Love History

Love History
72


__ADS_3

Reina mandi dia ingin melihat bunda dirumah sakit, sedangkan Alex menunggu dibawah dia sedang duduk setelah menelfon seseorang entah apa yang sedang dibicarakan oleh Alex


Reina



Alex



Alex yang sedang duduk melihat Reina yang sudah didepan pintu untuk pergi keluar, Alex menghampiri Reina dan menanyakan akan pergi kemana dia


"ke bunda" jawab Reina


"saya anter, tapi kalau sampai sana ayahmu masih marah jangan nangis" ucap Reina, Reina menatap malas Alex


"gue nggak cengeng, lagian gue nggak butuh tumpangan dari lo" ucap Reina, Alex membantah hal tersebut

__ADS_1


"saya akan sangat senang jika kamu bergantung denganku, jadi jangan menolak" ucap Alex bersungguh-sungguh dengan menatap mata Reina tanpa berpaling


"ekhem... ya-iya udah ayo cepetan" ucap Reina dengan sedikit gugup.


Alex dan Reina naik mobil Alex yang berwarna hitam, Alex menyalakan mobilnya dan berlalu dari rumah Reina menuju rumah sakit, Reina diperjalanan hanya memainkan handphonennya dan membuka salah satu aplikasi, di grup kelas banyak yang sedang membicarakan tentang kecelakaan Alvin, Reina kembali teringat akan ucapan Alex yang mengatakan kalau dia yang membuat Alvin celaka


"lo ada masalah apa sama alvin?" tanya Reina tiba-tiba, Alex menatap mata Reina dan kembali melihat ke depan


"masalah?" tanya Alex seperti tidak tau apa-apa


"ya lo kenapa sampai bikin alvin meninggal, lo ada masalah apa sama dia sampe lo bisa melakukan hal itu!" jawab Reina dengan menatap wajah Alex


"ya kapan? setiap ditanya jawabannya kaya gitu terus, emang masalahnya penting banget?" tanya Reina, Alex terdiam sesaat kemudian menjawab


"sekarang bukan waktu yang tepat Reina" ucap Alex, Alex masih memikirkan suasana hati Reina yang suka berubah-ubah


"sumpah lo nyebelin banget" gumam Reina lalu melihat jalan

__ADS_1


selama diperjalanan semuanya diam setelah berbicara sedikit tadi, tidak begitu lama setelah pembicaraan tadi mereka akhirnya sampai di rumah sakit


Reina langsung membuka pintu mobil dan berjalan cepat menuju ruangan bunda, Alex mengikuti disamping Reina sampai mereka sampai di depan pintu ruangan bunda


Reina akan membuka pintu tersebut namun dia menghentikan tangan yang akan membuka pintu itu, Reina menengok kearah Alex


"gue takut" lirih reina, Reina memang anak yang bandel namun ketika dihadapkan dengan orang tuanya apalagi bunda dia pasti akan menjadi lemah, Reina tidak sekuat yang terlihat


"tenang semua akan baik-baik saja" ucap Alex menepuk kepala Reina perlahan, Reina mengangguk kepalanya dan sedikit menyunggingkan senyum, Reina membuka pintu ruangan bunda, dia membawa badannya untuk masuk kedalam ruangan bunda


"b-bunda" gumam Reina yang melihat bundanya sedang terbaring lemah dengan selang oksigen di hidungnya


"Reina?" ucap bunda dan berusaha untuk melihat Reina, Reina menghampiri bunda dan menggenggam tangan bunda serta mencium beberapa kali


"maafin reina ya bunda, Reina salah, maafin Reina" tangis Reina, bunda memeluk Reina


"iya sayang nggak papa" ucap bunda menenangkan Reina

__ADS_1


Alex duduk di sofa yang ada di ruangan bunda, mendengar setiap percakapan antara ibu dan anak tersebut, disaat bunda dan Reina ngobrol tiba-tiba pintu terbuka dan muncul ayah berdiri di sana. Reina menatap takut ayah, namun setelah bersama bunda Reina menjadi lebih tenang untuk menghadapi ayah


__ADS_2