Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Foto Masa Kecil


__ADS_3

Pagi harinya di sekolah, Jessie bermaksud untuk berbicara serius dengan Kanaya. Namun wali kelasnya mengatakan, kalau hari ini Kanaya tidak masuk karena sakit. Dengan alasan ingin menjenguknya, Jessie meminta alamat rumah Kanaya. Jessie sudah membulatkan tekadnya, untuk membantu Jason mendekati teman sekelasnya itu. Jessie jadi kurang konsentrasi dengan pelajarannya, gara-gara membayangkan ekspresi saudara kembarnya, jika bertemu langsung dengan gadis yang disukainya.


Bel sekolah telah berbunyi, para murid berhamburan pulang ke rumahnya. Dari kejauhan, Jessie sudah melihat Jason berdiri di samping mobilnya. Dengan sedikit senyuman, Jessie berjalan ke arah Jason


" Kak, kita mampir ke toko buah dulu ya," ajaknya.


Tanpa menjawabnya, Jason langsung menghentikan mobilnya di depan toko buah yang cukup ramai. Jessie memesan sekeranjang buah yang dibungkus dengan sangat cantik. Setelah membayar, Jessie kembali ke mobilnya.


" Siapa yang akan kamu berikan buah itu?" tanya Jason.


" Kita mampir ke rumah temenku sebentar. Wali kelas tadi berkata, dia sedang sakit. Ini alamatnya." Jessie memberikan secarik kertas berisi alamat teman sekelasnya.


Setelah 15 menit perjalanan, sampailah mereka berdua di rumah besar berpagar hitam. Jessie sempat turun dan bertanya pada penjaga rumah itu, ternyata alamatnya memang benar.


" Ayo Kak temani aku," ajaknya.


" Aku menunggu disini saja," ucap Jason.


Jessie memaksanya dengan menarik-narik tangan Jason. Awalnya dia sempat menolak, tapi luluh juga mendengar rengekan adik kandungnya. Mereka berjalan memasuki halaman, diantar oleh penjaga. Tak berapa lama, seorang wanita paruh baya keluar.

__ADS_1


" Mau ketemu Nay ya..." Wanita itu sangat ramah menyambut kedatangan kami.


" Iya Tante, yang saya dengar dia sedang sakit." Jessie menjelaskan maksud kedatangannya.


Wanita itu membawa kami di kamar yang ada di lantai atas. Dibukanya pintu kamar dengan lebar.


" Nay... ada temanmu disini," ucap wanita itu.


" Iya Ma..." jawab Kanaya sambil memalingkan wajahnya dan menatap kami berdua.


Begitu gadis yang dipanggil Nay itu menoleh, seketika itu juga tubuh Jason lemas. Seolah seluruh tenaganya telah menghilang. Di tatapnya gadis yang terbaring lemah di atas ranjang itu. Kanaya juga tak percaya siapa yang ada dihadapannya.


Jason mendekati Kanaya dan menggenggam tangannya.


" Bagaimana kamu bisa sampai sakit Aya? ucapnya lirih.


" Aku cuma kecapekan aja, karena pesta ulang tahunku kemarin." Kanaya masih terlihat lemas tak berdaya.


Jessie tersenyum senang menatap dua insan yang saling merindukan itu. Sebenarnya Jessie juga tahu kalau Kanaya sangat mencintai saudara kembarnya. Jessie hanya menunggu waktu yang tepat untuk mempertemukan mereka.

__ADS_1


" Kanaya, cepatlah sembuh. Aku tak ingin Kakakku terus mengkhawatirkan mu, sampai tak tidur," kata Jessie.


" Benarkah Kak?" tanya Kanaya.


Wajah Jason mendadak memerah mendengar Jessie meledeknya.


" Yang penting sekarang kamu sembuh dulu, ada banyak hal yang ingin kukatakan setelah kesembuhan mu," jelas Jason


Kanaya mengulas senyuman di bibirnya. Sebisa mungkin dia ingin segera sembuh dan mendengarkan apa yang akan di katakan Jason kepadanya.


Jessie melihat-lihat kamar temannya itu. Dilihatnya sebuah foto lelaki kecil terpasang rapi di meja belajar Kanaya. Jessie memperhatikan foto itu dengan cermat.


" Bukankah ini foto masa kecil Kak Jason?" tanya Jessi.


Jason langsung memandang Kanaya dengan banyak pertanyaan. Sedangkan Kanaya terlihat malu, karena ketahuan menyimpan foto lelaki di hadapannya.


" Bagaimana Kanaya bisa mendapatkan fotoku? Perasaan apa yang dimiliki Kanaya terhadapku?" Jason bertanya dalam hatinya.


Jason semakin penasaran, dan berharap segera mendapatkan jawaban.

__ADS_1


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰


__ADS_2