
Melissa masih tidur di pelukanku. Hingga malam tiba kami berdua belum beranjak dari ruang pribadiku.
" Sayang, kamu mau menginap bersamaku malam ini?" tanyaku sambil mengecup kening Melissa.
" Aku harus pulang, besok pagi aku ada Rapat Dewan Direksi. Penunjukan Kak Adrian menjadi General Manager di The Java Hotel." Melissa membuka matanya dan bergelayut manja di dadaku.
" Akhirnya Kak Adrian mau juga menggeluti bisnis hotel." Tanyaku sambil memainkan rambut kekasihku.
" Awalnya dia menolak permintaanku dan Mas Randy. Dia mengatakan berbagai alasan. Namun setelah kami mendesaknya terus, Kak Adrian menyetujuinya. Dengan syarat, dia akan membeli setengah saham milik Mas Randy," jelas Melissa.
" Baguslah kalau begitu. Ayo kita makan malam, setelah itu aku akan mengantarmu ke hotel." Kami berdua turun ke Cafe setelah selesai makan, aku langsung mengantarkan Melissa kembali ke hotel.
The Java Hotel Solo
Rapat Dewan Direksi berjalan cukup lancar. Mulai besok Kak Adrian resmi menjabat sebagai General Manager The Java Hotel Solo. Setelah makan siang barulah rapat selesai. Melissa, Adrian dan Randy terlihat sedang menikmati makan siang bersama.
__ADS_1
" Kak Adrian, mulai besok aku kembali ke Semarang. Aku menyerahkan urusan hotel padamu, tentu saja Melissa juga akan membantumu," ucap Randy.
" Kak Adrian akan tinggal dimana? Apakah di hotel seperti aku?" tanya Melissa pada Kakaknya.
" Bagaimana kalau Kak Adrian dan Melissa tinggal di rumah yang dekat Bandara? Lagian rumah itu kosong setelah kepindahan kami sekeluarga." Randy menawarkan rumahnya pada Melissa dan Adrian.
" Bukannya aku menolak, tapi selama ini kamu sudah banyak membantu keluargaku. Aku tak ingin terus bergantung padamu. Mungkin aku akan membeli rumah yang dekat dengan hotel saja," jawab Adrian dingin seperti biasa.
" Apa yang kamu katakan Kak? Aku tak memiliki siapa-siapa lagi selain kalian. Kak Adrian dan Melissa juga keluargaku, aku sangat menyayangi kalian. Aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk keluarga kita." Ucapan Randy membuat haru orang yang mendengarnya.
Beberapa saat kemudian, mereka bertiga hanya terdiam tanpa ada yang bicara. Melissa terlihat sedang memainkan ponselnya. Adrian menghabiskan makanannya. Randy terlihat sedang memikirkan sesuatu.
" Ibu sudah meminta Paman dan Bibi untuk mengurusi Guest House di Jogja. Jadi aku tidak berani mengusiknya tanpa persetujuan dari Ibu." Jawab Randy.
Setelah pembicaraan yang panjang, mereka memutuskan untuk melakukan aktivitas masing-masing. Randy pulang ke rumahnya, untuk bersiap kembali ke Semarang. Adrian kembali ke hotel tempatnya menginap, sambil menghubungi agen properti. Melissa, seperti biasanya dia selalu merindukan kekasihnya. Dia pun langsung menemuinya di Cafe.
__ADS_1
Mel'S Cafe
Melihat Melissa menuruni taksi, hatiku menjadi berdebar. Melissa terlihat sangat elegan dengan rok pensil yang dipadukan dengan blazer warna senada. Setiap detik rasa cintaku semakin bertambah.
" Selamat datang Sayang." Aku berdiri menyambut kedatangan Melissa, lalu mencium pipinya.
" Aku lelah sekali," keluh Melissa sambil meletakan tas di atas meja.
" Mau istirahat di atas?" tanyaku sambil memegang tangannya.
" Mau disini saja, aku sedang menunggu Lidya," jawabnya.
" Lidya mau kesini?" tanyaku lagi.
" Tadi aku menghubunginya." Melissa pun meminum stroberi smoothies yang aku siapkan.
__ADS_1
Kemudian kami berdua mengobrol sambil menunggu Lidya. Melissa menceritakan kalau Randy memintanya tinggal dengan Adrian di rumah yang dekat bandara. Namun mereka berdua menolak. Melissa lebih suka tinggal di hotel, sedangkan Adrian akan membeli rumah yang dekat dengan hotel.
Jangan Lupa ❤️ Like, Vote, dan Komentarnya... Happy Reading 🥰🥰