Love History

Love History
106


__ADS_3

Alex membantu Reina melepas tali yang mengikat kedua tangan dan kakinya. "Lo nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Reina memegang luka kecil yang ada disamping bibir Alex yang terkena pukulan dari orang-orang jahat


"Saya tidak apa, cepat kita harus pergi" ucap Alex memegang tangan Reina dan membawanya keluar dari ruangan tersebut, ketika keluar dari rumah kecil itu ternyata ayah dan bunda Reina sudah ada disana beserta anak buahnya


"Reina!!!" teriak bunda lalu menghampiri anak semata wayangnya itu. Bunda memeluk erat Reina begitu juga dengan Reina yang senang dia masih bisa memeluk bundanya.


Prokk...Prokkk...Prokkk


"Hahaha akhirnya kalian kumpul disini termasuk anda Avandy Ricolas" ucap penculik Reina menyebut nama lengkap ayah Reina, ayah Reina adalah Avandy Ricolas.


Ayah menatap tajam mata orang misterius tersebut dan maju beberapa langkah. "Apa kamu yang menculik anak saya?!" ucap ayah menahan emosinya


"Saya tidak menculik, hanya untuk membawa kalian sebagai orang tuanya datang, hanya itu saja" ucap orang tersebut dengan sedikit bercanda

__ADS_1


"Sekarang kalian tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup" ucap orang tersebut dengan dingin


Semua menjadi tegang dan berjaga-jaga kalau orang misterius tersebut melakukan penyerangan karena dia juga membawa anak buah dalam jumlah bisa dikatakan banyak


"Serang keluarga Ricolas!!!" teriak orang tersebut memerintahkan anak buahnya untuk membun*h seluruh keluarga Ricolas (keluarga Reina)


Pertarungan tidak terhindar semua anak buah orang misterius itu berusaha menyerang ayah bunda dan Reina namun masih bisa dihalau oleh anak buah ayah dan Alex bahkan Alex ayah ikut bertarung


"Sayang, lebih baik kamu pergi dari sini! cepat dari sini kamu pergi ke arah barat disana kamu akan lihat motor pakai motor itu dan pergi menjauh dari sini!"ucap bunda mendorong Reina untuk menjauh


"Jangan membantah!! cepat pergi! ini perintah bunda!" ucap bunda dengan sangat tegas membuat Reina sedikit tersentak, Bunda pergi meninggalkan Reina yang masih berdiri untuk membantu suaminya melawan anak buah orang misterius


"Gue nggak akan pergi begitu aja" ucap Reina lalu mengambil dahan kayu untuk mukul lawannya

__ADS_1


Reina berlari dan memukul kepala orang yang akan memukul Alex dari belakang orang tersebut langsung memegangi kepalanya sebelum akhirnya pingsan, Reina terus melakukan itu sampai dia sendiri yang malah terkena pukulan sampai dahan kayu yang dia pegang terlepas dari tangannya


Disaat genting seperti itu orang misterius tersebut mendekati Reina dan berjongkok didepannya. "Bukankah mengasikan bermain-main?" tanyanya kepada Reina


"Bren*sek-" ucap Reina terhenti karena orang misterius


"Sstttt jangan sia-siakan suaramu, sebelum suaramu hilang" ucap orang misterius itu lalu dia menampar pipi Reina dengan keras membuat Reina kesakitan


Alex yang melihat Reina kesakitan langsung memukul habis lawannya dan berlari menuju Reina dan memukul orang yang telah menampar Reina


"Lawan mu adalah saya, jangan libatkan wanita, laki-laki apa kamu" ucap alex tepat di depan wajah orang tersebut dengan Reina yang berada dibelakangnya


"Owww saya takut, hahahah" tawa menggelegar dari orang tersebut

__ADS_1


"Setres nih orang" gumam Reina, Alex tetap menatap tajam orang tersebut tidak menghiraukan perkataan Reina


"Saya hanya menuntut keadilan apa itu salah? semua yang saya lakukan tidak seberapa yang Avandy Ricolas lakukan ban**at!!" marah orang misterius tersebut


__ADS_2