Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Gagal Lagi


__ADS_3

Setelah menikmati sunset, kami semua dinner romantis di pinggir pantai. Suara deburan ombak, tiupan angin yang berhembus menambah indah suasana malam ini. Malam ini adalah hari terakhir Kak Adrian di Karimunjawa. Esok pagi, Kak Adrian dan Lidya akan kembali dengan penerbangan pertama.


Usai dinner, kami kembali ke kamar masing-masing. Melissa yang memasuki kamar langsung duduk di atas ranjang.


" Sayang, apakah kamu sudah siap untuk malam ini." Mellisa hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab.


Aku berjalan mendekatinya, lalu duduk disampingnya. Ku kecup keningnya, lalu turun ke bibirnya. Ciuman yang penuh gairah, membawa kami memperdalam ciuman panas ini. Tanganku mulai bergerilya menyusuri setiap lekuk tubuh Melissa. Melissa terlihat sangat menikmati sentuhan tanganku. Kemudian aku mengarahkan tanganku ke resleting belakang dress Melissa. Aku turunkan semakin ke bawah dan....


" Mas, tunggu sebentar," ucap Melissa di tengah gairah yang memuncak.


Aku menatapnya bingung. Melissa terlihat kecewa. Lalu berlari ke kamar mandi. Tak lama kemudian, dia keluar dari kamar mandi. Wajahnya terlihat murung.


" Mas, tamu bulananku datang," ucapnya lirih.

__ADS_1


" Apa... Gagal lagi?" Aku terlihat kaget sekaligus kecewa dengan apa yang aku dengar.


" Maafkan aku." Melissa mendekat dan memeluk tubuhku.


" Ini bukan salahmu. Mungkin ini hukuman, karena aku ketiduran di malam pertama kita," ucapku dengan tidak semangat.


Aku yang berada di puncak gairahku, dan tak mendapatkan pelepasan, harus rela berendam air dingin. Melissa masih merasa bersalah dengan semuanya, walaupun itu bukan salahnya. Setelah 1 jam berada di kamar mandi, aku keluar. Melissa masih terdiam di atas ranjang.


" Tak perlu merasa bersalah begitu Sayang. Aku bisa menahannya, jangan cemberut seperti itu," ucapku sambil mencium pipinya.


Melissa mulai tertidur di pelukanku. Hingga pagi hari ketika terbangun, aku tak mendapati Melissa di sampingku.


" Selamat pagi Mas," sapa Melissa.

__ADS_1


Aku menelan ludahku melihat penampilan Melissa pagi ini. Melissa memakai atasan tanpa lengan, dengan guntingan krah yang rendah. Dipadukan dengan hotpants yang memperlihatkan pahanya. Aku yakin setiap mata pasti melotot jika melihatnya.


" Sayang, bisakah kau ganti pakaianmu?," tanya ku dengan nada tidak senang.


" Kenapa Mas? Bukankah kita akan ke pantai? Baju ini sangat cocok untuk menikmati indahnya sunrise di pantai." Melissa masih belum mengerti maksud hatiku.


" Bagaimana bisa aku membiarkan semua orang menatap tubuh istriku? Aku tidak rela orang lain melihat tubuhmu. Cukup aku saja, yang melihat semua bagian dalam dirimu." jelasku.


Sebelum masuk kamar mandi, Melissa terlihat akan mengganti pakaiannya. Paling tidak dia mau mendengarkan ucapan suaminya. Setelah selesai mandi, aku keluar dan sudah mendapati Melissa dengan pakaian berbeda. Melissa memakai long dress warna putih, dengan belahan kaki one shoulder.


" Apapun yang di pakainya selalu saja cantik," ucapku dalam hati.


Aku mengenakan pakaian senada, kaos putih dan celana pendek selutut. Kami berjalan sambil bergandengan tangan, menyusuri pasir pantai yang membentang. Setiap orang yang berjumpa pasti menatap kami berdua. Mungkin kami terlihat serasi dan mempesona.

__ADS_1


Setelah lelah berjalan, aku dan Melissa berhenti di Karimun Resto. Restoran ini menawarkan berbagai macam makanan khas Karimunjawa. Melissa memesan Pindang Serani, sedangkan aku ingin mencoba Lontong Krobyok. Makanan khas Karimunjawa yang cukup terkenal di pulau ini. Kami berdua sangat menikmati momen kebersamaan ini.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2