
Ku lihat pandangan kosong pada tatapan Melissa. Tersirat kegelisahan begitu terasa di hatinya.
" Kenapa Sayang?" tanyaku membuyarkan lamunannya.
" Mungkinkah lelaki yang juga pernah ku tolong, beberapa tahun lalu adalah Tomy?" jawabnya ragu.
" Memangnya kapan itu Sayang?" tanyaku lagi.
" Itu sudah sangat lama Mas, aku tak ingat kapan tepatnya. Tapi aku sempat meninggalkan catatan kecil pada lelaki itu." Melissa masih meraba ingatannya.
" Apa kertasnya berwarna kuning?" tanyaku.
" Darimana Mas tahu, kalau warna kertas itu kuning?" Tanyanya penasaran.
" Karena yang ku tahu, Tomy selalu menyimpan secarik kertas kuning di dompetnya," jawabku.
" Apa Mas tahu isinya?" tanyanya semakin penasaran.
" Tomy pernah memperlihatkan padaku, tapi aku tak pernah membaca isinya." Aku pun mulai penasaran dengan tulisan di kertas itu.
" Mungkinkah ini alasan Tomy memandangku dengan tatapan yang sulit diartikan? Apakah aku boleh menemuinya Mas?" Melissa terlihat begitu ingin menyatukan puzzle dalam ingatannya.
__ADS_1
" Aku mengijinkanmu menemuinya, tapi kamu harus berjanji padaku. Apapun nanti yang diucapkannya, tak kan mengubah sedikit pun rasa cintamu untukku." Ku peluk erat istriku, rasanya aku begitu takut kehilangannya.
" Percayalah cintaku hanya untukmu Mas." Melissa mengecup bibirku singkat.
Kali ini aku harus merelakan Melissa bertemu lelaki lain. Meskipun dia adalah sepupu ku sendiri, aku tetap saja cemburu. Ku biarkan istriku menyatukan potongan kenangan,
yang telah lama tersimpan di dalam hatinya. Ku atur pertemuan Tomy dengan istriku di Mel'S Cafe malam ini. Hatiku menjadi tidak karuan, memikirkan apa yang terjadi setelah pertemuan itu.
Melissa sudah duduk di VIP room dengan sedikit gelisah di wajahnya. Tak lama setelah itu, datanglah Tomy dengan wajah yang berbinar.
" Melissa sudah menunggumu di VIP room," ucapku padanya.
" Masuklah Tomy," ucap Melissa begitu melihat kedatangannya.
Tomy duduk di hadapannya, aku pun keluar memberi ruang untuk mereka berdua.
" Kenapa kamu ingin menemui ku?," tanyanya.
" Apa kamu masih mengingat wanita yang menolongmu beberapa tahun silam?" Tanya Melissa dengan ekspresi yang sulit diartikan.
" Bagaimana aku bisa melupakannya, dia wanita pertama yang menyentuh hatiku. Detik ini pun aku terus jatuh cinta padanya. Aku pun telah berjanji akan membalas kebaikan Malaikat Penolongku." Pandangan Tomy benar-benar seperti orang jatuh cinta.
__ADS_1
" Bukankah kamu telah menjadi kekasih Bella?" tanya Melissa.
" Itu hanya settingan, seorang model memerlukan orang berpengaruh di belakangnya. Aku dan Bella tak ada hubungan apapun," jawabnya.
" Apakah itu artinya kamu mencintaiku? Karena wanita yang menolongmu malam itu adalah aku, istri dari sepupumu sendiri." Melissa mulai memainkan ucapannya.
" Sejak kapan kamu menyadari itu?" Ekspresi Tomy terlihat kaget mendengar perkataan Melissa.
Melissa terdiam menatap kegelisahan hati Tomy. Dia harus memikirkan dengan tepat, kata-kata apa yang akan diucapkannya.
" Apa yang kamu harapkan dariku? Bukankah tatapan matamu kepadaku tersimpan banyak arti?" tanyanya lagi.
" Aku ingin menggantikan posisi David dalam hidupmu. Tidakkah sedikit saja kamu memiliki perasaan terhadapku. Bahkan aku bisa lebih baik dari David. Jadilah Malaikat dalam hidupku. Tidakkah kamu tahu, aku sudah terlalu lama menunggumu." Tomy terlihat serius dengan perkataannya.
" Sepertinya kamu tidak cukup tahu tentangku. Cinta Mas David telah mengalir di seluruh hati dan jiwaku. Tanpanya aku tak akan hidup," ucapnya.
" Dan aku akan merebut dirimu darinya. Tak peduli apapun caranya. Tunggulah aku menjemputmu menjadi istriku." Tomy tersenyum dengan ekspresi aneh.
Melissa hanya menatapnya dengan ekspresi dingin, tak ada yang bisa mengartikannya.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰
__ADS_1