Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
The Real First Night


__ADS_3

Setelah menghabiskan seminggu kebersamaan di Karimunjawa, Melissa mengajak pulang ke Solo.


" Mas, besok pagi kita kembali ke Solo yuk," ajak Melissa.


" Tak ingin honeymoon dulu kemana gitu?" tanyaku sambil mengelus rambutnya.


" Aku pinginnya ke Jepang di musim sakura," ucap Melissa.


" Sayang, musim sakura telah lewat. Kita bisa ke Jepang tahun depan, jika ingin melihat bunga sakura. Lalu rencana honeymoon kita?" tanyaku.


" Kita tunda dulu, sampai bunga sakura mekar lagi." Melissa tersenyum menggodaku.


Besoknya kami berdua benar-benar kembali ke Solo, dengan menaiki pesawat komersil. Sampai di Solo aku membawa Melissa ke sebuah tempat.


" Mas, ini rumah siapa?" Tanya Melissa sambil menatap rumah mewah didepannya.


" Rumah ini adalah kado pernikahan untukmu," jawabku.


Aku membangun rumah di kawasan elite selatan Kota Solo. Rumah ini terlihat mewah, dengan 2 lantai. Halaman rumah cukup lebar, terdapat 3 garasi mobil. Di samping rumah di bangun taman bunga dan ada kolam ikannya. Sebenarnya rumah ini sudah setahun lalu dibangun. Aku sengaja ingin memberikan kejutan pada istriku.


" Mas, apa ini tidak berlebihan?" ucapnya lirih.

__ADS_1


" Tidak ada yang berlebihan jika itu untukmu Sayang." Aku mengecup bibirnya sekilas.


" Ayo kita masuk," ajakku kepadanya.


Kami berdua memasuki rumah, di dalam sudah ada beberapa orang menyambut kami.


" Sayang, perkenalkan ini Bibi Meri dan Astuti mereka berdua pelayan di rumah kita. Ini Pak Agus, dia penjaga rumah kita. Satu lagi, ini Pak Heri sopir kita. Mereka semua yang akan membantumu mengurus rumah ini." Melissa hanya tersenyum.


" Selamat datang Nyonya." Mereka berempat serempak menyambut Melissa.


Setelah acara perkenalan singkat, aku mengajak Melissa keliling rumah ini. Melissa terlihat senang dan bersemangat.


" Mas, dimana kamar kita? Tanya Melissa sambil menengok kanan kiri.


Sampai di atas, Melissa tercengang dengan desain kamarnya. Kamar yang luas dengan jendela kaca besar, dilengkapi dengan sofa panjang di depannya. Ranjang ukuran king size, terlihat begitu elegan. Kamar ini dilengkapi dengan dressroom yang tertata sangat rapi. Belum lagi kamar mandinya sangat besar, dengan bathtub yang lebar. Melissa terkagum-kagum dengan yang dilihatnya.


" Kamu suka Sayang?" tanyaku.


" Mas, ini benar-benar sangat indah. Kapan kamu menyiapkannya?" Melissa melihat-lihat isi dressroom di kamarnya.


" Sudah setahun aku menyiapkan ini semua. Ayo kita istirahat sebentar, jangan sampai kelelahan." Aku mengajak Melissa tidur dalam pelukanku. Aku tak ingin dia kelelahan setelah perjalanan jauh.

__ADS_1


Tanpa terasa kami berdua tertidur cukup lama, hingga hari sudah mulai menjelang malam.


" Bangun Sayang, ini waktunya makan malam." Aku sengaja mengecup bibirnya, agar Melissa cepat bangun.


Setelah bangun kami berdua makan malam di bawah. Selesai makan kami kembali ke kamar.


" Mas tadi sudah mandi ya... Kalau begitu aku mandi dulu." Melissa memasuki kamar mandi.


Di ranjang, aku menunggu Melissa keluar dengan hati yang sangat berdebar. Tadi pagi Melissa mengatakan kalau tamu bulanannya sudah selesai. Tak lama kemudian, Melissa keluar memakai bathrobe dengan rambut yang basah.


" Sayang, bolehkah aku memintanya sekarang?" tanyaku dengan tatapan penuh gairah karena melihat istriku.


Tanpa menjawab Melissa hanya tersenyum, kemudian duduk di pangkuanku. Melissa mencium bibirku, merasa mendapatkan lampu hijau aku langsung membalas ciumannya. Aku dorong Melissa hingga posisinya tertidur.


Aku mulai menciumi leher Melissa, tanganku bergerilya di setiap sudut tubuhnya. Kecupanku semakin, turun menuruni seluruh bagian tubuhnya. Melissa mulai mengerang menikmati sentuhan yang aku berikan. Tak tahan mendengar desahannya, aku mulai menciumi bibirnya. Ciuman kali ini semakin dalam, hingga nafas Melissa tidak beraturan.


" Mas... " Melissa memanggilku dengan suara mendesah yang sangat menggoda.


" Aku akan pelan- pelan Sayang," ucapku untuk menenangkan Melissa.


Tanganku mulai menyentuh area sensitifnya. Ternyata sudah basah, berarti Melissa sudah sangat siap. Aku memulainya dengan sangat lembut, agar Melissa tak kesakitan. Melissa menatapku dengan pasrah. Air mata mulai mengalir di pipinya. Aku yang tak tega melihatnya, mempercepat gerakanku. Tubuh kami bergetar bagaikan terbang ke surga. Melissa semakin memelukku erat. Kemudian ku mengecup keningnya dan membiarkan dia tidur di pelukanku.

__ADS_1


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2