
Suasana sekolah sudah sangat sepi, sepertinya Jessie dan Jason datang terlambat. Untung saja gerbang tidak terkunci, mereka bisa masuk ke halaman sekolah. Beberapa murid yang terlambat sudah berbaris di tengah lapangan. Dengan buru-buru kedua saudara kembar itu memasuki barisan.
Di depan barisan, terlihat Pak Dani guru BP sedang berdiri memberikan pembinaan pada murid yang terlambat. "Sebagai seorang murid, kalian seharusnya mematuhi peraturan sekolah. Datang 5 menit sebelum jam masuk, bukan 5 menit setelah jam masuk."
Seluruh murid justru merasa lucu mendengar perkataan guru BP. Mereka malah tertawa terbahak-bahak. Akhirnya setiap murid mendapatkan hukuman masing-masing. Jessie mendapatkan hukuman membersihkan UKS, sedangkan Jason harus merapikan buku di perpustakaan.
Jessie berjalan dengan beberapa peralatan kebersihan menuju UKS. Entah itu kebetulan atau takdir, ruang UKS berada tepat di kelas Ardi. Dari tempat duduknya, Ardi melihat gadis yang baru saja menjadi kekasihnya memasuki UKS sambil membawa peralatan kebersihan. Dia pun beralasan dengan guru yang mengajar, kalau sedang tak enak badan dan ingin istirahat di UKS. Untung saja guru pengajar percaya dan mengijinkannya.
Dengan tanpa suara Ardi mendekati Jessie dan memeluknya dari belakang. "Mau aku bantu cantik?" tanyanya.
Jessie yang sangat terkejut dengan spontan memukul orang yang memeluknya tanpa ijin dengan kemoceng.
" Aduh!! Sakit Sayang," gerutu Ardi.
Jessie membelalakkan matanya begitu melihat lelaki yang dibelakangnya. "Maaf Kak Ardi, aku kira ada orang yang kurang ajar. Jadi refleks aku memukul," ucapnya dengan sangat menyesal.
Ardi tersenyum memandangi kekasihnya yang berdiri didepannya itu. "Kenapa bisa terlambat berangkat ke sekolah?" tanyanya.
" Gara-gara Mama terlambat bangun, kita semua jadi terlambat. Kak Ardi kok bisa ada disini?" tanya Jessie.
Ardi tersenyum dan mengelus rambut Jessie. "Aku ingin menemani kekasihku yang cantik ini," jawabnya.
Wajah Jessie langsung merona mendengar rayuan Ardi. Berada di ruangan yang sama dengan Ardi membuat hatinya berdebar. Jessie jadi teringat kejadian di kamar Mamanya. Dia pun senyum-senyum sendiri dalam lamunannya.
Melihat Jessie melamun sambil senyum-senyum, tanpa disadari oleh gadis itu Ardi mengecup lembut kening Jessie. "Jangan kebanyakan melamun Sayang" ucapnya lirih.
Jessie sangat terkejut mendapatkan kecupan lembut di keningnya. "Kak Ardi, jangan nakal," kata Jessie malu-malu.
Ardi dan Jessie akhirnya membersihkan UKS bersama-sama. Hukuman yang seharusnya menyebalkan untuk Jessie, justru menjadi hukuman yang mendebarkan sekaligus menyenangkan. Karena paling tidak mereka berdua bisa menghabiskan waktu untuk bersama.
Akhirnya UKS sudah lebih bersih dan rapi. Jessie tersenyum senang karena hukumannya terasa ringan. Bahkan sama sekali tak ada rasa lelah
__ADS_1
" Terimakasih Kak. Tanpa Kak Ardi tak akan selesai secepat ini," ucapnya senang.
" Tak masalah. Nanti siang pulang bersamaku ya..." Ardi menunjukkan wajah memohon pada kekasihnya itu.
" Nanti aku akan bilang ke Jason dulu," jawabnya.
Sepulang sekolah benar saja, Ardi menunggu Jessie di sebelah mobilnya. Tak jauh dari tempatnya berdiri, mobil Jason juga terparkir disana. Jason yang lebih dulu datang langsung menghampiri Ardi.
" Jaga Jessie dengan baik, jangan melakukan yang tidak-tidak," ucap Jason dengan dingin.
" Tentu saja aku akan menjaganya," jawab Ardi ramah.
Tak lama setelah perbincangan 2 lelaki itu, Jessie pun datang. Wajahnya berbinar terlihat senang. Jessie mendekati saudara kembarnya. "Jangan khawatirkan aku, Kak Ardi pasti menjagaku dengan baik," katanya.
