Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Chapter 117


__ADS_3

Cinta Ardi pada Jessie benar-benar tulus dan murni. Walaupun seluruh keluarga sudah menyetujui pernikahannya, tak membuat Ardi melanggar batasan dalam hubungan mereka. Lelaki itu sangat menghargai dan menghormati Jessie sebagai seorang wanita. Tak terlintas di benaknya untuk melakukan perbuatan yang terlarang. Padahal tak jarang, Jessie sering menggodanya dengan meminta untuk menginap di apartemennya. Namun lelaki itu tentu saja selalu menolaknya.


Sedangkan hubungan Ardi dengan keluarga Jessie sudah cukup dekat. Sesekali Ardi mengunjungi mereka, sekedar hanya untuk berbincang ringan. Seperti pagi ini ketika kantor libur, Ardi memilih mengunjungi Jessie di rumahnya. Pagi hari setelah sarapan, Ardi sudah sampai di rumah kekasihnya. Baru sampai halaman, terlihat Melissa sedang duduk bersama David di bangku taman. Mereka berdua sedang menikmati secangkir kopi sambil berjemur.


"Selamat pagi, Tante. Om," sapa Ardi dengan sopan.


"Duduklah, Ardi! Biar Mamanya Jessie membangunkan anak gadisnya itu," ucap David dengan ramah.


"Terimakasih, Om," jawab Ardi sambil duduk di hadapan David.


Melissa meninggalkan dua lelaki itu mengobrol di taman. Dia pun masuk ke kamar Jessie dan membangunkan gadis itu. "Sayang, bangunlah! Ardi sudah menunggumu di bawah," seru Melissa sambil menggoyangkan badan anaknya.


Mendengar mamanya menyebutkan nama Ardi, Jessie memaksakan diri membuka matanya. Seolah jiwanya belum sepenuhnya terbangun. Ditatapnya wanita yang duduk disampingnya itu, dengan tatapan mata yang redup. Gadis itu masih belum yakin apa yang tadi sudah didengarnya. "Tadi Mama bilang Kak Ardi sudah disini?" tanyanya tak percaya.


Melissa menganggukkan kepalanya, dan tersenyum pada anak gadisnya. "Cepatlah mandi! Mama mau memasak dulu," kata Melissa sebelum meninggalkan kamar anaknya.


Tak berapa lama, Jessie langsung berlari masuk ke kamar mandinya.


Di taman cahaya matahari mulai terasa panas, David pun mengajak Ardi untuk berpindah masuk ke dalam rumah. Dua lelaki itu akhirnya duduk di ruang tengah. David merasa sangat cocok berbincang dengan calon menantunya itu. Selain sopan, Ardi adalah sosok lelaki yang sangat cerdas dan bertanggung jawab.

__ADS_1


"Ardi. Bagaimana kabar perusahaan baru yang kamu kelola bersama Jessie?" tanya David sambil memandangi ekspresi Ardi.


Dengan bersikap setenang mungkin dan menutupi kegelisahan yang singgah di hatinya, Ardi pun menjawab dengan sopan. "Perusahaan mengalami perkembangan yang signifikan, bahkan beberapa investor menambahkan nilai investasi mereka. Proses pembangunan juga sudah berjalan 80%. Semoga saja awal tahun bisa diresmikan," jawabnya.


David tersenyum bangga pada menantunya itu. Dari awal dia sudah sangat yakin kalau Ardi memiliki bakat yang luar biasa. "Bagaimana dengan perusahaan barumu yang di Indonesia?" tanyanya lagi.


"Saat ini Ardi memang lebih fokus pada perusahaan yang dipimpin oleh Jessie. Namun perusahaan Ardi masih berjalan, saya juga sudah menyerahkan semuanya pada seseorang yang bisa dipercaya. Jadi untuk sementara, Ardi bisa fokus pada satu perusahaan dulu," jelas Ardi dengan sangat jelas.


Kemudian disaat dua lelaki sedang membicarakan tentang bisnis, seorang bidadari seolah muncul dari khayangan. Jessie berjalan menuruni tangga, dengan dress putih berbahan sifon yang sangat cantik. Ardi menatap tajam pada Jessie. Lelaki itu tak menyangka Jessie begitu cantik dan mempesona. Sedangkan David, hanya tersenyum melihat sikap Ardi yang terlalu takjub dengan penampilan Jessie. Memang gadis itu selalu saja cantik dan menarik. Pria mana yang sanggup mengacuhkan gadis cantik seperti Jessie.


