolah dan memanggil taksi.


Jessie yang melihat tingkah aneh Kanaya, langsung mengejarnya. Namun taksi itu sudah berlalu meninggalkannya. Jessie begitu mengkhawatirkan Kanaya, dia pun mendatangi kelas Jason. Orang yang dicarinya tak nampak, yang terlihat hanya tas bekal milik Kanaya di mejanya.


"Dimana Jason?" tanya Jessie pada teman sekelas Kakaknya.


"Tadi aku melihatnya di dekat toilet," jawabnya.


Tanpa berpikir Jessie berlari ke arah toilet. Matanya memandang ke sekeliling tempat itu. Jessie membelalakkan matanya, ketika melihat Jason melepaskan pelukannya dari seorang gadis.


"Dasar lelaki bodoh, apa yang sudah kamu lakukan?" teriak Jessie.


Jason dan gadis itu sangat terkejut dengan teriakan Jessie. Ditariknya Jason menjauhi gadis itu.


"Apa sudah kamu lakukan di belakang Kanaya? Apa kamu tahu, Kanaya pergi meninggalkan sekolah?" tanya Jessie dengan emosi di hatinya.


"Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya menghibur Vera karena kehilangan orangtuanya," jelas Jason dalam kebingungan.

__ADS_1


Vera mendekati kakak beradik yang sedang bertengkar. "Ini semua salahku, seharusnya tadi aku memberitahumu. Ketika aku melihat Kanaya ada dibelakang kita, saat aku memelukmu. Aku terlalu terbawa suasana, dan membuat Kanaya salah paham," tutur Vera.


"Sial!! Aku harus mencari Kanaya, sebelum dia semakin salah paham," ucap Jason sambil berlari ke arah mobilnya.


Jessie memandang gadis yang dipanggil Vera oleh Jason itu. "Apa yang sedang kamu rencanakan pada saudaraku?" tanya Jessie dengan sinis.


Vera terlihat sedikit takut untuk menjawab Jessie. "Apa maksudmu? Aku tak merencanakan apapun, kamu sudah salah paham," jawabnya.


Jessie sedikit mendorong Vera ke belakang, hingga hampir saja terjatuh. "Jangan coba-coba mendekati Jason lagi," ancam Jessie tanpa perasaan.


Jessie pun meninggalkan gadis itu begitu saja. Walaupun Jessie terlihat sangat lembut dan ramah, namun kalau mengenai Jason dia sedikit posesif. Mungkin karena mereka adalah anak kembar, sehingga ikatan mereka sangat kuat.


Jason begitu kalang kabut mencari kekasihnya. Dia sudah mendatangi rumahnya, juga tempat favorit mereka. Namun Kanaya tak disana. Dia pun sangat frustasi dan memukuli kemudi mobilnya. Karena lelah melakukan pencarian, Jason berhenti di sebuah taman kota. Mungkin inilah yang dinamakan takdir. Tanpa diduganya, Kanaya sedang termenung sambil berurai air mata. Kanaya duduk tak jauh dari tempatnya berdiri.


" Aya..." panggil Jason sambil memeluknya.


"Lepaskan aku Kak. Aku tak mau kamu memelukku, setelah memeluk gadis lain," ujar Kanaya dalam tangisnya.


"Aku tak rela kamu memeluk perempuan lain, siapapun orangnya," seru Kanaya.


"Termasuk gadis kecilku Jessie," goda Jason dengan senyuman.


"Jessie itu pengecualian dalam hidupmu. Karena kalian terlahir dari rahim yang sama. Bagaimana aku bisa menjauhkan mu darinya?" jelas Kanaya.


Jason mulai menjelaskan, alasan apa yang membuatnya memeluk perempuan lain. Dia tak ingin Kanaya salah paham dengannya. Setelah berulang kali menjelaskan sekaligus merayunya, Kanaya akhirnya mengerti. Namun Jason harus berjanji, tak akan pernah memeluk perempuan lain lagi.


Karena sudah terlanjur membolos di jam sekolah, Jason memutuskan mengantar Kanaya pulang ke rumahnya. Daripada melakukan hal yang tidak jelas di luar rumah. Di halaman rumah, sebuah mobil terparkir disana.


"Sepertinya Papa sudah pulang. Ayo kita masuk, aku akan mengenalkan Kak Jason dengan Papaku," ajak Kanaya.

__ADS_1


Pasangan kekasih itu pun masuk ke dalam rumah. Terlihat Papa Kanaya sedang membaca koran di ruang tengah. Dengan ragu-ragu Jason mengikuti kekasihnya.


"Papa sudah pulang, aku sangat merindukan Papa," ujar Kanaya sambil memeluk Papanya.


"Kenapa kalian berdua tidak sekolah?" tanyanya penuh kecurigaan.


"Maaf Om, tadi Kanaya merasa tidak enak badan. Jadi Jason berinisiatif membawa Kanaya pulang untuk istirahat di rumah," jelas Jason dengan sopan.


"Syukurlah, Om kira kalian membolos sekolah. Kemarilah duduk mengobrol dengan Om," ucap Papa Kanaya.


"Terimakasih Om," jawab Jason sedikit sungkan.


"Panggil saja aku Papa Dion, biar semakin akrab," ujarnya.


Mereka bertiga mengobrol dengan sangat akrab. Jason juga mencoba menjaga sikapnya di hadapannya Papa Dion. Kalau takdir mengijinkan, Papa Dion bakalan jadi Papanya juga. Ternyata selama ini, Kanaya sudah terlalu banyak menceritakan tentang kekasihnya kepada Papa Dion.


"Bagaimana kabar David dan Melissa, apakah mereka berdua masih saja mesra seperti dulu?" tanya Papa Dion.


"Papa dan Mama justru semakin mesra di usianya yang sekarang. Terkadang adik perempuanku, sering meledek kemesraan mereka yang melebihi anak muda," jawab Jason sambil tersenyum.


"Orangtuamu memang pasangan yang sangat serasi. Bahkan sejak dulu Papamu sangat mencintai istrinya. Istrinya yang sekarang menjadi Mamamu," goda Papa Dion sambil mengulas senyuman.


Sejak dulu sebelum Papa Dion bangkrut, keluarga besar Gunawan terkenal sangat kaya. Keluarganya juga terkenal harmonis, jauh dari gosip tak sedap. Seolah seluruh keberuntungan dalam hidup tinggal bersama mereka. Sampai sekarang pun, perusahaan dan hotel yang dimiliki oleh pasangan itu berkembang pesat. Bisa dibayangkan berapa berlimpah kekayaan yang di miliki oleh Gunawan Family.Seandainya Kanaya masuk menjadi bagian dari Gunawan Family, bisa dipastikan hidupnya tak akan kekurangan selama 7 turunan. Namun itu semua tergantung dengan takdir yang disiapkan Tuhan untuk mereka.


"Jason, apa kamu serius menjalin hubungan dengan anak gadisku?" tanya Papa Dion ditengah pembicaraan mereka.


Sebenarnya Jason sangat terkejut mendengar pertanyaan itu. Namun sebisa mungkin, dia berusaha bersikap tenang dihadapan calon mertuanya.


"Dari awal, Jason tidak pernah main-main dengan Kanaya. Tetapi kami berdua ingin menjalani hubungan kami dulu, karena kami masih SMA. Semoga Papa Dion merestui hubungan kami," jawab Jason dengan sopan.

__ADS_1


Kanaya dan Papa Dion cukup puas dengan jawaban Jason. Papa dan anak itu saling memandang penuh arti. Jason pun seolah mendapatkan lampu hijau dari Papa Dion.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2