
** 2 Tahun Kemudian **
Semakin hari Mel'S Cafe semakin ramai. Terkadang aku merasa lelah, lelah menunggu dalam ketikdakpastian. Selama 2 tahun terakhir ini, setiap liburan aku selalu ke Blue Java Resort. Harapanku bisa berjumpa dengan Melissa ternyata sia-sia. Sepertinya Melissa benar-benar tak ingin jumpa denganku. Rasanya sakit sekali, seolah sesak tiap kali akan bernafas. Aku juga tak pernah menyangka, mencintai itu sangat menyakitkan. Aku berulang kali mencoba membuka hatiku, semua percuma. Seolah Melissa sudah menjadi darah dan nafasku. Kalaupun aku harus mati karena menunggunya aku rela, asalkan cintanya hanya untukku.
"Kak David!" teriak Bella sambil memasuki Mel'S Cafe.
"Kamu tidak ada pemotretan?" tanyaku padanya.
"Aku sengaja libur, karena aku merindukanmu Kak," rengeknya sambil memeluk aku.
"Sudah lepaskan! Aku tak mau jadi bahan gosip," kataku kepada Bella yang terlihat cemberut.
"Kapan kamu bisa mencintai aku, Kak?" tanyanya padaku.
"Lupakan cintamu padaku, aku tak bisa mencintaimu," jelasku pada Bella.
Bella adalah seorang model yang sedang naik daun. Pertama aku mengenalnya ketika dia sedang bertengkar dengan seorang pria.
**Flashback On**
__ADS_1
Malam itu adalah malam Minggu. Suasana Mel'S Cafe yang sangat ramai, memaksaku untuk turun dan membantu karyawan yang lain. Ketika aku sedang membuat minuman bersama seorang Barista di Cafe, terdengar ribut-ribut di lantai atas. Aku melihat seorang pria sedang menarik dan memaksa seorang wanita ikut dengannya. Wanita itu menolak dengan suara keras.
"Lepaskan tanganmu, kamu menyakiti aku." Suara wanita itu membuat pengunjung memperhatikannya.
"Cepatlah ikut aku, tak peduli kamu suka atau tidak!" Suara pria itu langsung saja membuatnya menjadi pusat perhatian.
Wanita itu terus menolak hingga terjadi tarik menarik.
"Tolong lepaskan tanganmu dari wanita itu." Suaraku kali ini terdengar cukup tegas.
"Siapa kamu berani-beraninya ikut campur urusanku?" tanya pria itu.
"Aku tak suka ada keributan di Cafe milikku," jelasku kepada pria yang menatapku dengan tajam.
"Terimakasih Kak atas bantuannya," ucap wanita itu kepadaku.
"Lain kali lebih hati-hati." Aku memberikan saran padanya.
"Dia mantan pacarku, tetapi masih belum menerima kalau aku memutuskannya. Namaku Bella." Wanita itu mengulurkan tangannya kepadaku.
__ADS_1
"Namaku David, senang berkenalan denganmu. Silahkan dilanjutkan acara kalian." Aku segera turun kembali membantu karyawan lain.
** Flashback Off **
Sejak perkenalanku dengan Bella, dia jadi lebih sering mampir ke Cafe. Terkadang dia juga melakukan pemotretan di Cafe ini. Hubungan kami juga makin akrab. Terkadang dia memintaku menemaninya ke acara-acara fashion shownya. Aku tak punya perasaan lebih dari sekedar teman. Aku cuma merasa tak nyaman kalau menolak. Karena dia juga, pelanggan tetap Cafe. Terkadang dia membawa rombongan satu timnya kesini. Lumayanlah buat menambah omzet.
Tiba waktunya menjelang sore, aku merasa suntuk berada di kamarku. Kondisi Cafe juga tidak terlalu ramai. Aku menuruni tangga kamarku, lalu duduk di meja kasir. Tak berapa lama jantungku seakan berhenti berdetak melihat sosok wanita di depanku.
"Melissa!" panggilku pada wanita yang aku lihat itu.
Wanita itu menoleh dan benar dia adalah seseorang yang sudah lama aku nantikan.
"David!" Hanya itu yang mampu dia ucapkan.
Kami berdua saling menatap, tak percaya satu sama lain. Dari rasa kaget bercampur bahagia menjadi satu. Tiba-tiba seorang anak kecil berlari menghampiri Melissa.
"Mommy!" Suara anak kecil memecahkan lamunanku dan Melissa. Gadis kecil itu terlihat bahagia dan memeluk erat Melissa.
Aku tak percaya yang baru saja kudengar.
__ADS_1
"Mungkinkah itu anaknya??" gumamku dalam hati. Aku merasakan ada rasa sakit di dalam hatiku. Seperti belati yang menikam jantungku.
Happy Reading