"Sayang, kamu temani Ardi. Papa mau menemani Mamamu," kata David dengan senyuman menggoda.


"Setelah menikah, kamu baru bisa merasakan sendiri," jawab David sambil mencubit gadis itu, lalu pergi meninggalkan mereka.


Jessie menghampiri Ardi dan duduk di pangkuannya, sambil memeluk kekasihnya. Ardi merasa tak nyaman dengan posisi itu, dia pun mencoba menurunkan Jessie. Dia tak mau, jika keluarga Jessie berpikir dirinya tidak sopan sebagai tamu. "Sayang, turunlah! Jangan sampai Papa dan Mamamu melihatmu seperti itu," ujarnya.


"Kak Ardi tak romantis!" seru Jessie dengan wajah cemberutnya.


Gadis itu memaksakan dirinya untuk duduk di samping Ardi. Jessie merasa kesal, dia merasa Ardi tak seromantis papanya. Setiap hari Jessie selalu dihidangkan dengan pemandangan romantis antara kedua orangtuanya. Melihat sikap Ardi yang terlalu sopan, gadis itu menjadi kesal. Seolah dia sedang cemburu dengan mamanya sendiri.

__ADS_1


"Bahkan Papa, jauh lebih romantis dari Kak Ardi," gerutunya dengan bersungut-sungut.


Ardi hanya tersenyum melihat kekesalan gadis itu. Dia pun memikirkan sebuah cara agar kekasihnya tak kesal lagi. Setelah makan siang mereka berdua berpamitan pada David dan Melissa, untuk berjalan-jalan mencari udara segar. Ardi sengaja mengajak Jessie ke suatu tempat yang sedikit jauh. Tempat yang bisa memunculkan sisi romantis dalam dirinya.


Setelah dua jam perjalanan, sampai juga mereka di jalan sepanjang pantai selatan. Jessie tertidur di dalam mobil, sehingga dia tak menyadari dimana Ardi telah membawanya. Ardi harus menyusuri sebuah jalan sempit, untuk dapat memasuki sebuah pantai yang cukup indah di Jogja. Sampai di lokasi pantai, Ardi membangunkan kekasihnya. Jessie begitu terkejut menyaksikan pemandangan alam yang sangat indah itu. Dia pun segera turun dari mobil dan berlari tanpa alas kaki ke arah pinggir pantai.


Air laut yang jernih dan hamparan pasir putih yang kecokelatan yang luas, memanjakan setiap mata yang memandang. Karena medannya yang cukup sulit, menjadikan pantai itu sangat sepi. Jessie begitu senang berlarian di pasir putih, sambil tersenyum memancarkan wajah cantiknya. "Kak Ardi! Kemarilah!" seru Jessie dengan wajah berbinar.


Ardi pun menyusul Jessie yang memainkan kakinya dengan ombak kecil yang datang. Tiupan angin menghempas rambut Jessie dengan lembut. Dress putihnya terlihat begitu ringan tertiup angin pantai. Jessie terlihat sangat cantik dengan rambut dan bajunya yang terkena angin. Aura kecantikannya memancar berkali-kali lipat.


Setelah agak sore matahari mulai terbenam. Ardi mengajak Jessie duduk di pasir putih, sambil menikmati sunset yang sangat indah. Gadis itu menatap cahaya sunset yang sangat lembut yang menyinari wajahnya. Sebuah senyuman merekah dengan sangat manis, terlalu menggoda untuk lelaki di sampingnya.


Sedetik kemudian, Ardi sudah mencium bibir Jessie dengan sangat lembut. Sebuah ciuman hangat dengan cahaya sunset yang menyinari, menjadikan momen itu terlalu romantis dan tak terlupakan. Begitu melepaskan ciumannya, Ardi memeluk gadis itu dan berucap lirih di telinganya. "I love you Jessie," bisiknya pada kekasihnya.


Jessie melebarkan senyuman kebahagiaan di wajahnya. Dia pun memandang Ardi dengan lembut. "Aku juga sangat mencintai, Kak Ardi," ucapnya dengan tulus.


Setelah hari mulai agak gelap, mereka berdua kembali ke Solo. Sepanjang perjalanan, Jessie terus saja tersenyum membayangkan keromantisan yang sudah dilewatinya tadi. Dia merasakan kebahagiaan yang sangat indah.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2