
pagi hari terlihat gadis yang masih bergelut dengan mimpinya padahal jam sudah menunjuk angka 07:45, dan terdengar suara keras dari bawah
"reinaa bangun ini sudah siang!!". teriak suara dari arah bawah
gadis itu adalah Reina yang sulit sekali bangun karena semalaman begadang nonton Drakor.
tok.. tok.. ceklek suara pintu dibuka dan terlihat ada wanita yang sudah berumur berdiri didepan pintu ia adalah Bu Yani bunda Reina dengan membawa 2 tutup panci
trangg... trangg
"apa kau benar-benar tidak akan berangkat sekolahhh?!!". geram bunda dengan menggeret selimut yang menutupi tubuh mungil Reina
"cepat mandi atau kau akan telat!!, yaa sebenarnya sudah telat". dengan sengaja bunda mengeraskan suara supaya anak semata wayangnya dengar apa yang ia bicarakan
"aduh bun kenapa sih, ini kan hari Minggu!?". Reina beranjak dan duduk didepan ibunya
"Minggu yah?". bunda mengambil kalender dimeja belajar Reina dan memberi ke Reina
"lihatlah sekarang hari Jumat". geram bunda ke Reina
"apaaa!! aduh bun kenapa ga bangunin aku siih?" dengan buru-buru Reina ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk ke sekolah
"makanya kalau alarm bunyi jangan cuma dimatiin tapi bangun siap-siap!". teriak bunda
cuma beberapa menit saja Reina mandi dan memakai baju bahkan Reina memakai banyak parfum supaya wangi
"Bun aku berangkat dulu!". ucap Reina lalu meninggalkan bundanya yang sedang mencuci piring dan alat masak
"loh sekarang? ini bekel kamu heh!". teriak bunda ketika melihat Reina berlari pergi
"haduhh emang tuh anak yaah!". bunda heran dengan anaknya sendiri yang susah dibangunin
"sabar Bun, kayaknya dia habis begadang makanya susah bangun". ucap lelaki paruh baya ia adalah ayah Reina
"iya yah, dasar anak jaman sekarang pada begadang padahal ga baik buat kesehatan". heran Reina
"sudahlah Bun, ayah mau kerja dulu". pamit ayah dan mencium dahi istrinya
"iya yah, hati-hati ya!?". jawab bunda
Reina yang sedang berlari dan ketika sampai disekolah ternyata gerbang sudah ditutup dan ia memohon untuk dibuka gerbangnya tetapi ditolak oleh pak satpam
"aduh gimana nih bentar lagi pasti pak Dedi masuk". bingung Reina
tanpa pikir panjang Reina memanjat tembok samping sekolah
"ya ampun ini tembok napa tinggi sih?". ucap Reina
"lah yang penting ga dihukum sama pak Dedi guru paling ngeselin udah tua juga kenapa ga pensiun aja!". geram Reina
Reina memanjat tembok yang lebih tinggi dari tinggi tubuhnya itu, ketika sampai di atas ia langsung loncat ke bawah dan mendarat dengan sempurna walau sempet hampir nyium tanah
dugg..
"aah mendarat dengan sempurna". ucap Reina
"astaga harus cepet ke kelas nih, semoga aja pak Dedi telat lagi kaya kemaren". Reina berharap dengan sangat
__ADS_1
Reina berlari ke kelasnya yang ada di lantai 2 ia harus menaiki tangga, Reina clingak-clinguk melihat kelas lain yang sudah sepi dan ternyata disetiap kelas sudah ada guru masing-masing, ia semakin khawatir kalau kelasnya sudah ada pak guru
"ish kenapa bisa telat sih, ah semoga saja gurunya telat". Reina menggerutu dan mengetuk kepalanya sendiri
Reina sampai didepan kelasnya dan melihat sudah ada gurunya yaitu pak Dedi, Reina mengintip dan mencari celah supaya masuk tanpa ketahuan, ia melirik kearah sahabatnya yang sedang melihatnya juga yang sepertinya memberi kode
"a-aduh pak saya izin ke toilet". ucap mita sahabat Reina
"baiklah dan cepat kembali". jawab pak Dedi
setelah keluar kelas mita menghampiri Reina
"ishh kenapa harus telat sekarang? ini pelajaran pak dedi tau ga?!". geram mita
"ya sorry, namanya juga telat kan ga tau kapan". Reina ngeles
"ya udah kita tunggu situasi yang pas supaya kamu bisa masuk kelas tanpa sepengetahuan guru". pintar mita
