Love History

Love History
60


__ADS_3

Setelah Reina berhasil keluar dari mobil tersebut dia langsung berlari menjauh sebelum orang tersebut mengejarnya, Reina tak habis pikir bagaimana dia bisa lengah.


Reina berhasil melarikan diri dari orang tersebut, Reina duduk di tanah di bawah lampu, Reina memijit kakinya


"huh huh, cape banget" ucap Reina dengan menghapus keringat yang di keningnya


"aduh gue kemana ya? gini banget nggak punya tujuan" gusarnya


sudah 5 menit atau lebih Reina duduk diam disana, Reina berfikir akan pergi ke penginapan terdekat yang ada di sana, Reina memesan kamar untuk 2 hari. Untuk berjaga-jaga Reina lebih baik menginap disini daripada Reina harus pergi tanpa tujuan, setelah itu Reina diberi kunci dan diberitahu nomer kamar yaitu 678


Reina langsung pergi ke kamarnya, Reina membuka pintu kamar dia langsung menutupnya setelah dia berada didalam, Reina merebahkan tubuhnya di ranjang


"haahh leganya, akhirnya rebahan juga" ucap Reina, Reina membuka handphone dia langsung memblokir nomer ayah, bunda, dan Alex


Pesan dari alvin


"rein, lo dimna?" alvin


"balik nyokap lo nyariin!" alvin


"Reina" alvin


"lo dimna?!" alvin


"buka cht gue" alvin

__ADS_1


"udh lo biarin aja kalo nyokap atau bokap gue cht lo" reina


"gue lagi pengin sdri aja" reina


Reina melihat pesan dari nomer tidak dia kenal


087xxxxx


"kamu nggak bisa pergi, reina" 087xxxx


"sekarang kasih tau dimana kamu!"087xxxx


Reina kebingungan siapa dia, kenapa seperti tau tentang Reina, disaat Reina kebingungan nomer tersebut menelfon nya


"lo yang kesini apa gue yang kesitu?" ucap Alex dari seberang


"hah?" Reina yang terkejut langsung mematikan teleponnya


"omg, aduh kenapa bisa? ya ampun, tenang-tenang" Reina menenangkan diri


"pasti dia nggak tau dimana gue, ya pasti nggak tau! ah lebih baik gue kunci aja pintunya buat jaga-jaga" Reina berlari menuju pintu dia menguncinya dan menyimpan kunci tersebut di dalam casing hpnya.


Reina pergi ke kamar mandi untuk sekedar membersihkan tubuhnya, Reina juga membasuh muka setelah selesai Reina duduk di kasur, sambil melamun


"aduh kalo gue gini terus, sekolah gue gimana? nggak mungkin gue ke sekolah pasti ayah bakal temuin gue, duh gimana ya" gusar Reina

__ADS_1


Reina tertidur sesaat setelah bergelut dengan pikirannya, Reina sangat lelah karena harus lari menerus, bahkan Reina sekarang belum makan namun matanya sudah sangat ngantuk membuatnya tertidur.


sedangkan disisi lain, Alex yang sedang mencari keberadaan Reina melalui laptopnya, Alex sudah menemukan titik terang keberadaan Reina. Alex langsung keluar dan pergi ke tempat Reina berada


"Alex, tunggu! kamu mau kemana? apa sudah ketemu dimana Reina?" tanya bunda khawatir, Alex mengentikan langkahnya dan menjawab


"saya akan membawa Reina kembali, Tante tunggu saja dirumah" ucap Alex, diangguki oleh ayah


"iya sayang, lebih baik kita tunggu dirumah, ayah percaya sama Alex" ucap ayah menenangkan bunda


"ya sudah sana pergi, bawa Reina kembali, jangan biarkan Reina kabur lagi!" tegas ayah


setelah itu Alex pergi ke penginapan tempat Reina ditempati, Alex mengendarai mobilnya sendiri yang berwarna hitam, semua akan terkendali sampai Alex sampai di penginapan tersebut


"kunci nomer 678" ucap Alex


"maaf, tuan siapa? ada keperluan apa?" tanya resepsionis


"saya suaminya" ucap alex, sedangkan resepsionis tersebut percaya begitu saja


*oh mungkin pasutri lagi marahan, ya udah lah kasih aja* pikir resepsionis


"cepat!" dingin Alex


"i-iya, ini tuan" ucap resepsionis dengan memberi kunci kamar nomer 678. Alex langsung berjalan menuju kamar yang ditempati oleh Reina

__ADS_1


__ADS_2