Dari dalam mobilnya, Jason masih memandangi mobil Ardi yang melaju meninggalkan halaman parkir sekolah. Jason berniat untuk mengikuti mereka diam-diam. Namun di depan gerbang sekolah, terlihat Kanaya sedang berdiri sendirian.
Tin... Tin... Tin
" Aya masuklah aku akan mengantarmu," ajak Jason sambil membuka pintu mobilnya.
Kanaya terlihat sungkan memasuki mobilnya. "Apakah tidak merepotkanmu Kak?" tanyanya.
" Tak repot sama sekali," jawabnya sambil melajukan mobilnya.
" Kenapa Jessie tidak pulang bersama Kakak?" tanyanya lagi.
Wajah Jason terlihat sedikit kesal, saat Kanaya menanyakan soal Jessie. "Jessie lebih memilih pulang bersama kekasihnya," jelas Jason.
Ekspresi Kanaya sedikit terkejut mendengar jawaban lelaki disampingnya. "Jadi Jessie sudah punya pacar ya," ungkapnya tak percaya.
" Dia pacaran sama ketua OSIS," jawab Jason kesal.
__ADS_1
Kanaya mendadak menunjukkan ekspresi senang. Senyuman terlukis di wajahnya. "Akhirnya Kak Ardi bisa mendapatkan Jessie, setelah sekian tahun menunggu," tutur Kanaya.
" Sedekat apa hubunganmu dengan Ardi? Kamu terdengar sangat mengenalnya." Jason semakin kesal mengetahui kedekatan Kanaya dan Ardi.
Kanaya menangkap nada cemburu dari pertanyaan Jason. Dia pun tersenyum senang menatap lelaki disampingnya. "Kak Ardi adalah sepupuku. Sejak pertama kali melihat Jessie mengikuti Ospek, Kak Ardi sudah jatuh hati dengannya. Hanya saja dia belum menemukan waktu yang tepat untuk mendekatinya. Bahkan Kak Ardi menolak setiap wanita yang mendekatinya," jelas Kanaya.
"Bukankah Ardi seorang playboy yang suka berganti-ganti pacar?" Jason semakin penasaran.
"Kakak sudah salah menilainya. Bahkan selama disekolah ini, dia tak pernah memiliki pacar. Wanita-wanita itu saja yang mengaku-ngaku sebagai pacarnya," jawabnya.
Jason pun merasa lega, seolah setengah beban di pundaknya berkurang. Selama ini Jason telah salah menilai tentang Ardi. Dia berpikir Ardi hanya akan mempermainkan Jessie, lalu meninggalkannya setelah bosan. Setelah mendengar cerita Kanaya, sepertinya Jason tak perlu terlalu mengkhawatirkan adiknya yang berpacaran dengan Ardi.
Tanpa terasa mobil Jason sudah sampai di depan rumah Kanaya. Gadis itu membuka pintunya lalu keluar. Kemudian Kanaya berdiri di depan pintu mobil Jason sambil menatapnya. "Tak perlu memikirkan Jessie lagi, cukup Kanaya yang perlu Kakak pikirkan," ucapnya dengan senyuman menggoda.
Kanaya berjalan memasuki gerbang rumahnya, Jason menyusulnya dengan setengah berlari.
"Tunggu!!" teriak Jason agak pelan.
Kanaya langsung memalingkan badannya, dan Jason malah menubruknya tanpa sengaja. Hingga Jason terjatuh di atas tubuh Kanaya. Kedua insan yang saling merindu itu, menatap mata masing-masing. Kedua hati semakin berdebar tak beraturan. Seolah jantung mereka saling berlomba dengan degupan yang semakin kencang. Sepertinya cinta yang sekian lama terpendam akan bersemi kembali.
Ketika Jason menyadari betapa canggungnya posisi mereka, dia pun membantu Kanaya untuk berdiri.
"Maaf aku tak sengaja," ungkap Jason malu-malu.
Kanaya tersenyum pahit mendengar ucapan maaf dari lelaki yang disayanginya selama bertahun-tahun. Bahkan sejak dia masih kecil.
"Aku lebih senang kalau kalau Kak Jason melakukannya dengan sengaja," jawabnya.
Jawaban Kanaya justru memberikan ribuan pertanyaan dalam benak Jason. Lelaki itu terlihat bingung dalam mencerna ucapan gadis yang menjadi cinta masa kecilnya. Kanaya seakan mengerti kebingungan, yang dirasakan lelaki yang berdiri di depannya. Kanaya pun menarik Jason mendekat ke tubuhnya, lalu sedikit berjinjit untuk mencium bibir lelaki itu. Dengan sangat lembut mereka berdua saling membalas ciuman itu. Seolah ribuan pertanyaan dalam benak Jason telah mendapatkan jawaban.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰
__ADS_1