"wahhh sahabat gue memang pintar". Reina memeluk mita
"iya-iya,awas ah jijik banget deh". mita melepaskan pelukan Reina
"idih jarang-jarang aku kaya gini, sini peluk lagi". canda Reina
"wuihh mengerikan"
"tapi sorry ga minat". datar mita
"hihihihihi oke-oke". ngalah Reina
setelah melihat pak Dedi sedang menulis dipapan mita menyuruh Reina untuk jalan dibelakangnya dan menunduk, Mita dan Reina jalan kedalam kelas dan untungnya pak Dedi tidak memperdulikan mereka karena sedang menulis dipapan tulis
"baik anak-anak untuk pertemuan kali ini sampai sini, ada yang mau bertanya?". tanya pak Dedi
pak Dedi melihat semua siswa-siswi dikelas itu dan berhenti saat melihat Reina
"loh sejak kapan kamu disitu?". tanya pak Dedi
"saya sudah disini pak dari awal pelajaran". jawab Reina
"mungkin pak guru ga liat karena saya duduk dibarisan paling belakang". Reina berusaha meyakinkan pak guru
"hm, baiklah sampai ketemu di pertemuan berikutnya". setelah itu pak Dedi keluar kelas
"huftt leganya ga dihukum". Reina menaruh kepalanya di atas meja
"ke kantin yuk". tawar Mita
"iya gue juga tadi lupa ga sarapan dulu". ucap Reina
mereka pergi ke kantin untuk membeli bakso di warung Bu nun, langganan Reina dan Mita.
"Bu baksonya 2 kaya biasa ya". ucap mita
Bu nun sudah tau arti 'seperti biasa' yang maksudnya yaitu Reina yang komplit dan Mita tanpa daun seledri, Mita sangat tidak menyukai seledri
"ini nduk baksonya, emang belum pada sarapan tumben sekarang makan bakso biasanya jam istirahat kedua baru makan bakso?". tanya Bu nun
__ADS_1
"hehehe iya Bu tadi sedikit telat makanya ga sempet sarapan". jawab Reina
"iya Bu sama hahaha". ujar Mita
"oalah makanya jangan begadang nduk". saran Bu nun
"hehe iya bu". ucap Reina dan Mita bareng
Bu nun cuma geleng-geleng kepala melihat dua sahabat itu
"ya sudah ibu ke sana dulu ada yang mau beli". Bu nun pergi meninggalkan mereka berdua
Reina dan Mita memakan bakso mereka sambil ngobrol
"eh mit, lo liatin apa?". tanya Reina
"ini loh, katanya bakal ada murid baru". jawab Mita
"oh nambah murid lagi, emang katanya kelas berapa?". tanya Reina
"gue dengernya sih kelas XII (12)". jawab Mita
"kakak kelas dong". tanya Reina
"iyalah itu kan kelas XII berati kakak kelas bodo". geram mita
"hahahaha". tawa Reina ketika melihat wajah Mita yang kesal dengan dirinya
"eh tapi ganteng banget!". raut wajah Mita berubah ketika melihat wajah cowo yang akan menjadi Kakak kelas mereka
"ah masa, tapi kalo ganteng tapi tolol ih ogah". wajah Reina sangat mengesalkan sampai Mita menyoyor kepala Reina
"ish lo ini, lihat ganteng kann". ujar Mita
"hm standard sih". cuek Reina
"hah-"
"kaya gini dibilang standard? omg". geram mita
"udah lah, lihat baksonya jadi dingin gara-gara ngomongin cowo". Reina memasukkan bakso ke mulutnya
"oke". mereka melanjutkan makan bakso
setelah selesai memakan bakso dan tidak lupa dengan minum biar ga seret, mereka kembali ke kelas namun diperjalanan menuju kelas Reina pingin ke kamar mandi
"eh gue mau ke kamar mandi, ikut?". tawar Reina
"ikut sekalian mau make-up dikit heheh". jawab Mita
mereka belok kek kiri biar cepet ke kamar mandi mereka melakukan kegiatan mereka sendiri setelah Reina selesai dengan panggilan alam ia menghampiri mita yang sedang memakai lipstik.
"sudah?". tanya Mita
"tentu, lo belum selesai?". tanya Reina
"belum, bentar lagi tinggal pake lipstik doang abis itu selesai". jawab Mita
__ADS_1
"baiklah". jawab Reina
setelah selesai dengan make-up Mita sedangkan Reina tidak ingin make-up karena ia males tapi walau tidak make-up dan hanya mengunakan pelembab bibir dan bedak wajah itu sudah membuat kecantikan Reina keluar.