Love History

Love History
128


__ADS_3

Setelah berada didalam mobil taksi sekitar 30 menit akhirnya Reina sampai di panti asuhan yang ada Ayana, terlihat Reina memberikan selembar uang kertas senilai Rp 100.000 kepada supir tersebut, supir muda itu terkejut namun dengan senang dia mengambilnya karena Reina memang berniat memberikan itu semua untuknya, Reina berjalan semakin cepat langkahnya ketika berada di pagar masuk panti, Reina menatap semua anak-anak yang juga menatapnya


Tersenyum dia melihat semua anak-anak yang menggemaskan itu, Reina menatap salah satu anak yang sedikit lebih besar dari yang lain


"Sayang, ibu dimana?" tanya Reina awalnya dia ragu untuk bertanya dengan nama 'ibu' tapi siapa sangka anak itu menjawabnya


"Ibu lagi di dalam kak, kakak mau ketemu sama ibu? mau adit panggilin?" tanya anak kecil yang bernama adit


"Iya tolong ya" ramah Reina mengelus rambut anak kecil itu


Anak kecil tadi atau juga Adit, dia berlari kecil kedalam lalu memanggil ibu pengasuh, beberapa saat kemudian terlihat perempuan paruh baya keluar dengan Adit walaupun sudah berkepala empat tetapi raut wajahnya masih lumayan muda.


"Eh mba Reina, ada apa ya?" tanya ibu tersebut tersenyum ramah


"Iya Bu, Reina mau ketemu Ayana... Ayana dimana ya? Reina udah lama nggak ketemu" ucap Reina menjelaskan


"Ohh Ayana ada tuh di dalem lagi main sama boneka, dia terus pengin ketemu kamu udah lama banget nggak main" ujar ibu pengasuh tersebut


Reina tidak enak hati lalu dia meminta izin untuk masuk dan melihat Ayana, Reina berniat akan mengejutkan Ayana tetapi kehadiran sudah diketahui oleh Ayana. Ayana berlari dan memeluk Reina erat seolah tidak ingin Reina pergi

__ADS_1


"Kakak kenapa nggak pernah temuin Ayana?" tanya Ayana dengan raut wajah sedih, Reina melepas pelukannya dengan kedua tangganya dia taruh dikedua pipi Ayana


"Maaf kakak sibuk sekolah" bohong Reina


"Oh Ayana lagi main apa? main diluar yuk sama temen Ayana yang lain" ajak Reina yang juga ingin membuat Ayana kembali ceria


"Iya kak" Reina menggandeng tangan mungil Ayana


Reina dan Ayana duduk diantara teman-teman Ayana


"Hai adek-adek semua, lagi main apa nih?" tanya Reina, semua anak-anak yang sedang bermain menatap Reina


"Main boneka"


"Main Ultraman kak"


Reina menatap semua anak-anak yang menjawabnya dan tersenyum.


"Wah mainan kelereng? dulu kakak sering mainan tuh sama temen kakak"

__ADS_1


"...Kalo boneka kakak lebih sering soalnya kakak cewek" ujar Reina


"Wah ini Ultraman apa ya?" tanya Reina yang sebenarnya memang tidak tau


"Ini Ultraman Zero, yang ada kaya tanduk di kepalanya" jawab salah satu anak laki-laki yang sedang bermain Ultraman


Reina hanya mengangguk-angguk sambil membulatkan bibirnya, Reina mengotak-atik handphonenya karena dia memesan es krim di cafe yang sempat dia scan nomor khusus yang ingin memesan dari rumah


Sekitar 15 menit menunggu akhirnya dua box es krim besar datang, semua anak-anak dan ibu pengasuh menatap bingung siapa yang memesan dua box besar tersebut.


Reina membayar semua yang dia pesan dan setelah box diturunkan Reina membuka box tersebut


"Semua kakak punya sesuatu buat kalian!!" seru Reina dengan semangat


"Wahh apa ituu?!"


"Tidak tau mungkin itu musuh Ultraman?"


"Hahahha bukan, ini es krim buat kalian tapi kalian harus baris dengan rapi yaa!" jawab Reina menatap kedua anak polos didepannya

__ADS_1


__ADS_2