Lelaki Penggoda

Lelaki Penggoda
Pemecatan Bella


__ADS_3

Melissa berjalan menyusuri koridor hotel. Dia sedikit takut kalau kakak iparnya akan marah. Sampai di ruang meeting Randy terlihat sibuk dengan laptopnya.


"Mas Randy, maafkan aku. Aku hanya tak ingin membuat Mas Randy khawatir." Melissa mendekati Randy sambil memeluknya.


"Apa yang aku lakukan belum seberapa. Kalau Adrian kakak lelakimu sampai tau, aku bisa mati ditangannya. Adrian menitipkan kamu padaku. Jangan sampai dia berpikir aku tak bisa menjagamu." Randy membuka beberapa file di depannya, lalu mengarahkan pada Melissa.


Melissa membuka file di depannya. Terlihat foto-foto Bella dan beberapa informasi lainnya.


"Jadi Bella adalah Brand Ambassador The Java Hotel?" Melissa benar-benar terkejut dengan yang dilihatnya.


Selama ini Melissa hanya fokus dengan para investor. Sampai tak tahu orang yang menjadi Ambassador hotelnya.


"Aku sudah menghubungi David, sebentar lagi dia menjemputmu. Bicarakan masalah ini dengannya," ucap Randy.


"Mas Randy juga mengenal David?" tanya Melissa yang terlihat sangat penasaran.


"Aku sudah menyewa detektif untuk menyelidiki David. Aku juga sudah bertemu dengannya. Aku menyetujui hubungan kalian, tinggal minta restu saja dengan kakak lelakimu itu." Randy mengatakan sesuatu yang membuat Melissa semakin terkejut.


Melissa tak pernah menyangka, bagaimana Randy sampai menyewa detektif. Tapi Melissa senang punya kakak ipar yang begitu peduli padanya. Selalu melindunginya, penuh perhatian pokok kakak ipar yang terbaik.

__ADS_1


*********


Aku berdiri di lobby depan The Java Hotel. Melissa datang dan memelukku dari belakang.


"Aku sangat merindukanmu " Melissa memeluk aku begitu erat.


"Mengapa hari ini kamu terlihat sangat manja?" Melissa tak menjawab, malah menarik tanganku dan memasuki mobil.


Tanpa bertanya padanya, aku langsung membawa Melissa ke Mel'S Cafe. Sesampainya di cafe, aku mengajaknya naik ke ruang pribadiku.


"Mas Randy tadi meneleponku, dan menceritakan semuanya." aku menatap Melissa yang diam tanpa kata.


Melissa menghampiriku dan langsung mengecup bibirku. Aku juga membalas ciumannya kali ini. Kami berciuman cukup lama, hingga serasa nafas akan habis barulah kami melepaskan ciuman ini.


"Aku sangat mencintaimu David." Melissa kembali memeluk aku.


"Aku lebih mencintaimu Melissa Anjani." Aku mengecup keningnya dan membawanya duduk di sofa.


Aku dan Melissa menghabiskan malam itu berdua. Melepaskan kerinduan yang selama berminggu-minggu ini tak pernah jumpa. Malam itu Melissa menginap di kamarku. Kami hanya tidur saling berpelukan, tak ingin melakukan apa yang melebihi batasan.

__ADS_1


Pagi harinya setelah menyelesaikan sarapan, aku mengantarkan Melissa ke hotel. Karena hari ini akan ada Rapat Darurat Dewan Direksi. Melissa memasuki ruang meeting ketika rapat baru saja mulai. Randy sudah berada kursi kebesarannya.


"Mungkin ada sebagian disini sudah tahu, mengapa ada rapat darurat pagi ini. Saya menegaskan seluruh bagian yang terlibat dalam The Java Hotel harus saling menghormati. Dan juga sadar diri atas posisi masing-masing. Jangan sampai kejadian seperti kemarin terjadi lagi. Seorang Brand Ambassador menghina dan melecehkan pemilik hotel. Disini Melissa memiliki saham 25%, dan itu artinya dia berhak membuat keputusan mutlak." Randy terlihat begitu emosi.


Semua dewan direksi hanya diam mendengar semua yang dikatakan Randy.


"Mulai pagi ini, saya memutuskan untuk pemutusan kontrak atas nama Bella Angela sebagai Brand Ambassador The Java Hotel. Saya tidak mau kedepannya semakin membawa dampak buruk bagi hotel ini," lanjut Randy.


"Tetapi Pak Randy, Bella adalah model yang sangat cocok dengan citra hotel kita," tutur Pak Rudy selaku Direktur Personalia.


"Keputusan saya tidak bisa di ganggu gugat. Jadi siapkan kandidat berikutnya Rapat hari ini selesai," ucap Randy langsung meninggalkan ruang meeting.


Melissa juga ikut keluar mengejar Randy.


"Mas! Apa harus memecat Bella?" tanya Melissa pada kakak iparnya.


"Bahkan aku bisa memecat seluruh karyawan hotel jika mereka menyakiti kamu," jawab Randy.


Ucapan Randy kali ini mampu membuat bulu kuduk Melissa merinding. Melissa tak menyangka Randy bisa begitu menakutkan.

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2