
Hari ini adalah hari peresmian Presiden Direktur yang baru. Rudy Gunawan yang tidak lain adalah Ayahku ingin memperkenalkan aku, anak lelaki satu-satunya kepada publik. Ayah terlalu senang, ketika pada akhirnya aku mau bergabung dengan Gunawan Corp. Itu semua karena Melissa Anjani, seorang wanita yang sangat aku cintai. Jika The Java Resort Bali tidak bermasalah, aku tak mungkin memikul tanggung jawab sebesar ini.
Aku berjalan menyusuri red carpet Ballroom The Java Hotel Solo di dampingi istriku tercinta. Ayahku memilih untuk menyelenggarakan acara di hotel ini. Semua pengusaha ternama di negara ini menghadiri acara pelantikan Gunawan Corp. Saat kami berdua memasuki ballroom, ribuan pasang mata memandang i kami.
" Mas... aku malu dilihat ribuan orang disini," suara Melissa terdengar lirih di telingaku.
" Tenanglah, mereka hanya iri akan kecantikan yang bersinar dalam dirimu." Aku mencoba menenangkan hati istriku.
Aku, Melissa dan seluruh keluargaku duduk di barisan paling depan. Tak lama setelah kami duduk, Ayahku berjalan menuju podium.
" Selamat malam dan Selamat datang seluruh tamu undangan yang saya hormati. Malam ini saya ingin memperkenalkan seorang penerus Gunawan Corp, David Gunawan. Anak lelakiku satu-satunya. Selama ini David selalu menolak untuk menjadi penerus ku. Tetapi berkat pengertian dari menantuku, akhirnya dia mau menggantikan posisiku. Mari kita sambut Presiden Direktur Gunawan Corp dan istrinya, David dan Melissa." Perkataan Ayah membuat seluruh ballroom bersorak dan bertepuk tangan.
Aku dan Melissa naik ke podium.
" Terimakasih atas sambutan yang sangat hangat kepada kami. Untuk ke depannya mari kita saling mendukung dan tetap menjalin kerjasama yang semakin baik. Terimakasih." Aku menggenggam tangan Melissa menuruni podium.
Setelah acara selesai, kami pulang ke rumah yang kami tempati sejak menikah.
" Mas, tadi Ayah menyuruh kita segera pindah ke rumah yang sudah disiapkannya." Melissa menatapku dan bergelayut manja di lenganku.
__ADS_1
" Sayang mau pindah?" tanyaku.
" Kalau aku harus ikut kemana suamiku tinggal" jawabnya.
" Benar-benar istri idaman, aku jadi makin cinta," ku kecup keningnya dengan lembut.
" Ayo kita tidur, pasti kamu sangat lelah," ucapku.
Kami tiduran di ranjang, tak berapa lama Melissa benar-benar tertidur. Sebenarnya aku sudah mendengar Ayah memberikan rumah untuk kami. Beliau berkata itu adalah hadiah pernikahan untuk ku juga Melissa.
Pagi harinya seluruh berita cetak ataupun elektronik memberitakan acara peresmian semalam. Sekarang kemanapun kami melangkah pasti menjadi pusat perhatian.
Andrew yang melihat berita di televisi menjadi geram. Dia mengepalkan tangannya dan memukul meja di depannya.
" Dasar wanita bodoh, memberi informasi saja tidak berguna." Andrew terus saja menggerutu karena ide bodoh Sandra.
Tok Tok Tok
" Masuklah ," ucap Andrew dingin
__ADS_1
Terlihat Nindy sekretaris Andrew masuk ke ruangannya.
" Ada Nona Sandra di depan Pak," kata Nindy sopan.
" Suruh dia masuk," perintah Andrew.
Nindy pun keluar dan mengantar Sandra ke ruang atasannya.
" Bagaimana bisa rencanamu gagal?." Sandra langsung bertanya karena penasaran.
" Ini karena ide bodoh mu," cetus Andrew dingin.
" Aku juga tak menyangka, kalau dia anak dari pengusaha kaya itu," jelas Sandra.
" Bahkan kekayaannya, tak bisa jika dibandingkan denganku. Aku tak ada apa-apanya." Perkataan Andrew membuat Sandra melotot mendengar ucapan Andrew.
" Benarkah? Apa David memang sekaya itu? Atau mungkin Melissa menikahinya karena dia pewaris Gunawan Corp? Melissa sangat beruntung, aku jadi semakin iri kepadanya," ucap Sandra.
Sandra mulai memikirkan cara apa yang harus dia lakukan, untuk merebut David dari Melissa.
__ADS_1
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