Love History

Love History
126


__ADS_3

Farah menjerit jijik karena Reina menyiramnya dengan air kotor bekas pel, Reina hanya tersenyum lebar lalu menyudahinya dan pergi meninggalkan Farah yang masih memanggil namanya dan mengumpat tentang dirinya


Reina berjalan menuju gerbang belakang sekolah, berniat ingin bolos saja karena mood untuk sekolah sudah hilang.


Reina menghindari cctv sekolahan hingga sampai di gerbang belakang yang tidak ada yang jaga karena hanya gerbang depan yang dijaga, Reina menatap kesal karena gerbangnya digembok.


"Bikin repot aja sih lo" ucap Reina memarahi gembok yang dia pegang, Reina menghela nafas menatap ujung pagar di atas lumayan tinggi itulah yang dipikirkan Reina


"Males banget panjat pager ginian mana tinggi banget, tapi mau nggak mau gue harus tetep lewat sini... Ya udahlah" setelah memikirkan beberapa saat akhirnya Reina menaikkan kaki kanannya dan mencoba menggapai besi pagar di atasnya untuk berpegangan setelah itu kaki kiri bergantian naik sehingga sekarang dia sudah berada di atas pagar


Reina tidak ingin membuang waktu di atas pagar itu karena selain panas kaki dan tangannya juga sakit karena menahan tubuhnya, tetapi Reina sedikit takut untuk melompat


Brukk


Reina terjatuh karena saat melompat dia sedikit ragu-ragu, sakit itulah yang dirasakan Reina. "Ssshh sakit banget, oh ya to*o* banget gue kan bisa turunin dulu, nggak langsung lompat kaya gini" pikir Reina setelah sadar akan kebodohannya sendiri


"Aduh dengkul gue" Ucap Reina memegang lututnya yang sedikit nyeri karena terjatuh

__ADS_1


"Mendingan gue ke sana dulu baru pesen taksi" gumam Reina lalu mencoba untuk berdiri, sampai di depan jalan dia menunggu taksi yang dia pesan di aplikasi


Beberapa menit menunggu dengan Reina yang duduk dikursi akhirnya taksi yang dipesan Reina datang. Reina masuk kedalam mobil setelah memastikan benar itu adalah taksi pesanannya, dia memberitahu kemana dia akan diantar.


Reina pikir tidak mungkin harus pulang, jadi dia pergi menuju villa yang sempat dia liat saat scroll medsos yang katanya tempatnya bagus. Hampir 30 menit Reina berada didalam mobil memang lumayan jauh dari sekolahan dan rumah Reina, Reina turun dari mobil setelah membayar taksi


Reina memesan kamar VIP dengan membayar menggunakan kartu kredit yang diberikan oleh ayah sebagai uang jajan, Reina diberikan kartu oleh petugasnya setelah ditunjukan letak kamarnya dia langsung pergi menuju kamarnya


Ceklek


Pintu terbuka Reina langsung masuk dan menutup pintu kamar. Reina melepaskan sepatu dan menyalakan tv untuk memberikan suara supaya tidak terdengar sepi.


Reina mengambil handphone yang dia taruh disaku dadanya, dia melihat banyak pesan dari guru BK dan juga panggilan tidak terjawab dari Alex. Mereka menanyakan keberadaannya


"Hah pasti lampir udah ngadu sama BK makanya gue di cari, tapi kalo Alex kenapa dia telfon gue ya udahlah bodo amat, oh iya apa gue tidur aja disini nanti malem?" pikir Reina dengan beranjak dari tidurnya


"Tapi gue kabarin bunda dulu kali ya biar nggak usah cari apalagi khawatir" ucap Reina lalu memencet tombol nomor bunda

__ADS_1


"Halo bund" Reina


"Iya ada apa, kamu bikin masalah?" bunda


"Astaga bunda gitu amat sama anaknya.. Reina kan anak baik nggak mungkinlah bikin masalah" Reina


"Hahahaha bercanda sayang" bunda


"Bunda lagi ngapain?" Reina


"Lagi minum teh di taman liat bunga sama bibi juga, ada apa?" bunda


"Oh gitu, anu itu nanti Reina tidur dirumah temen ya" Reina


"Loh kenapa mendadak, kamu nggak boong kan?" bunda


"Enggak, beneran bunda" Reina

__ADS_1


"Ya udah terserah aja" bunda


"Oke makasih bunda sayang muach bye" Reina. Dia mematikan teleponnya


__ADS_2